Dalam rangka memperingati hari lahir SM-3T ke-6 dan sekaligus sebagai salah satu upaya untuk menggiatkan gerakan literasi di sekolah, Basecare Masyarakat SM-3T Institute (MSI) Wilayah Kalimantan Timur yang berpusat di Samarinda mengadakan kegiatan donasi 1000 buku untuk anak negeri. Kegiatan ini dilaksanalan di Desa Selengot, Kecamaran Tanjung Harapan Kabupaten Passer Provinsi Kalimantan Timur pada hari Jumat tanggal 22 September 2017
Desa Selengot yang menjadi tujuan kami merupakan desa yang berada di bagian selatan Provinsi Kalimantan Timur dan berada di bagian pesisir laut. Seluruh masyarakatnya hidup bekerja sebagai nelayan. Akses listrik Desa Selengot masih menggunakan mesin diesel yang dinyalakan selama 12 jam setiap harinya. Sarana pendidikan di Desa Selengot berupa 2 sekolah yakni 1 SD Negeri 005 yang memiliki 200 murid dan SMP Negeri 4 yang memiliki 49 murid. Kondisi 2 sekolah tersebut masih terbilang belum lengkap untuk sarana dan prasarananya, terutama ketersediaan buku pelajaran dan bacaan untuk siswa. Berawal dari informasi Ernawati Fajrin S.Pd., Gr seorang guru di SMP Negeri 4 Tanjung Harapan yang juga merupakan alumni SM-3T mengatakan bahwa kondisi pembelajaran siswanya kerap tidak maksimal disebabkan kurangnya akses buku pelajaran dimiliki sekolah tersebut. Hal inilah yang mendorong Basecare MSI Kalimantan Timur untuk segera merespons dan mendonasikan buku kepada 2 sekolah tersebut
Desa Selengot ini berjarak sekitar 400 km dari Samarinda dan untuk dapat mencapai lokasi tersebut, perjalanan dilalui melalui transportasi darat dan air. Tim Basecare MSI Kalimantan Timur yang melakukan perjalanan beranggotakan 5 orang; Faul Samara, Charles Yulianto Nggata, Irham, Mutiatul Khoiroh dan Nurmie. Perjalanan pertama dimulai dari Samarinda menuju Balikpapan sejauh ±100 km dengan transportasi darat. Setibanya di Balikpapan perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Penajam melalui transportasi air yakni menggunakan penyeberangan kapal Ferry. Setelah kapal Ferry berlabuh, perjalanan dilanjutkan melalui transportasi darat menuju Desa Lori di Kabupaten Passer ± 6 jam memakan waktu. Sesampainya di Desa Lori, perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Selengot dengan menggunakan perahu motor (ketinting) selama satu jam.
Sambutan masyarakat, guru, dan siswa sangat baik, hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki keinginan besar untuk dapat membaca dan belajar, tapi memang terkendala oleh fasilitas yang kurang sehingga mereka sangat mengapresiasi kegiatan donasi buku tersebut. Ungkapan ini diucapkan oleh Pak Erik selaku wakil kepala SMP Negeri 4 Tanjung Harapan.
Faul Samara selaku Koordinator Basecare MSI Kalimantan Timur mengatakan bahwa buku yang didonasikan diperoleh dari sumbangan donator berbagai kalangan, yakni masyarakat, guru, dan alumni SM-3T di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Jenis buku dari hasil sumbangan donatur berupa buku pelajaran, kumpulan soal, novel, dan komik. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas sumbangan buku tersebut” tambah Faul.
Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di sini, namun bisa terus berlanjut mengirimkan donasi buku ke berbagai sekolah yang memang membutuhkannya, sehingga proses belajar dapat dimaksimalkan dan minat baca siswa bisa meningkat
Reportase: Tim Basecare Kalimantan Timur
Editor: Akhiruddin HaeR dan Reby Oktarianda







