Kementerian Riset, Tekonologi dan Perguruan Tinggi melalui Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal Indonesia (SM-3T) senantiasa telah menghadirkan peristiwa pengabdian di daerah tertinggal Indonesia bagi para alumni Sarjana Pendidikan yang terpilih. Program yang pada awalnya hanya menyertakan 12 Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai penyelenggara untuk 21 kabupaten daerah sasaran dengan menerjunkan sebanyak 2479 peserta. Penambahan Penyelenggara menjadi 17 LPTK semakin menambah daya jangkau program ini selanjutnya. Pada generasi kedua, pengalokasian peserta telah menjadi 2679 pada 35 kabupaten. Angkatan ketiga pada daerah sasaran sebanyak 51 kabupaten dengan 2804 peserta, sedangkan pada angkatan keempat jumlah peserta yang diabdikan sebanyak 2633 di 44 kabupaten sasaran. Pengabdian peserta SM-3T di lapangan sebagai medan menantang dalam mengatasi masalah pendidikan setempat. Juga untuk mencerap nilai dan menempa diri dalam memasok karakter khas yang mesti dimiliki oleh sosok guru masa depan Indonesia, sebelum nantinya mereka akan memasuki pendisiplinan berasrama dalam Pendidikan Profesi Guru SM-3T.

Dalam perjalanan memasuki 4 tahun berjalan di tahun 2014, pengabdian 10595 peserta tersebut tentu banyak membuahkan dinamika perubahan yang dialami dan ditimbulkan oleh berbagai pihak yang terlibat. Jumlah tersebut dipastikan bertambah mengingat pada tahun 2015 ini, sejumlah kurang lebih 3000 peserta SM-3T kembali diterjunkan ke kabupaten penugasan. Berdasar pertimbangan tersebut, maka para keluarga besar peserta SM-3T bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga mitra lainnya dalam usaha untuk berpartisipasi aktif mewujudkan penggiatan aksi kemanusiaan dan pemerataan akses pendidikan Indonesia, terutama di daerah yang masih mengalami ketertinggalan, membutuhkan wadah konsolidatif sebagai penyalur aspirasi dan aktualisasi pengembangan potensi yang mengarah pada disiplin ilmu yang ditekuni, maka pembentukan Yayasan Masyarakat SM-3T menjadi sangat penting artinya.

Dan akhirnya pada tanggal 7 Juni 2015 di Makassar dengan Daftar Yayasan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia dengan Nomor AHU-0008087.AH.01.12. Tahun 2015 Tanggal 09 Juni 2015 dibentuklah Yayasan Masyarakat SM-3T Institute yang merupakan yayasan kepedulian sosial peserta SM-3T Kemristekdikti.

Di dalam konstitusi yang telah dirumuskan, bahwa Masyarakat SM-3T Institute berlandaskan semangat mewujudkan kemandirian dan kemaslahatan masyarakat dengan pola pengembangan sumber daya manusia dan kandungan potensi alam, terutama bagi daerah tertinggal Indonesia. Potensi dasar pengembangan Masyarakat SM-3T Institute merupakan modal dasar yang dimiliki bangsa ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung, yaitu:

  1. Mempunyai kuantitas anggota yang memadai dan tersebar di seantero nusantara untuk menguatkan sosialisasi dan daya jangkau program.
  2. Kualitas daya nalar/pikir anggota untuk menghadapi masalah-masalah internal dan eksternal yang sedang dihadapi.
  3. Sekretariat yang dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan.
  4. Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan sebagai pusat referensi ilmiah berbagai kegiatan.
  5. Kemampuan kerjasama dengan Pemerintah Daerah yang tergolong Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
  6. Memiliki Konsultan Pendamping yang mengarahkan dalam pengembangan yayasan.
  1. VISI MASYARAKAT SM-3T INSTITUTE

    Membentuk masyarakat dan peserta didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki kesadaran berbuat untuk mewujudkan tatanan kemaslahatan dan kemandirian daerah tertinggal Indonesia yang mengarah pada pengembangan kreativitas anggota dan mitra pelaksana dalam bidang partisipasi sosial, kepedulian pendidikan, pendampingan inovasi keilmuan, serta penggiatan dan pemertahanan kearifan budaya setempat.

  2. MISI MASYARAKAT SM-3T INSTITUTE
    1. Mengarahkan para peserta dan alumni program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal Indonesia (SM-3T) beserta Pihak yang berkepentingan lainnya (Pemerintah dan Lembaga Mitra) untuk berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional melalui mekanisme program bermaslahat dan memandirikan masyarakat daerah tertinggal Indonesia.

    2. Ikut aktif serta dalam mengupayakan publikasi dan kampaye program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal Indonesia (SM-3T)

    3. Membina dan mengembangkan kualitas serta meningkatkan akses kebermanfaatan para anggota

    4. Menjembatani berbagai informasi dan program dari pemerintah yang selama ini mengalami kesulitan sosialisasi dan realisasi pelaksanaan di daerah tertinggal Indonesia

    5. Usaha-usaha lain secara nyata dan bertanggungjawab yang menunjang tujuan organisasi.

  3. SASARAN PELAKSANAAN PROGRAM

    Sebagai yayasan ilmiah kemasyarakatan yang bersifat sosial kontributif, maka sasaran pelaksanaan program adalah peningkatan kualitas diri dan kualitas aksi dari anggota dan masyarakat sasaran sehingga tercipta generasi yang tangguh mandiri, serta memiliki penguasaan IMTAQ dan IPTEK sebagai instrumen utama dalam merekayasa terciptanya masyarakat madani

    1. POLA UMUM JANGKA PANJANG

      Untuk memberikan arah program yang berkesinambungan, maka perlu ditetapkan suatu pola umum yang bertolak dari orientasi pengembangan Masyarakat SM-3T Institute yang secara bertahap dilaksanakan dari periode ke periode secara terencana dan terpadu .

