Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Bengkalis dan alumni SM-3T yang tersebar di Provinsi Riau mengadakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri yang berlokasi di SD Negeri 020 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Untuk sampai ke SD Negeri 020 Bantan memerlukan waktu tempuh kurang lebih 6 jam perjalanan dari Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru. Perjalanan dimulai dari Kota Pekanbaru menuju pelabuhan Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis menggunakan transportasi darat selama 4 jam. Untuk sampai ke Pulau Bengkalis perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi air yakni kapal penyeberangan (Roro) dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Setelah kapal berlabuh, perjalanan dilanjutkan menuju SD Bantan yang memakan waktu 1 jam perjalanan darat.
Sabtu, 11 Agustus 2018 (Hari Pertama pelaksanaan kegiatan)
Kegiatan pembukaan terlaksana pada pukul 09:00 WIB. Sebelum acara resmi dibuka terdapat beberapa penyampaian kata sambutan. Reri Arianto, S.Pd., Gr., selaku koordinator GGD Kabupaten Bengkalis, Riau berkesempatan memberikan kata sambutan di awal. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersedia membantu terwujudnya kegiatan MeAN di SD Negeri 020 Bantan. Akhir kata ia mengucapkan kalimat yang membuat semangat membara “jangan tanyakan apa yang sudah diberikan oleh negara; tapi tanyakan apa yang sudah kita berikan kepada negara”.

Dalam kesempatan MeAN kali ini, Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku Direktur Masyarakat SM-3T Institute turut hadir untuk mengikuti kegiatan. Pria yang akrab disapa Bang Haru ini mengatakan kepada seluruh undangan yang hadir bahwa GGD bisa memprakarsai kegiatan di daerah tempatnya mengabdi, salah satunya adalah kegiatan Mengedukasi Anak Negeri ini. MeAN telah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia. Selain MeAN tersebut, GGD juga bisa menginisiasi program yang berdampak positif dan bermanfaat pada lingkungan sekitarnya. Dimulai dari kecil saja dahulu, yakni sekolah karena relung GGD adalah sekolah. Lalu kemudian berlanjut untuk masyarakat di sekitar kita (desa).

Menanggapi pernyataan Akhiruddin, Kepala Desa Bantan Tengah Bapak Syamsul Arifin, S.T., yang turut hadir sebagai tamu undangan kegiatan MeAN memberikan komentar positif. Bahwa GGD bisa memberikan andil di desa kami ini atau desa lain dengan konsep program yang dibentuk, tetapi tentunya program tersebut mesti kita bahas bersama sesuai dengan kebutuhan desa tadi. “Desa siap memfasilitasi program dan mari bersama dipelajari antara penggagas konsep dengan penerima konsep,” tutupnya.
Acara resmi dibuka oleh Bapak Abu Thalib, S. Pd., SD., selaku Kepala SD Negeri 020 Bantan pukul 09:30 WIB. Dalam sambutannya ia menyampaikan terima kasih kepada GGD telah bersedia hadir di sekolah yang dipimpinnya untuk berbagi ilmu kepada guru dan seluruh peserta didik. Kepada peserta didik ia berpesan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan bersungguh-sungguh. Bapak Abu Thalib mengakhiri pembukaannya dengan pantun;
Tenda biru dibawahnya ada bangku
Bangku-bangku diduduki siswa sekolah
Tuntutlah ilmu yang diberikan bapak ibu guru
Semoga ilmu ananda dapat menjadi berkah

Doa bersama untuk kelancaran kegiatan MeAN dipimpin oleh Insan Valentino Wibawanto, S. Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis.
Dalam MeAN kali ini, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu; (1) sosialisasi gerakan literasi sekolah; (2) hasta karya; (3) kesenian; (4) pendidikan karakter; (5) permainan edukasi; (6) senam kesehatan dan jasmani; dan (7) latihan baris-berbaris.
Sarasehan Literasi Sekolah
Usai pembukaan, pukul 10:00 WIB kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Literasi Sekolah (SLS). Kegiatan ini dibawakan langsung oleh Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., Direktur Masyarakat SM-3T Institute. Peserta SLS adalah seluruh tenaga pengajar SD Negeri 020 Bantan dan perwakilan GGD Bengkalis.

