Masyakarat SM-3T Institute kembali melanjutkan pelaksanaan program Penguatan Pendidikan Karakter. Kali ini menyasar kawasan ujung selatan Indonesia, yaitu Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini terlaksana pada hari Selasa, 15 Oktober 2019, letaknya di SMA Negeri 1 Rote Timur, yang bekerjasama bersinergi dengan Guru Garis Depan Kabupaten Rote Ndao dengan mengambil tema “Kerja Bersinergi Mengedukasi Anak Negeri dalam Membentuk Karakter Mulia bagi Siswa SMA Daerah 3T Indonesia”. Kegiatan ini diawali dengan laporan ketua panitia, Benyamin Sinlae, S.Pd,,Gr. Ia menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan karakter siswa dapat dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam menghadapi perkembangan global. Kegiatan dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang tediri dari 50 siswa dan 50 Guru Garis Depan
Berkaitan dengan tema di atas, penyelenggara kegiatan mengagendakan sejumlah materi, antara lain: Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Kampanye Narkoba dan HIV/ AIDS, Gerakan Stop Bullying, Hasta Karya, Kreasi Seni dan Kelas Puisi.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Rote Timur, Mikhael Kega, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermatabat dan sangat luar biasa. Menurut beliau, pada saat ini masih adanya penurunan karakter pada diri siswa sehingga diharapkan guru sebagai profesi yang mulia harus memperlihatkan jati diri guru yang sebenarnya dalam hidup bermasyarakat agar bertanggung jawab dalam membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang lebih baik. Nasib masa depan bangsa ini bergantung dari penyiapan generasi muda sebaik mungkin. Pada akhir dari sambutannya, beliau mengharapkan agar kegiatan ini terus berlanjut, termasuk bisa terlaksana di sekolahnya kembali, karena pendidikan karakter membutuhkan waktu berulang-ulang bukan hanya sekali pertemuan saja.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh kordinator GGD Provinsi NTT, Abdul Mahyuddin Djou, S.Pd.,Gr, Ia merasa bangga bisa hadir di tempat ini. Terlaksananya kegiatan ini membuktikan bahwa Guru Garis Depan adalah guru-guru yang berdedikasi mewakafkan diri mereka demi anak bangsa. Selain itu, ia juga berpesan pada rekan-rekan GGD Kabupaten Rote Ndao agar tetap semangat dalam mengabdi dan jadikan setiap hambatan-hambatan yang ada sebagai motivasi untuk tetap mengabdi serta selalu merawat muruah MBMI.
Sedangakan sambutan berikutnya disampaikan oleh Akhiruddin Haer selaku Direktur MSI, mengawali sambutannya ia menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Rote Timur sebagai salah satu sekolah sasaran kegiatan seminar penguatan pendidikan karakter memiliki tingkat kedisiplinan yang luar biasa yang merupakan cikal bakal lahirnya ekosistem penumbungan karakter yang baik. “Kegiatan hari ini sebagai salah suatu upaya kita bersama agar generasi muda sekarang harus mempersiapkan diri menghadapi dunia global serta mewaspadai hal-hal yang berpotensi merusak mental perilaku.” Tegas Bang Haer
Selanjutnya kegiatan dimulai dengan penyajian materi tentang Wawasan Kebangsaan. Materi ini dibawakan oleh Abdul Mahyuddin Djou, S.Pd.,Gr. Ia menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya serta cita-citanya yang yang diorentasikan untuk memperkokoh serta menjaga persatuan dan ketahanan bangsa. Serta diharapkan kepada seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Rote Timur agar dapat menguasai nilai dasar Wawasan Kebangsaan sehingga terhindar dari paham-paham radikal yang dapat melahirkan disintegrasi bangsa.
Metty Chameilia Tulle, S.Pd.,Gr. selaku pemateri kedua tentang Bahaya Narkoba dan HIV/ AIDS menyampaikan bahwa penggunaan narkoba, penyakit menular seksual dan HIV/AIDS adalah lingkaran setan, ketika kita memilih menggunakan narkoba sebagai gaya hidup, maka tak bisa dielakkan kita juga akan hidup dalam pergaulan bebas dan bahayanya kita akan tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) dan AIDS. Dijelaskan pula bahwa dampak dari bahaya narkoba adalah 4R; Resah, Rehabilitasi, Rumah Sakit Jiwa dan berakhir di “Rest In Peace”. Sebanding dengan bahaya narkoba, HIV/AIDS pun sebisa mungkin agar kita tidak mengidapnya dikarenakan sampai sekarang ini belum ditemukan obat yang dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh manusia, obat yang ada hanya untuk menghambat perkembangbiakan virus HIV. Pada akhir materi, Ia bepesan bahwa apapun yang Anda hadapi, Anda adalah penentu atas keputusan yang diperbuat. Mari buat keputusan yang tidak akan kita sesali
Selain itu, Fery Kurniawan, S.Pd.,Gr, GGD yang bertugas di SMA N 1 Rote Timur, membawakan materi Stop Bullying. Ia mengatakan bahwa, 40-80% siswa atau peserta didik mengalami kasus bullying dan itu merupakan sebuah masalah yang mempengaruhi kehidupan. Faktanya dari tahun ke tahun masalah bullying sangat tinggi sekali. Pada paparannya ia mengatakan bahwa bullying itu bisa terjadi karena adanya kesempatan dan minimnya pengawasan dari orang tua atau guru. “Katakan tidak pada bullying”, karena Anda semua adalah agen-agen melawan bullying.” Tegas Pak Fery
Pada sesi terakhir, dilaksanakanlah kegiatan hasta karya dan kelas puisi. Pada kegiatan Hasta karya, siswa-siswi dibagi dalam beberapa kelompok dan diajarkan tentang pengelolaan limbah plastik sendok menjadi souvenir yang bernilai ekonomis dan menarik, dan langsung diajarkan oleh rekan-rekan guru Garis Depan Rote Ndao. Sedangkan di kelas yang terpisah dilaksanakan juga kelas puisi yang dimentori langsung oleh Koordinator GGD Provinsi NTT. Pada sesi kelas puisi ini, anak-anak diajarkan tentang bagaimana cara menulis dan membaca puisi yang baik.
Selain di Rote Ndao, NTT, kegiatan penguatan pendidikan karakter seperti ini dan agenda Mengedukasi Anak Negeri akan terus digiatkan oleh para alumni SM-3T dalam menerjemahkan semangat Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Diharapkan dengan adanya gerakan masif dan bersinergi, seluruh peserta didik, alumni SM-3T, dan para Guru Garis Depan bisa menjadi agen pembaharu bangsa dalam penguatan kepribadian mulia guna mempersiapkan diri memasuki Generasi Emas Indonesia 2045.







