Sabtu, 18 Mei 2019 bertempat di lingkungan Surau Nuruttauhid Tanjungbatu, yang juga tak jauh dari sekretariat taman baca layar negeri yang digagas oleh Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, melakukan kegiatan sosial pendidikan dalam rangka kampanye literasi berupa membaca nyaring. GGD membacakan kisah para nabi secara bergantian menggunakan buku-buku kisah bergambar.
Meski hujan lebat, hal tersebut tak mengurangi antusias anak-anak untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Lebih dari tiga puluh anak yang datang sore itu.
Kegiatan ini merupakan kegiatan literasi kesekian kalinya yang coba dilakukan. Bersempena dengan bulan suci ramadan, GGD Karimun tak mau ketinggalan memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan sayap. Buku-buku yang dipilih pun disesuaikan dengan momennya. Maka, buku kisah para nabi dianggap tepat pada kegiatan kali ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dilakukan menjelang berbuka puasa. Kita pun jadi ingat kembali tentang kisah-kisah para nabi. Yang tak tahu kisahnya jadi tahu karena kegiatan ini.” Kata salah satu orang tua yang turut hadir dan menemani anaknya sore itu.
Setelah kegiatan usai, GGD membagikan takjil kepada anak-anak yang hadir dan dilanjutkan dengan membagikan takjil ke masyarakat sekitar. Sebanyak 150 takjil dibagikan sore itu. Hal ini dilakukan juga sebagai sarana mempererat silaturahim dengan masyarakat atas kehadiran GGD di Pulau ini.
Tak ingin melewatkan momen berbagi kebahagiaan di bulan ramadan ini, Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Karimun juga menginisiasi kegiatan belanja bareng yatim. Sebuah program dimana GGD mengajak anak-anak yatim di sekitarnya untuk belanja persiapan lebaran.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ahad, 19 Mei 2019 bertempat di Pasar Bawah Balai Pemuda, Tanjungbatu, Pulau Kundur. Sebanyak dua puluh empat anak yatim mendapatkan kesempatan belanja bareng ini.
“Ini kegiatan baru di sini. Belum pernah kegiatannya anak yatim diajak belanja ke pasar. Biasanya, orang-orang kalau mau berbagi dengan anak yatim, mereka hanya memberikan uang ataupun langsung berupa barang.” Kata Heriyati, Kepala Sekolah SD Negeri 010 Kundur. Sekolah salah satu GGD di kabupaten ini yang juga merupakan salah satu donatur kegiatan.
Adapun kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan, kebahagiaan, kebebasan, dan juga kemandirian kepada anak-anak yatim untuk memilih sendiri kebutuhannya menjelang lebaran nanti.
Pada kegiatan ini, setiap relawan yang berasal dari GGD mendampingi dua orang anak yatim untuk belanja kebutuhan lebaran. Masing-masing anak yatim diberi uang sebanyak dua ratus lima puluh ribu rupiah. Uang tersebut harus dihabiskan selama satu jam. Semacam mendapat uang kaget. Dana yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan hasil urunan dari GGD serta juga masyarakat umum yang tergerak hatinya.
“Kita hanya maksimalkan broadcast via whatsapp kepada kenalan-kenalan. Alhamdulillah, sumbangan terus berdatangan hingga pagi, menjelang kegiatan hari ahad.” Kata Vita, selaku koordinator lapangan. “Mudah-mudahan tahun depan bisa melakukan kegiatan seperti ini lagi dengan jumlah yang lebih besar.” tambahnya.
Meski diguyur hujan lebat sejak pagi hingga berakhirnya kegiatan, tak menyurutkna langkah untuk terus berbagi. Di akhir kegiatan, masing-masing anak yatim juga masih mendapatkan amplop berupa uang saku sejumlah seratus ribu rupiah. Uang ini boleh digunakannya untuk apa saja, barangkali juga untuk persiapan masuk sekolah selepas lebaran. Kegiatan pun ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi.
Reportase: Tim reportase GGD Kabupaten Karimunn
Editor: Tim editor MSI