Akhiruddin menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas pada dunia membaca dan menulis, meskipun itu adalah kemampuan dasar untuk menguasai lima kompetensi literasi lainnya seperti; literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi, literasi keuangan, literasi kebudayaan dan kewarganegaraan. Untuk mampu menguasai keenam kemampuan literasi tersebut, dasarnya meski kokoh yaitu kemampuan membaca dan menulis. Harus diakui kemampuan membaca dan menulis peserta didik di Indonesia sangat sulit. Untuk menumbuhkan minat baca peserta didik, langkah awal adalah peserta didik harus dikondisikan dalam iklim yang mendekatkan mereka pada buku. Contoh kecilnya adalah di salah satu pojok ruangan kelas dibuatkan pojok baca dengan meletakan bahan bacaan.
Berlangsung di dalam ruangan kelas, kegiatan ini berlangsung selama dua jam. Sarasehan literasi sekolah dibungkus dalam bentuk diskusi. Tanya dan jawab terjadi selama kegiatan berlangsung. Bapak Abu Thalib, S. Pd., SD., selaku Kepala SD Negeri 020 turut hadir menjadi peserta dan bertanya bagaimana cara mengukur peserta didik ingin membaca atau tidak setelah mendirikan pojok baca di ruangan kelas. Pertanyaan Bapak Abu Thalib tadi direspon langsung oleh Reby Oktarianda, S. Pd., Gr., alumni PPG SM-3T. Lewat pengalaman Reby dan rekan-rekan alumni PPG SM-3T Riau dalam mendirikan pojok baca di SD Negeri 020 Pangkalan Baru, Kampar, Riau. Reby menyebutkan untuk mengukur peserta didik membaca atau tidak bahan bacaan di kelas dengan membuat alat ukur sendiri, diantaranya adalah jurnal baca peserta didik. Jurnal baca peserta didik tadi dibuat dengan format sederhana, seperti mencantumkan daftar nama anak dan daftar judul bacaan yang telah dibaca. Jurnal tersebut ditulis sendiri oleh peserta didik untuk kemandirian dan kesadarannya setelah selesai membaca.
Menutup kegiatan sarasehan literasi sekolah ini, Akhiruddin berharap kepada guru SD Negeri 020 Bantan dan GGD khususnya, agar bisa menumbuhkan budaya literasi sekolah di sekolah masing-masing.
Hasta Karya
Bentuk olah kreativitas peserta didik dalam kegiatan MeAN ini adalah Hasta Karya. Kegiatan ini berlangsung pukul 10:00 WIB bersamaan dengan kegiatan sarasehan literasi sekolah. Peserta didik yang ikut kegiatan ini mendapatkan pelatihan membuat kreasi bros bunga dari kain flanel. Peserta didik dibimbing langsung oleh Mardiati, S.Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis dengan bahan-bahan antara lain, botol bekas, pita, benang rajut, jarum, peniti dan lem tembak. Peserta didik diarahkan secara detail sehingga mampu membuat bros yang layak digunakan dalam kesehariannya. Mardiati menjelaskan bahwa kegiatan ini memotivasi peserta didik untuk kreatif dalam menghasilkan karya.

Usai pelaksanaan membuat kreasi bros dari kain flanel, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan Majalah Dinding (MADING). Yogi Prayogi, S.Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis selaku penanggung jawab kegiatan ini, mengatakan kreasi MADING selain upaya menumbuhkan minat membaca dan menulis peserta didik juga menumbuhkan kreativitas peserta didik. Jika MADING dibuat biasa dan kurang menarik membuat peserta didik enggan menulis dan menempelkan hasil karyanya di majalah dinding. Peserta didik diarahakan membentuk kelompok. Masing-masing peserta didik dalam kelompok bertugas menulis puisi; menggunting karton, dan mengkreasikan MADING. Sebelum menempel puisi hasil karya siswa di majalah dinding, Yogi mengarahkan peserta didik untuk membacanya di depan kelas terlebih dahulu. Hal ini berkaitan dengan menumbuhkan semangat literasi sekolah, yakni kecintaan pada membaca dan menulis.

