Rangkaian Edukasi Literasi bagi Guru Daerah 3T Indonesia yang diinisiasi oleh Masyarakat SM-3T Institute (MSI) terus bergulir, menembus batas-batas wilayah untuk memastikan cahaya literasi sampai ke pelosok negeri. Setelah sebelumnya hadir di beberapa kabupaten kini berlanjut pada tanggal 8–9 Oktober 2022 kegiatan ini akhirnya tiba di Bumi Batara Guru Kabupaten Luwu Timur, daerah yang dikenal dengan sebutan. Lokasi kegiatan bertempat di SDN 146 Maleku, Kecamatan Mangkutana, yang menjadi saksi semangat para pendidik untuk menimba ilmu literasi.
Luwu Timur bukanlah daerah yang mudah dijangkau. Terletak di ujung timur Provinsi Sulawesi Selatan, wilayah ini berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tenggara di sisi selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah di sisi utara. Dari Makassar, tim MSI harus menempuh perjalanan darat sejauh ratusan kilometer, jalan berliku, jarak panjang, dan waktu tempuh yang panjang justru menambah dramatisasi perjalanan ini, seolah menggambarkan betapa panjang pula perjuangan untuk menghadirkan akses pendidikan dan literasi yang merata bagi guru-guru di daerah 3T. Namun, lelah itu terbayar lunas ketika melihat wajah penuh semangat dari 50 peserta yang terdiri dari guru SD, guru SMP, hingga kepala sekolah yang hadir sebagai peserta mengikuti kegiatan.
Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh Ibu Meriati, S.Pd., pengawas sekolah, yang menyampaikan pesan mendalam kepada peserta. Beliau mengingatkan agar para guru dan kepala sekolah memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena instruktur yang hadir merupakan orang yang ahli di bidangnya. “Terima kasih kepada MSI yang telah datang jauh-jauh ke Luwu Timur. Kita semua sadar bahwa literasi di daerah ini, khususnya di Kecamatan Maleku, masih perlu banyak bimbingan dan pendampingan. Harapan kami, setelah kegiatan ini para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, sehingga kebijakan dan program sekolah dapat semakin berpihak pada penguatan literasi,” ujarnya. Sambutan ini disambut tepuk tangan meriah, menandakan antusiasme dan kesadaran akan pentingnya gerakan literasi.
Materi yang peserta dapatkan mengenai pemahaman komprehensif mengenai 6 literasi dasar (baca-tulis, numerasi, sains, finansial, digital, serta budaya dan kewargaan), pendidikan karakter, pembelajaran berbasis lingkungan, implementasi literasi dalam kerangka Merdeka Belajar, serta bagaimana mewujudkan sekolah ramah literasi. Tidak berhenti pada teori, kegiatan ini juga menekankan praktik, diskusi kelompok, dan simulasi agar para guru lebih siap mengaplikasikannya di sekolah masing-masing.
Salah satu topik yang paling menyedot perhatian peserta adalah pembahasan tentang Profil Pelajar Pancasila. Banyak guru dan kepala sekolah yang menginginkan contoh nyata penerapannya yang bisa diamati, ditiru, dan dimodifikasi untuk konteks sekolah mereka. Antusiasme ini menunjukkan bahwa para pendidik haus akan pembaruan, ingin bertransformasi, dan tidak ingin tertinggal dari perkembangan zaman.
Testimoni peserta turut memperkuat betapa berharganya kegiatan ini. Irwanti, S.Pd., guru dari SDN 161 Seddang Sari, Luwu Timur, dengan mata berbinar menyampaikan rasa syukurnya. “Selama ini kami merasa tertinggal dalam hal literasi. Banyak manfaat dan wawasan baru yang saya dapatkan di kegiatan ini. Ilmu saya bertambah, motivasi saya meningkat, dan saya siap mengimplementasikannya di sekolah. Harapan saya, kegiatan ini bisa terus diadakan di Luwu Timur karena kami masih sangat kekurangan pelatihan. Materinya juga sangat relevan dengan kurikulum terbaru, sehingga kebingungan kami terjawab,” tuturnya penuh harap.
Apresiasi yang sama datang dari Ibu Damaris Pallan, S.Pd., SD, Kepala SDN 146 Maleku sekaligus tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan betapa besar arti kehadiran MSI di Luwu Timur. “Kami merasa senang dan bersyukur kegiatan ini bisa terselenggara di sekolah kami. Terima kasih kepada tim MSI yang sudah jauh-jauh datang ke ujung Sulawesi Selatan ini. Semoga ada tindak lanjutnya, karena kegiatan seperti ini benar-benar bermanfaat dan sangat dirasakan dampaknya oleh guru dan kepala sekolah di daerah kami,” ungkapnya dengan penuh haru.
Kegiatan edukasi literasi di Luwu Timur bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah pesan simbolis bahwa literasi harus hadir hingga ke batas terjauh negeri ini. Dari pusat kota hingga pelosok perbatasan, semangat untuk memperkuat guru dengan ilmu literasi adalah upaya nyata menghadirkan pendidikan yang adil dan merata. MSI telah membuktikan, jarak ratusan kilometer bukan penghalang untuk menyalakan pelita pengetahuan. Justru dari wilayah perbatasan inilah, suara perubahan bergema: bahwa guru daerah 3T juga berhak mendapatkan bekal literasi yang bermutu, agar kelak melahirkan generasi yang berkarakter, cerdas, dan melek masa depan.
Salam Literasi









