Kegiatan literasi sejatinya telah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan literasi dasar yang sering dijumpai adalah membaca, mengolah informasi, menulis, dan berbicara. Kegiatan tersebut telah terintegrasi dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam hal ini siswa dilibatkan aktif dalam rangkaian proses literasi.
Salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa PPG SM-3T UNMUL VI adalah Wawasan Kebangsaan. Perkuliahan dilaksanakan tiap akhir pekan. Kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan tidak jauh berbeda dengan kegiatan perkuliahan yang lain. Namun ada suatu pembiasaan sederhana yang dilakukan oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah. Pembiasaan itu adalah pembiasaan literasi dasar.
Awal kegiatan perkuliahan, mahasiswa diberi tulisan opini dari majalah. Mahasiswa diberi waktu untuk membaca tulisan opini dan menuliskan tanggapan terhadap tulisan tersebut. Tanggapan yang tertulis kemudian dikomunikasikan di depan kelas melalui kegiatan presentasi oleh perwakilan mahasiswa. Mahasiswa yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi gagasan yang telah disampaikan. Dari sini terciptalah diskusi kelas yang melatih mahasiswa untuk menyampaikan gagasan lisan secara tepat dan beretika. Rangkaian proses perkuliahan tersebut sangat mendukung pembiasaan literasi bagi mahasiswa.
Respons mahasiswa terhadap kegiatan perkuliahan Wawasan Kebangsaaan sangat positif. Hal ini terlihat dari beragamnya gagasan tertulis mahasiswa. Antusias mahasiswa juga terlihat ketika diskusi kelas berlangsung. Mahasiswa aktif mengungkapkan gagasan secara lisan dan kritis dalam berpendapat.
Sederhana, hanya literasi dasar yang meliputi membaca, menulis, dan berbicara. Terkadang tak banyak disadari bahwa kegiatan tersebut sudah banyak kita lakukan sehari-hari. Literasi yang diintegrasikan dalam kegiatan perkuliahan ternyata mampu memberikan kontribusi bagi penguatan literasi mahasiswa PPG SM-3T UNMUL.
Pembiasaan literasi merupakan proses awal dari penguatan literasi di kalangan mahasiswa PPG. Seperti diketahui bahwa pemahaman literasi menjadi bekal untuk menghadapi tantangan sebagai guru professional di abad 21. Tuntutan menjadi pembelajar sepanjang hayat mengharuskan calon guru profesional senantiasa meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. Aktivitas literasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh calon guru profesional sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Penguatan literasi melalui pembiasaan semacam ini menjadi langkah awal menuju “melek literasi”. Literasi yang tidak hanya terbatas pada aktivitas membaca, mengolah informasi, menulis dan mengkomunikasikan, namun cakupan yang lebih luas meliputi literasi visual, literasi media, literasi perpustakaan dan literasi teknologi. Integrasi jenis-jenis literasi tersebut dalam kegiatan mahasiswa PPG akan semakin menguatkan pemahaman tentang literasi. Langkah terpenting yang harus dilakukan adalah konsistensi dan komitmen yang tinggi dalam kegiatan literasi.
Reportase: Reni Apriani, Pendidikan Fisika, PPP SM-3T VI Universitas Mulawarman
Editor: HaeR