Kesenian (Paduan Suara dan Pantomim)
Pukul 13:30 WIB kegiatan kembali dilaksanakan usai ISHOMA. Kegiatan yang diikuti oleh peserta didik adalah kesenian, diantaranya paduan suara dan pantomim. GGD mencoba memperkenalkan kesenian pantomim kepada peserta didik.
“Hal tersebut pengalaman baru didapatkan peserta didik SD Negeri 020 Bantan. Hal tersebut sangat sering dilombakan di O2SN Kabupaten Bengkalis, hanya saja kami belum pernah mengirimkan perwakilan peserta didik untuk berlomba karena kami tidak tahu dan bisa”, ujar Bapak Abu Thalib, S.Pd., SD.
Melalui keuletan Elsa Monita, S.Pd. Gr., GGD Kabupaten Bengkalis mampu membimbing peserta didik untuk mengenal dan melakukan gerakan pantomim. Hasil latihan yang dilalui akan ditampilkan di depan peserta didik, guru, dan GGD sebagai apresiasi peserta didik yang telah mendapatkan pelatihan.
Pada jam yang sama kegiatan lainnya juga dilaksanakan, yaitu Paduan Suara. Mengenal lagu nusantara dapat dijadikan oleh GGD sebagai wahana paduan suara kepada peserta didik. Ana Dian Pertiwi, S. Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis mencoba membimbing peserta didik menyanyikan lagu nusantara. Selain menekankan seni dalam paduan suara, hal tersebut juga menjadi wahana menanamkan rasa nasionalisme dengan menyanyikan lagu nusantara Indonesia. Hasil latihan yang sudah dilalui akan ditampilkan esok harinya saat acara penutupan kegiatan MeAN.

Pendidikan Karakter (Wawasan Kebangsaaan dan Cinta Tanah Air)
Pendidikan penguatan karakter juga dilaksanakan pada kegiatan MeAN di SD Negeri 020 Bantan. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 15:00-16:00 WIB. Mengambil tema Wawasan Kebangsaaan dan Cinta Tanah Air, alumni PPG SM-3T Reby Oktarianda, S. Pd., Gr., memberikan materi kepada peserta didik di dalam ruangan kelas. Peserta didik yang mengikuti kegiatan berjumlah 30 orang dari kelas 4, 5, dan 6. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air Indonesia dan mengenal berbagai keberagaman yang dimiliki Bangsa Indonesia. Dalam penyampaiannya, pemateri mengungkapkan beberapa hal penting, antara lain sejarah kemerdekaan Indonesia dari periode penjajahan, kebangkitan nasional, sumpah pemuda, sampai pada pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di akhir kegiatan, peserta didik bersama pemateri menyanyikan lagu wajib nasional “Hari Merdeka” untuk menciptakan semangat dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Permainan Edukasi
Sore hari pukul 16:30 WIB, usai ISHOMA kegiatan MeAN kembali dilanjutkan dengan permainan edukasi. Bayu Andika, S.Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis langsung memimpin kegiatan yang sangat disukai oleh peserta didik karena acara berlangsung di lapangan. Bayu memberikan tiga jenis permainan edukasi, diantararnya estafet kelereng, lomba balap karung, dan lomba engrang batok. Permainan edukasi ini sangat antusias diikuti karena menuntut gerak aktif tubuh dalam aktivitas menjadikan peserta didik riang. Tidak hanya bergerak, permainan edukasi juga dibungkus menjadi bemakna karena didalam setiap jenis permainan dimasukan unsur ketangkasan olah pikir dengan berbagai rintangan yang sudah diatur oleh GGD. Contohnya seperti permainan balap karung. Pada garis start peserta didik akan mengambil potongan karton berukuran kecil yang didalamnya terdapat kalimat butir setiap sila PANCASILA. Setelah mengambil potongan tadi, peserta didik akan melompat menggunakan karung sampai garis finish dimana pada ujung finish tersebut peserta didik akan meletakkan potongan karton kecil tadi di karton berukuran besar. Setiap potongan yang berhasil dibawa oleh peserta didik wajib melakukan penyusunan potongan kalimat menjadi susunan PANCASILA dengan benar sesuai urutannya. Kelompok pemenang adalah kelompok yang berhasil menyusun susunan potongan kalimat menjadi utuh dan benar. Meski jatuh saat melompat dengan menggunakan karung, peserta didik tetap bersemangat dan senyum riang tampak keluar dari wajah mereka.

Pemutaran film edukasi
Malam harinya usai melaksanakan sholat Isya berjamaah dan pembacaan yasin secara bersama-sama oleh peserta didik dan GGD, Ibah Riadi, S.Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis langsung mengarahkan peserta didik keluar dari masjid untuk berjalan menuju lapangan sekolah guna mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Ibah selaku penanggung jawab kegiatan pemutaran film edukasi memberikan gambaran dan mengarahkan peserta didik untuk bisa memetik pesan dan kesan positif dari film yang akan disaksikan. Film edukasi yang diputar berjudul “Di Timur Matahari” dan setelah selesai menonton film tersebut, peserta didik mampu mengungkapkan kesannya. “Kenapa guru di Papua sana tidak ada datang dan mengajar? Kita beruntung tidak berada pada situasi seperti itu. Kita bersyukur dan berterima kasih guru-guru di sekolah kita bisa memberikan ilmunya pada kita” ungkap Solahudin, salah satu peserta didik yang menyaksikan film tersebut.

