Semua kisah yang termaktub membentuk sebuah pola kemurnian niat menggenapkan diri pada poros keharusan menjabarkan segala kompetensi sebagai hadiah sang penulis skenario kehidupan. Kompetensi yang dibayarkan dengan ketulusan berproses menjabat segala kompetensi bentukan dari momentum prakondisi tepat beberapa hari sebelum peserta SM-3T mendongak menatap laju tersendatnya segala kemajuan yang sangat tak asing kami sebut keterbatasan di daerah abdi masing-masing di antara kami peserta SM-3T.
Kesiapan teori, mental, dan fisik yang terakomodasi secara keseluruhan melalui kematangan pembentukan sikap yang dilakukan oleh penyelenggara dalam hal ini LPTK UNM sangat terlukis dampaknya bagi peserta. Berbagai pelatihan pemantapan terutama ketahanmalangan telah membawa peserta SM-3T siap mengeloni kehidupan dengan segala bentuk keterbatasan di daerah 3T. Melalui SM-3T kami telah berhenti merumuskan kalkulasi harapan dengan menertawakan setiap jeda yang terlewatkan tanpa kebermanfaatan bagi sesama. Kemampuan mengelabui ketakutan ber-3T belum berbanding dengan sempurnanya penantian mereka. Kami tak akan membiarkan mereka belajar kecewa pada keadaan yang menelantarkannya. Kami telah banyak dibelajarkan oleh keadaan yang terbaca makroskopis pada keliaran mata mengadopsi setiap peristiwa yang teragendakan menelanjangi wajah-wajah dalam etalase yang tabu di-nyata-kan pada perspektif kedaerah_3T_an. Bersama membebaskan keterpurukan pendidikan di daerah 3T adalah cita yang mengajak kami berlari menghampiri ingin mereka. Penerimaan mereka tak lantas menjadikan kami berani menanggalkan kebiasaan pemerolehan mereka pada pendidikan, tetapi kelegowoan mereka menerima pembaharuan dan kecepatan mereka melebihi kemampuan kami berlari menangkap mimpi membuka celah yang membongkar rahasia suci bahwa mereka menginginkan pembaharuan, mereka menginginkan pengakuan keberadaan sebagai manusia berwarganegaraan bumi Indonesia. Pengalaman ber-3T yang mempertemukan dan mengakrabkan kami peserta SM-3T pada ke-maha-an bertoleransi menjadikan kami manusia yang tak takut hidup bersama, pun sekembalinya kami dari penugasan di daerah 3T yang berkonsekuensi pada kesempatan mencicipi dinamika kehidupan ber-asrama melalui PPG ber-asrama. Segala pembelajaran menuju pencapaian harapan dilahirkannya guru masa depan Indonesia melalui PPG ber-asrama oleh Kemendikbud dalam hal ini Dikti dilakoni dengan segala kemestiannya. Kepadatan aktivitas penunjang pencapaian harapan tak lelah terumuskan dalam keseriusan berproses. Kompetensi guru profesional menjadi landasan segala kegiatan, bentuk kepadatan kegiatan keasramaan merupakan pengejawantahan rumusan penguasaan keluaran PPG ber-asrama SM-3T yang menguasai kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Dinamika berasrama menggenapkan ketahanmalangan bentukan SM-3T pada guru-guru yang berbeda dari guru biasanya. Dua tahun bergumul bersama kesetiaan menerjemahkan dialektika pendidikan menuju profesional telah cukup membelajarkan segenap mata rantai keterlibatan pelaku penanggung jawab pada tak terisolirnya pendidikan di pelosok Indonesia secara keseluruhan. Aktualisasi pendidikan tak hanya berpengaruh besar kepada peserta dalam hal ini sarjana muda calon guru masa depan yang telah memprosesi segala ruang belajar, tetapi menjadi tolok ukur bagi pemerintah pusat melihat keterlibatan desa-desa mandiri di daerah 3T yang notabenenya terekrut semangat kemajuannya dengan kehadiran program SM-3T. Kehadiran pelakon pendidik di daerah sasaran 3T menguatkan kesadaran pemangku keputusan daerah 3T untuk bermandiri mengemas pendidikan putera-puteri daerah agar tak semakin tertinggal dari daerah tak 3T. Pengejawantahan program SM-3T di daerah sasaran dan PPG berasrama seharusnya telah pula membentuk karakter belajar dari LPTK penyelenggara untuk meminimalkan lecutan kelemahan selama pelaksanaan, baik di daerah 3T maupun di asrama. Proses panjang peserta SM-3T jilid I Universitas Negeri Makassar telah mengawal manifestasi kesempurnaan harapan akan pendidikan masa akan datang Indonesia. Keseriusan pembenahan-pembenahan akan memaksimalkan proses panjang pewujudan harapan-harapan besar akan pendidikan bumi Nusantara. Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Salam Manifesto Pendidikan Daerah 3T!







