Menjadi guru profesional tidaklah semudah berkata “Aku ingin menjadi Guru Profesional”. Seorang guru profesional dituntut untuk menguasai berbagai keterampilan yang nantinya akan diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Kenyataan itulah yang benar-benar disadari oleh peserta PPG SM-3T VI UNG, sehingga meskipun dengan rutinitas padat tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap mengembangkan bakat dan keterampilan. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan rutin berupa latihan Tari Saronde yang dilaksanakan setiap sabtu sore dan diikuti oleh seluruh peserta PPG SM-3T dan PPG Prajabatan Bersubsidi. Latihan ini dikoordinir langsung oleh Wiwi Triyanti Pulukadung, S. Pd, M. Pd selaku pamong asrama dibantu oleh Abdurrahman Mooduto, S. Pd, Gr. yang merupakan alumni PPG SM-3T V UNG.
Tari Saronde adalah salah satu tarian tradisional yang diangkat dari tradisi masyarakat Gorontalo saat malam pertunangan dalam rangkaian upacara perkawinan adat. Selain menjadi bagian dari pernikahan adat, Tari Saronde ini juga sering dijadikan sebagai tari pertunjukan. Pada dasarnya Tari Saronde dilakukan secara berpasangan yang didominasi dengan gerakan mengayunkan kaki dan tangan ke depan secara bergantian, hal ini tentunya dapat menjadi media yang baik untuk melatih kekompakan dari setiap peserta PPG.
Hal yang menarik dari proses latihan Tari Saronde yang dilaksanakan oleh peserta PPG adalah bagaimana mereka menjalani aktivitas yang tidak pernah sebelumnya mereka lakukan. Akan tetapi, bagi peserta PPG SM-3T “Professional adalah Tentang Usaha dan Keinginan, Professional adalah Jembatan Emas menuju Pendidikan Berkualitas” karena itu semangat berkobar dan usaha yang keras benar-benar ditunjukkan oleh setiap peserta. Tidak sedikit dari peserta PPG, baik laki-laki maupun perempuan yang terkadang mengalami kesulitan memperagakan setiap rentetan gerakan rumit dalam tarian tersebut, namun dengan semangat profesional dan kebersamaan peserta PPG SM-3T dapat menjadikan hal yang sulit menjadi lebih mudah untuk ditaklukkan.
Latihan ini dimaksudkan sebagai pengenalan budaya Gorontalo mengingat semua peserta berasal dari luar daerah sehingga para calon guru profesional ini memiliki wawasan kebudayaan yang lebih luas. Banyak manfaat yang dapat dipetik dalam proses latihan Tari Saronde. Selain menambah wawasan tentang kebudayaan dalam negeri, kegiatan ini juga dapat menjadi wadah bagi peserta PPG untuk mengembangakan diri dalam ranah individu dan sosial, karena dalam kegiatan latihan ini peserta dituntut untuk bekerjasama, kompak dan saling tolong menolong demi kesuksesan pertunjukan tarian ini nantinya. Mewujudkan lingkungan sosial yang nyaman layaknya keluarga juga diharapkan dapat terbentuk melalui latihan tersebut.
Manfaat lain dari kegiatan ini adalah membangun kedekatan dengan tujuan mempererat tali silaturahmi, dan diharapkan pula kedekatan ini akan menjadi dampak positif bagi peserta PPG SM-3T untuk saling bersinergi sehingga sifat profesinoal itu dapat tumbuh dan terbentuk dengan baik. Pengalaman mengabdikan diri di daerah 3T adalah semangat yang mendorong para peserta PPG SM-3T untuk memprofesionalkan diri agar menjadi pendidik berkualitas yang mampu mengubah dunia pendidikan. Peserta PPG SM-3T menyadari bahwa harapan, impian dan tujuan yang ingin mereka capai hanyalah sebagian kecil masalah yang terdapat pada dunia pendidikan di Indonesia. Akan ada tantangan yang lebih besar yang menanti untuk ditaklukkan di kemudian hari.
Pada akhirnya program PPG ini benar-benar dimanfaatkan oleh peserta untuk memperkaya diri dengan ilmu sehingga suasana, rasa, dan kegiatan apapun dilaksanakan dengan harapan peserta PPG SM-3T tidak kekurangan bekal untuk terus berjuang demi pendidikan Indonesia yang lebih maju.







