Sosialisasi dengan Peserta PPG SM-3T VI. Tepat pukul 13.35 Wita, pada tanggal 25 Februari 2018, dimulailah pelaksanaan diskusi bersama antara Alumni SM-3T Angkatan IV dan V dengan mahasiswa PPG SM-3T Angkatan VI. Diskusi yang dilaksanakan di Asrama PPG SM-3T Universitas Mulawarman ini juga dihadiri oleh Saudara Akhiruddin Haer, S.Pd, Gr selaku Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) bersama rekannya Saudara Surahman Rasyid Alumni SM-3T yang juga bertindak membantu menguatkan implementasi literasi pada proses PPG
Kegiatan diskusi ini diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars SM-3T guna menumbuhkan kembali semangat para Alumni SM-3T maupun peserta PPG SM-3T yang saat ini sedang menjalani pendidikan profesi guru. Diskusi ini dipandu oleh salah satu peserta PPG SM-3T dan diikuti seluruh peserta PPG SM-3T angkatan VI UNMUL. Peserta PPG SM-3T angkatan VI UNMUL berjumlah 77 peserta yang terdiri dari empat program studi yaitu program studi Pendidikan Fisika, Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Olahraga.
Setelah itu, kegiatan diskusi dilanjutkan dengan pemaparan materi literasi untuk peserta PPG SM-3T yang disampaikan langsung oleh saudara Akhiruddin Haer, S.Pd., Gr. Pemaparan materi tersebut sangat dibutuhkan, di tengah era globalisasi informasi pada saat ini, dikarenakan menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University di New Britain, Conn, Amerika Serikat, menempatkan Indonesia pada posisi 60 dari 61 negara. Indonesia hanya setingkat lebih tinggi dari Botswana, sebuah Negara miskin di Afrika. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya budaya literasi yang ada di Indonesia pada saat ini. Hal inilah yang mendorong dilaksanakan pemaparan materi literasi untuk peserta PPG SM-3T guna menyiapkan guru masa depan yang nantinya diharapkan dapat menjadi pelopor gerakan literasi dengan menanamkan budaya literasi sejak dini pada mahasiswa PPG SM-3T.
Dalam paparannya, Saudara Akhiruddin Haer, S.Pd., Gr. memberikan informasi awal kepada peserta PPG SM-3T VI agar memahami aturan mendasar yang melandasi pelaksanaan PPG, mulai dari peraturan pemerintah tentang guru, sampai kepada Permenristekdikti nomor No 55. Tahun 2017 Tentang Standar Pendidikan Guru
Penjelasan dilanjutkannya dengan menyajikan matriks kompetensi yang kita butuhkan di abad 21 ini termasuk peranan literasi di dalamnya. Pembahasan pun semakin menarik dengan penayangan video jenis literasi dasar, sampai kepada perlunya penguatan literasi PPG beserta tahapan pelaksanaannya
Setelah pemaparan literasi yang disampaikan oleh Saudara Akhiruddin Haer, S.Pd., Gr. selesai, acara diskusi dilanjutkan dengan pengenalan Basecare MSI Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Ketua Basecare Kalimantan Timur yaitu saudara Faul Samara, S.Pd, Gr., pengenalan ini dimaksudkan agar peserta PPG dapat mengetahui lebih jauh peran dan fungsi dari basecare itu sendiri. Hal yang mendasari didirikannya basecare tersebut adalah sebagai wadah bagi para alumni untuk dapat menyalurkan aspirasi mereka guna mewujudkan generasi emas Indonesia di masa yang akan datang. Di samping itu, basecare juga berperan sebagai sarana penyambung tali silaturahmi baik sesama alumni maupun dengan peserta PPG SM-3T yang sedang menjalankan pendidikan profesi guru, serta menjaga semangat pengabdian para alumni, bahwa alumni itu tetap peduli dan terus mengabdi.
