Siri’ Kami untuk Bumi Sirih Pinang

Setelah hadir bergulat dengan serangkaian pilihan-pilihan nasib, maka menjadi peserta SM-3T adalah kemestian di sebuah fase kehidupan kami akhirnya. Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal adalah entitas yang sebenarnya terlalu mewah bagi kami untuk begitu saja menerimanya dengan sebuah kepercayaan diri tanpa menyertakan kesungguhan untuk lebih dari sekadar mempertanggungjawabkannya. Pada status

Siswaku Kepala Desaku

Diluncurkan pada tahun 2011, sepanjang tiga tahun program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM-3T) telah menerjunkan 8.146 sarjana ke berbagai pelosok negeri. Mereka hadir  untuk mempercepat pembangunan pendidikan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Setahun mengabdi, menempa karakter diri, seklaigus turut merekatkan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setelah itu mereka kembali…

Suluh Yang Tak Kenal Peluh

Sebuah Mozaik Pengabdian di Sudut Nusantara. Konsep penyusunan buku Suluh Yang Tak Kenal Peluh; Sebuah Mozaik Pendidikan di Sudut Nusantara disesuaikan dengan tujuan buku ini sendiri yaitu untuk memberikan perspektif lain kepada masyarakat mengenai program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Pendekatan bentuk buku yang sesuai dengan tujuan penyusunan tersebut adalah jenis…

Program Mereka Bersih dan Sehat

Sehat merupakan modal dasar menuntut ilmu. Belajar dalam keadaan berbadan sehat dan bersih memudahkan konsentrasi. Keadaan akan berbeda jika kita dituntut belajar dalam kondisi kurang bersih dan kurang sehat.

Anak-anak Indonesia di sebagian pelosok negeri berangkat ke sekolah dalam keadaan ingus meleleh, gigi yang tidak mengenal sikat apalagi pasta gigi, bekas tidur yang masih jelas di wajah, kulit yang dibiarkan tak menyentuh air apalagi sabun, kaki dalam keadaan berlumpur, dan aneka keadaan yang memprihatinkan

Program Kami Bertas dan Bersepatu ke Sekolah

Banyak orang atau bahkan semua orang tahu tentang sepatu. Banyak pula yang tahu fungsi, manfaat, dan kegunaan sepatu. Tetapi, tidak semua bisa bersepatu apalagi bergonta-ganti sepatu. Ironisnya, hanya sebagian kecil orang yang peduli akan hal itu dan mau menjadi bagian yang membuat orang lain di sudut negeri turut bersepatu.

Seperti yang dialami anak-anak usia sekolah di daerah-daerah berkategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) sebut saja Aceh, NTT, Papua Barat, dan Papua