Pemutaran film edukasi telah usai dan jam telah menunjukan pukul 21:30 WIB. Siswa kembali diarahkan oleh GGD dan alumni untuk beristirahat tidur di ruangan kelas yang sudah dikondisikan guna melanjutkan kegiatan pada esok harinya.
Minggu, 12 Agustus 2018 (Hari kedua pelaksanaan kegiatan)
Senam Pagi
Kegiatan hari kedua dimulai dengan kegiatan senam. Namun sebelum pelaksanaan kegiatan senam, peserta didik beserta seluruh tim MeAN melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid. Penanggung jawab kegiatan Zulifkar, S. Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan olah gerak kepada peserta didik agar sehat bugar baik secara jasmani dan rohani. Senam bersama ini juga diikuti oleh tim MeAN bersama seluruh peserta didik.

Pelatihan Baris-Berbaris (PBB)
Kegiatan selanjutnya yang terlaksana di hari kedua MeAN adalah latihan baris-berbaris. Usai senam, peserta didik diminta untuk beristirahat dan sarapan pagi. Usai sarapan, kembali tim MeAN mengarahkan peserta didik untuk dapat berkumpul kembali di lapangan dan mengatur barisan. Satria Jaya Kesuma, S. Pd., Gr., GGD Kabupaten Bengkalis selaku penanggung jawab kegiatan latihan baris-berbaris ini menerangkan manfaat peserta didik diberikan latihan baris-berbaris tujuannya adalah untuk; (1) melatih daya konsentrasi peserta didik, pasalnya, ketika melaksanakan baris-berbaris setiap peserta didik harus konsentrasi tingkat tinggi terhadap aba-aba yang diberikan oleh pemimpin, meskipun banyak gangguan disekelilingnya; (2) belajar tentang solidaritas tim, dalam baris-berbaris tentunya tidak sendirian, biasanya terdiri dari 9 orang termasuk pemimpin; (3) belajar mendengar dan patuh. Dalam ilmu komunikasi mendengar adalah kunci untuk menjaga kelanggengan sebuah hubungan.

Penutupan
Agenda penutupan MeAN Bengkalis dimulai pukul 09:00 WIB. Koordinator GGD Kabupaten Bengkalis, Reri Arianto, S.Pd., Gr., dalam laporannya mengucapkan ucapan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Ucapan terima kasih terkhusus untuk Bapak Abu Thalib, S.Pd., SD., Kepala SD Negeri 020 Bantan beserta teman guru yang telah menjalin kerjasama dengan sangat baik. “Permohonan maaf dari kami jika selama berada di tempat ini ada salah yang dilakukan, dan mohon kiranya nanti sebelum kita berpisah untuk bersama-sama mengapresiasi pertunjukan seni dari peserta didik yang sudah diberikan bimbingan oleh GGD” ujar Reri menutup laporan.
Sambutan selanjutnya sekaligus penutupan acara dari Bapak Abu Thalib, S.Pd., SD., Kepala SD Negeri 020 Bantan. Beliau mengucapkan banyak terimakasih atas ketulusan Bapak Ibu GGD telah bersedia membantu memberikan ilmunya kepada peserta didik kami. Tentu hal ini menjadi nilai yang baik sesuai dengan tema kegiatan “Motivasi Mengabdi” . Beliau berpesan semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sekolah ini saja, tetapi bisa diteruskan dan menjadi kegiatan yang rutin oleh GGD melaksanakan kegiatan serupa di seluruh Kabupaten Bengkalis. “Dengan mengucapkan Hamdallah, ALHAMDULILLAH kegiatan MeAN di SD Negeri 020 Bantan ini resmi saya tutup,” ucap Bapak Abu menutup acara.

Usai kegiatan MeAN ditutup secara resmi, Kepala Sekolah, guru, GGD, dan seluruh peserta didik melihat pertunjukan seni pantomim. Pantomim dibawakan langsung oleh peserta didik SD Negeri 020 Bantan. Waktu dua hari, mereka mampu menampilkan gerak pantomim yang merupakan sesuatu hal baru bagi mereka.

Setelah penampilan pantomim selesai, kegiatan selanjutnya adalah penyerahan cindera mata dari GGD kepada Kepala Sekolah dan penyerahan bantuan donasi alat tulis dan sekolah dari GGD Kabupaten Bengkalis kepada seluruh peserta didik SD Negeri 020 Bantan.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan sesi poto bersama-sama.

Reportase: Reby Oktarianda, S. Pd., Gr.
Editor: Tim editor MSI