Di akhir kegiatan diskusi, diisi dengan sharing session, yakni dengan tujuan untuk berbagi pengalaman selama menjadi mahasiswa PPG dulu. Penyampaian ini disampaikan oleh Alumni SM-3T angkatan I, IV dan V yang hadir dalam diskusi ini yaitu Akhiruddin Haer, S.Pd.,Gr., Faul Samara, S.Pd., Gr., Agustyanti, S.Pd.,Gr., Eka Wijayanti, S.Pd., Gr., Dewi Priyanti, S.Pd., Gr., dan Merson Paipin, S.Pd., Gr., penyampaian pengalaman masing-masing alumni mendorong para peserta PPG SM-3T angkatan VI untuk menyampaikan beberapa pertanyaan yang ada di benak mereka, salah satunya kecemasan mereka dalam menghadapi Ujian Kompetensi Mahasiswa PPG di akhir pelaksanaan PPG yang menentukan kelulusan mereka, padahal saat menjalani workshop mereka hanya difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran dan lain-lain, sementara yang diujikan pada saat UKM mencakup seluruh aspek kompetensi guru.
Merespons hal tersebut, beberapa alumni ikut memberikan saran, “Untuk memahami kompetensi pedagogik pada saat workshop adalah dengan cara menjalani setiap proses dengan baik, salah satunya dengan memahami langkah-langkah penyusunan perangkat pembelajaran yang dibuat selama workshop SSP, baik itu dari bahan ajar, silabus, RPP, penilaian, serta media pembelajaran” ungkap Merson Paipin, Alumni SM-3T angkatan V.
‘’Dalam mempersiapkan Ujian Kompetensi Mahasiswa nantinya, peserta PPG SM-3T juga dapat melakukan berbagai metode, di antaranya dengan membahas soal-soal pedagogik dan profesional bersama dengan tutor, tutor boleh dari pihak dosen prodi atau dari tutor sebaya’’ tambah Eka Wijayanti, S.Pd., Gr. yang merupakan Alumni SM-3T angkatan IV
Di akhir diskusi, saudara Akhiruddin Haer memberikan sedikit motivasi kepada peserta PPG SM-3T angkatan VI “Jalanilah apa yang semestinya kalian jalani dengan sebaik-baiknya, nikmatilah setiap proses yang kalian lalui dengan memberikan yang terbaik pada saat proses itu berlangsung.”
Diskusi yang berlangsung apik tersebut ditutup dengan mengucapkan hamdalah secara bersama-sama oleh seluruh peserta diskusi yang hadir di ruangan tersebut dan dilanjutkan dengan foto bersama antar Alumni SM-3T dengan PPG SM-3T angkatan VI
Koordinasi dengan Pengelola PPG. Keesokan harinya, 26 Februari 2018, tim kembali melanjutkan koordinasi dengan Prof. Makrina Tindangen selaku koordinator PPG Universitas Mulawarman. Saudara Akhiruddin, S. Pd., Gr memulai perbincangan dengan memperkenalkan diri dan maksud kedatangannya. Dengan mengusung konsep penguatan literasi PPG yang merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya membaca dan berkarya bagi mahasiswa PPG, selanjutnya dia menyampaikan harapan agar pihak pengelola PPG Universitas Mulawarman ikut menyediakan sarana dan program yang mendukung terwujudnya kondusivitas belajar bagi mahasiswa PPG dan produktif dalam menghasilkan karya positif
Mendengar penjelasan yang disampaikan oleh Saudara Akhiruddin, Prof. Makrina Tindangen merespons positif dan langsung membicarakan teknis pelaksanaannya dengan berdasar pada tahapan terkini yang sementara dijalani oleh mahasiswa PPG. Beliau juga tertarik dengan gagasan pengelolaan karya ilmiah yang akan dihasilkan dengan merencanakan penerbitan dan publikasi jurnal ilmiah, khusus bagi karya mahasiswa PPG LPTK Universitas Mulawarman
“Menurut saya, program ini sangat bagus, karena dengan adanya keaktifan menulis dan berkarya, kemudian intens mempublikasikannya, selain bisa dijadikan sarana untuk saling berbagi referensi pengelolaan PPG, juga akan menunjukkan kepada khalayak rangkaian proses yang dilalui untuk bisa menjadi guru profesional” Ungkap beliau
Sebelum menutup pertemuan ini, terjalin sebuah komitmen untuk bekerjasama ikut mendukung pelaksanaan PPG Prajabatan Kemenristekditi dengan mengupayakan terjadinya proses pembelajaran dan program yang maksimal, disertai dengan publikasi yang berjalan beriringan
Reportase dan Dokumentasi; Tim Penguatan Literasi PPG







