“Awal mula di sini kami harus beradaptasi mulai dari pendidikan yang sarana dan prasarananya terbatas sehingga membuat kami harus lebih reaktif mencari inovasi-inovasi dalam metode pembelajaran, mengikuti pelaihan K13. Selain bidang pendidikan, di bidang kemasyarakatan yakni adat istiadat kami harus berbaur, memantu mansyarakat memasang pipa air dan melaksanakan kegiatan kemasyarakatan. Untuk rencana kegiatan kemasyarakatan selanjutnya, saya bersama teman-teman akan melakukan pemberdayaan sumber daya alam yakni pembuatan abon dan keripik dari bahan dasar cumi. Karena salah satu pulau terluar di Kabupaten Sumba Timur yakni Pulau Salura. Di pulau tersebutmenghasilkan cumi lebih dari 1 ton dalam sekali pengambilan. Kegiatan ini kami tujukan untuk memberdayakan masyarakat sehingga dapat bernilai ekonomi bagi mereka. Selain rencana kegiatan kemasyarakatan di atas, kami melakukan pelatihan IT untuk guru-guru di sekolah serta pemberantasan buta aksara bagi warga. Manfaat yang saya dapatkan di sini adalah yang paling pertama adalah pendewasaan diri, kemandirian, kedisiplinan agar kami bisa bertahan di daerah yang penuh dengan keterbatasan.” Dokumentasi testimoninya dapat diakses di https://youtu.be/HXSx5Spttac