      Berdasarkan pola dasar program Masyarakat SM-3T Institute, maka disusunlah pola umum jangka panjang, yang merupakan acuan yang bersifat umum dan mendasar bagi penataan Masyarakat SM-3T Institute sebagai berikut :

      1. Penyusunan rencana kerja guna pencapaian tujuan dengan perencanaan Tahunan dan Semester agar program kerja dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga .

      2. Pelaksanaan sistem jejaring komunikasi intensif dan penguatan kelembagaan yang berstandarisasi resmi nasional

      3. Melakukan konsolidasi dan rapat evaluasi program minimal 1 (satu) semester sekali

      4. Melaksanakan ketetapan-ketetapan musyawarah anggota serta keputusan-keputusan yang ada setelah musyawarah besar.

    2. POLA UMUM JANGKA PENDEK

      Dengan mengacu pada pola dasar program serta pola umum jangka panjang Masyarakat SM-3T Institute dengan berbagai pertimbangan dan strategi pengembangan maka disusunlah pola umum program dengan pencetusan empat Deputi yang bekerja secara integral dalam kurun waktu satu masa kepengurusan sebagai berikut :

      1. DEPUTI USAHA KREATIF DAN KERJASAMA KELEMBAGAAN

        Deputi ini berperan aktif dalam mengelola usaha dan menjalin kerjasama yang bersifat halal dan tidak mengikat untuk kepentingan pemenuhan finansial aktivitas dan informasi kepengurusan

        1. Sasaran

          Terwujudnya mekanisme dan kreativitas usaha yang bisa menghasilkan alokasi dana dan kebutuhan informasi untuk menunjang kebutuhan pelaksanaan program .

        2. Kegiatan
          1. Menjaring kerjasama produktif dengan lembaga mitra dalam bersama-sama saling memberikan andil kepada program kepengurusan

          2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan kreatif, semisal bazar, penjualan baju kaos, pin , dsb demi menambah pundi-pundi keuangan

          3. Melaksanakan konsolidasi Deputi

      2. DEPUTI INTERNAL ORGANISASI DAN PEMBERDAYAAN ANGGOTA

        Deputi ini berperan aktif dalam inventarisasi keanggotaan, pengembangan kualitas dan kreativitas serta peningkatan sumber daya anggota melalui pemantasan kualitas diri sebagai pendidik guna mewujudkan aktualisasi kebermanfaatan pada masyarakat

        1. Sasaran

          Terwujudnya anggota yang sinergis serta paham dan sadar akan kualitas diri dengan tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat

        2. Kegiatan
          1. Melengkapi database keanggotaan beserta potensi yang dikandung.

          2. Ikut melakukan pengusulan konsep pengelolaan program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal Indonesia (SM-3T)

          3. Berpatisipasi aktif dalam membantu aktivitas teknis pelaksanaan program peserta yang tetap mempertahankan semangat Maju Bersama Mencerdasakan Indonesia.

          4. Melakukan upgrading dan studi banding penguatan anggota dan kelembagaan

          5. Melakukan pendampingan terhadap optimalisasi daya serap kebermanfaatan alumni program SM-3T

          6. Melaksanakan konsolidasi Deputi.

      3. DEPUTI PUBLIKASI DAN PROPAGANDA PROGRAM

        Deputi ini berfungsi sebagai sarana penciptaan karya kreatif, menjalin kerjasama informasi dan program, serta publikasi intensif perkembangan proses peserta

        1. Sasaran

          Terkampanyekannya pelaksanaan program yang ada secara massive, sistematis, dan berkesinambungan sehingga dapat memperoleh dukungan pihak mitra dalam merealisasikan kontribusi kemanusiaan dan pemerataan kualitas pendidikan Indonesia

        2. Kegiatan
          1. Melakukan pendokumentasian bukti proses berlangsungnya program, baik dalam bentuk dokumen portofolio, begitupun dokumentasi terkait

          2. Intensif melakukan publikasi kekaryaan yang menyangkut kebermanfaatan program (buku, video klip, film dokumenter, dsb)

          3. Menjalin kerjasama program dengan pihak mitra dalam membantu pelaksanaan pendidikan yang berkualitas di daerah tertinggal Indonesia

          4. Melaksanakan konsolidasi Deputi.

      4. DEPUTI PARTISIPASI KEMANUSIAAN DAN PEDULI PENDIDIKAN

        Deputi ini berperan aktif dalam penyaluran partisipasi anggota dan pihak mitra dalam relevansinya terhadap aksi sosial kemanusiaan dan pengentasan masalah pendidikan daerah tertinggal Indonesia dengan sasaran yaitu terciptanya kesadaran beserta komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat daerah tertinggal Indonesia yang mandiri dan bertatanan intelektual madani serta berbudaya.

        1. Sasaran

          Terciptanya Kesadaran beserta komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat daerah tertinggal Indonesia yang mandiri dan bertatanan intelektual madani serta berbudaya

        2. Kegiatan
          1. Menghimpun partisipasi dan kontribusi bersama terhadap kebutuhan sosial kemanusiaan daerah tertinggal Indonesia

          2. Menyelenggarakan kegiatan peduli pendidikan dan pelatihan yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dan sinergitas pengembangan daerah

          3. Melaksanakan aktivitas penggiatan kebudayaan dan pembangkitan nasionalisme yang bersentuhan langsung dengan kondisi faktual dan khazanah masyarakat setempat

          4. Inspirasi berkarya untuk para pemuda dan peserta didik daerah tertinggal Indonesia

          5. Melaksanakan konsolidasi Deputi.