Setelah sukses melaksanakan kegiatan edukasi literasi bagi guru di Kabupaten Wajo, Yayasan Masyarakat SM-3T Institute kembali melanjutkan misinya untuk menguatkan peran literasi di daerah dengan menyapa para pendidik di Kabupaten Luwu. Program yang telah diinisiasi sejak tahun 2021 ini terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan ruang belajar bersama bagi para guru, dengan tujuan agar guru mampu memahami, menghayati, sekaligus mengimplementasikan literasi dalam berbagai aspek pembelajaran. Kabupaten Luwu menjadi titik penting berikutnya, di mana kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24–25 September 2022 bertempat di SDN 21 Taddette, Belopa.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari penuh dengan suasana yang sangat hidup, hangat, dan penuh rasa kebersamaan. Sebanyak 50 guru SD dan SMP dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu hadir sebagai peserta. Antusiasme terlihat sejak awal, para guru datang dengan semangat tinggi meski sebagian menempuh perjalanan cukup jauh demi bisa ikut serta. Kehadiran mereka membuktikan bahwa semangat untuk terus belajar dan berkembang tidak pernah padam, sekalipun tantangan di lapangan begitu besar.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak PP. Noor selaku perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Masyarakat SM-3T Institute. Beliau menegaskan bahwa kegiatan bertema literasi seperti ini sangat jarang diadakan, terlebih dengan pendekatan yang menyeluruh mulai dari literasi dasar hingga praktik pengembangan literasi sekolah. Beliau juga menyatakan rasa syukur karena Kabupaten Luwu dipilih sebagai salah satu titik pelaksanaan kegiatan, dan berharap agar para guru benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik demi peningkatan kualitas pembelajaran di daerah.
Materi yang disajikan selama kegiatan begitu komprehensif, meliputi pemahaman tentang enam literasi dasar (baca-tulis, numerasi, sains, finansial, digital, serta budaya dan kewargaan), penguatan pendidikan karakter, strategi pembelajaran berbasis lingkungan, serta penerapan literasi dalam kerangka Merdeka Belajar. Tidak berhenti pada teori, para peserta juga diajak terjun dalam praktik membuat denah kaya literasi di sekolah, sebuah inovasi yang mendorong guru untuk memetakan kegiatan literasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah masing-masing.
Respon peserta menunjukkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan di lapangan. Harta Inata, S.Pd., Gr., guru dari SDN 54 Rate Ala, Larompong, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, program edukasi literasi ini memberi ruang baru bagi guru untuk menambah wawasan sekaligus membangun semangat dalam menerapkan literasi di kelas. Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti hanya pada tataran pelatihan, melainkan harus benar-benar diimplementasikan sehingga siswa dapat merasakan manfaatnya secara nyata.
Apresiasi juga datang dari Kepala SDN 21 Taddette selaku tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih mendalam kepada Masyarakat SM-3T Institute yang telah mempercayakan sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan. Beliau berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan oleh para guru dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada peserta didik. Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini sebaiknya tidak berhenti hanya satu kali, tetapi perlu ada tindak lanjut dan kesinambungan agar gerakan literasi benar-benar mengakar kuat di sekolah-sekolah Kabupaten Luwu.
Selain materi dan praktik, kegiatan ini juga menghadirkan suasana kolaboratif dan reflektif. Guru-guru yang hadir saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi di kelas, serta mencari solusi bersama dalam mengembangkan budaya literasi. Suasana diskusi yang cair namun serius memperlihatkan bahwa guru di daerah memiliki keinginan kuat untuk terus berinovasi. Bahkan beberapa peserta menyampaikan ide untuk menjadikan kegiatan ini sebagai awal terbentuknya jejaring literasi antar sekolah, agar dampaknya lebih luas dan berkesinambungan.
Dengan terlaksananya kegiatan di Kabupaten Luwu, rangkaian program edukasi literasi bagi guru yang diinisiasi Masyarakat SM-3T Institute semakin memperlihatkan kebermanfaatannya. Dari Wajo hingga Luwu, semangat literasi terus digelorakan, memperlihatkan bahwa gerakan ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan juga sebuah perjalanan panjang membangun kualitas pendidikan. Antusiasme guru, dukungan dari pemerintah daerah, serta komitmen kuat dari tim pelaksana menjadi modal besar untuk memastikan bahwa literasi benar-benar menjadi ruh dalam proses pembelajaran sehingga semakin banyak guru yang tercerahkan, semakin banyak sekolah yang menghidupkan budaya literasi, dan semakin banyak siswa yang merasakan manfaat dari lahirnya ekosistem literasi yang sehat dan berkelanjutan.
Salam literasi









