Komunitas Pustaka Swadaya GGD Manokwari Masuk Nominator GRCC 2016

Guru-guru muda yang dikirim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Guru Garis Depan (GGD) makin memperlihatkan sepak terjangnya dilokasi penempatan. Setidaknya begitulah yang terlihat pada guru GGD di Kab.Manokwari Papua Barat.

Motor Noken Pustaka yang diakomodir oleh 35 guru GGD ini saat ini masuk nominator finalis lomba bergengsi bertajuk Gramedia Reading Community Competition 2016 (GRCC). GRCC merupakan lomba antar komunitas baca se Indonesia.

Aksi GGD Bersih Manokwariku

Kamis (24/3), Tim Peduli Sampah Manokwari yang terdiri atas peserta Guru Garis Depan (GGD) Manokwari mulai bergerak menuju lokasi, Pulau Mansinam-Papua Barat, sekitar pukul 07.15 WIT dengan menggunakan perahu di Dermaga Kwawi. Perjalanan dari Dermaga Kwawi menuju Pulau Mansinam memakan waktu sekitar 15 menit.

Sesampai di lokasi, tim segera beraksi karena di lokasi penurunan sampah sudah menyambut kami. Salah satu anggota tim segera membagi kantong sampah yang akan digunakan untuk mempermudah pengumpulan sampah yang berserakan. Masing-masing anggota sudah

Sepasang Guru GGD di Sekolah

SMP Satap Mubri, sekolah yang berlokasi di Kampung Mubri Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari. Untuk sampai di Sekolah ini ditempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor sekitar 60 menit dari Manokwari kota. SMP ini memang berada di ibukota Propinsi akan tetapi masih sangat minim fasilitas. Sinyal telepon seluler pun masih sangat sulit di wilayah ini. Meskipun sudah terjangkau jaringan listrik PLN, tetapi belum ada akses internet.

Membangun Papua Melalui Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu tolok ukur kemajuan peradaban suatu bangsa. Bagaimana sebuah bangsa merencanakan, menjalankan dan mengevaluasi program-program pendidikannya, semua itu yang akan menjadikannya unggul dalam jangka waktu yang lama. Tidak terkecuali dengan Papua, pendidikan adalah salah satu kunci untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Papua. Pemerintahan Jokowi-JK, sejak awal menaruh perhatian besar terhadap

Mendidik di Garis Depan

Masih ingat sosok Muslimah dalam novel Laskar Pelangi besutan Andrea Hirata?  Ya, perempuan bernama lengkap Muslimah Hafsari itu adalah pendidik pertama para murid “Laskar Pelangi” di Belitung. Daerah tempatnya mengajar termasuk daerah tertinggal. Pendidikan bukan menjadi prioritas di daerah tersebut. Bahkan, sekolah tempat mengajar Muslimah sempat hampir ditutup karena kekurangan murid. Namun demikian, keterbatasan tidak menyurutkan semangat dan keikhlasannya dalam mendidik murid.