Kegiatan edukasi literasi bagi guru 3T Indonesia kembali digelar oleh Masyarakat SM-3T Institute, kali ini di Kabupaten Luwu Utara. Pada tanggal 1–2 Oktober 2022, kegiatan berpusat di SMP Negeri 2 Malangke Barat yang menjadi lokasi pertemuan para pendidik. Tim edukasi literasi harus menempuh perjalanan panjang dari Kota Makassar dengan jarak sekitar 462,7 kilometer dengan durasi waktu 9–10 jam. Perjalanan ini menjadi simbol nyata dari komitmen untuk terus menghadirkan manfaat literasi hingga ke pelosok negeri.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara yang menegaskan bahwa program ini sangat baik, khususnya karena guru saat ini dituntut dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Edukasi literasi ini diharapkan menjadi penunjang kompetensi sekaligus kesempatan emas bagi para guru untuk meningkatkan kualitas diri. Para peserta pun diingatkan untuk memanfaatkan kegiatan dengan sebaik-baiknya agar hasilnya dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.
Sebanyak 50 guru SD dan SMP dari berbagai kecamatan di Luwu Utara hadir dengan penuh semangat. Mereka menerima beragam materi penting yang meliputi pemahaman 6 literasi dasar, pendidikan karakter, pembelajaran berbasis lingkungan, strategi literasi dalam kerangka Merdeka Belajar, hingga penerapan sekolah ramah literasi. Materi-materi ini tidak hanya dipaparkan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi praktik, diskusi, dan simulasi sehingga peserta lebih mudah mengimplementasikannya.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai testimoni. Salah satunya datang dari Kaharman, S.Pd., guru dari Malangke Utara, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada MSI atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, materi yang diterima sangat relevan dan bermanfaat untuk diterapkan baik dalam pembelajaran maupun pengembangan budaya literasi di sekolah. Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, sehingga semakin banyak guru di daerah 3T yang mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini mencerminkan gerakan kolektif membangun literasi yang tidak hanya menguatkan kompetensi guru, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi siswa dan sekolah. Melalui penguatan literasi, pendidikan karakter, dan lingkungan belajar yang ramah, diharapkan lahir generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya literasi.
Salam literasi










