Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Universitas Negeri Makassar menggelar acara Koordinasi Penguatan Literasi Mahasiswa PPG di asrama UNM. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Februari 2018 pukul 20.38-10.30 Wita ini dihadiri Bapak Dr. Andi Muhammad Irvan, S.T., M.T selaku Sekretaris P3G LPTK UNM dan Direktur Masyarakat SM-3T Institute (MSI), Bapak Akhiruddin, S.Pd., Gr. bersama Tim MSI yang notabene adalah alumni SM-3T
Kegiatan dibuka oleh MC kemudian dilanjutkan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars SM-3T. Bapak Akhiruddin S.Pd., Gr. menyampaikan konsep Penguatan Literasi Mahasiswa PPG setelah kata sambutan dari Camat PPG dan Bapak Dr. Andi Muhammad Irvan, S.T., M.T. Pada memaparan tersebut terlebih dahulu disampaikan dokumen penti bagi Mahasiswa PPG berupa peraturan pemerintah republik indonesia nomor 74 tahun 2008 tentang guru, permenristekdikti no 55. tahun 2017 tentang standar pendidikan guru, dan pedoman penyelenggaraan PPG. Sesaat kemudian, video berdurasi sepuluh menit tentang literasi diputar. Video ini berisi penjelasan secara gamblang mengenai literasi, mulai dari fakta tingkat minat baca Indonesia sampai pada penjelasan pentingnya literasi
Beberapa slide menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survey lembaga UNESCO (United Nation Education Society and Cultural Organization) pada tahun 2011, menemukan fakta bahwa indeks membaca masyarakat Indonesia masih rendah yaitu sekitar 0,001. Artinya dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi. Angka ini masih sangat jauh dibandingkan dengan angka minat baca di Amerika dan Singapura, apalagi Jepang. Amerika memiliki indeks membaca 0,45, Singapura memiliki indeks membaca 0,55 dan Jepang memiliki indeks 17,01. Bahkan budaya baca masyarakat Indonesia berada di urutan ke-38 dari 39 negara dan merupakan negara dengan minat baca paling rendah di kawasan ASEAN. Riset berbeda bertajuk “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Program literasi ini diusung untuk menjadi bagian penting dalam upaya menuntaskan permasalahan guru dengan membekali empat kompetensi unggulan yaitu, kompetensi pedagogik, professional, kepribadian, dan sosial. Program tersebut diharapkan mampu menyediakan guru dalam membimbing peserta didik di era abad 21.
Literasi diartikan sebagai kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat diharapkan, sedangkan dalam pengertian konsep penguatan literasi mahasiswa PPG adalah upaya menguatkan kemampuan dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas melalui membaca, mengamati, menganalisis informasi, dan menulis sehingga melahirkan karya yang berkualitas, inovatif, dan kreatif dalam bidang pendidikan.
Secara umum literasi Mahasiswa PPG ini bertujuan menyiapkan mahasiswa PPG menjadi guru profesional melalui penanaman budaya literasi demi terwujudnya inspirator dunia pendidikan yang dapat mengimplementasikan literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Secara khusus, bertujuan menumbuhkembangkan budaya membaca dan menulis bagi mahasiswa PPG, melahirkan karya fiksi dan/atau non-fiksi di lingkungan pendidikan sebagai sumber pengetahuan baru, menjadikan mahasiswa PPG sebagai guru berkualitas yang mampu menghasilkan konsep pengetahuan inovatif, kreatif dan tepat guna, dan menciptakan lingkungan LPTK yang aktif belajar secara menyeluruh melalui gerakan penguatan literasi mahasiswa PPG.
Pada implementasi Penguatan Literasi Mahasiswa PPG ada empat tahap, yaitu penyiapan, pembiasaan, pengembangan, dan finalisasi produk literasi. Tahap penyiapan dimulai dari sosialisasi program, sinkronisasi media publikasi, pembentukan biro literasi, pengadaan bahan baca, dan penyediaan perpustakaan. Proses pembiasaan melakukan gerakan wajib baca setiap hari, kunjungan perpustakaan, program melek berita, dan bedah tayangan inspirasi. Berlanjut pada pengembangan, yaitu melakukan kegiatan seminar kepenulisan dan kelas menulis. Tahapan terakhir adalah produk literasi. Program yang ada di dalamnya yaitu karya dipublikasikan di website dan media sosial, adanya buku pengalaman terbaik, jurnal ilmiah, dan literasi PPG Award. Karya yang akan dipublikasikan berupa karya ilmiah dan berita (informasi terbaru, kegiatan keasramaan, PPL, dan workshop).
Direktur MSI, Bapak Akhiruddin, S.Pd., Gr. menutup pemaparannya dengan memberikan alamat website dan media sosial sebagai alat publikasi segala produk literasi yang dihasilkan. Kegiatan ini sungguh diapresiasi oleh Bapak Dr. Andi Muhammad Irvan, S.T., M.T selaku Sekertaris P3G LPTK UNM. Beliau menegaskan bahwa Penguatan Literasi sangat baik. Berharap dengan literasi ini bisa menunjang kelulusan Mahasiswa PPG
Reportase: Tim Penguatan Literasi Mahasiswa PPG







