Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) bertajuk “Satu Langkah Membangun Generasi yang Berintegritas” dilaksanakan oleh Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Indonesia DIY di SDN II Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta pada Jumat-Sabtu, 25- 26 Agustus 2018. Kegiatan ini diinisiasi oleh para alumni SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertingggal) Yogyakarta yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul dan segenap keluarga besar SDN II Tepus.
Kegiatan ini merupakan MeAN perdana yang diadakan oleh Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Indonesia DIY sejak diresmikan pada 7 April 2018 lalu. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk implementasi tujuan didirikannya Basecare Edukasi Indonesia DIY, yaitu mengasah dan menyalurkan kemampuan Masyarakat SM-3T Institute untuk selalu peduli terhadap pendidikan, menginspirasi dan menularkan nilai-nilai gotong royong sesama alumni dalam muruah Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya untuk mendorong kreativitas dan inovasi pendidikan di daerah 3T, memberi motivasi kepada peserta didik, guru, dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, serta membangun karakter peserta didik yang religius, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan IPTEK yang baik.

Tak kurang dari empat puluh sembilan peserta didik SDN II Tepus mengikuti kegiatan MeAN tersebut. Peserta didik telah siap sebelum pukul 07.30 WIB pada Sabtu, 25 Agustus 2018. Pembukaan kegiatan diiringi lagu Indonesia Raya dan sambutan Ketua Basecare Edukasi Indonesia DIY serta ketua panitia. Setelah upacara pembukaan usai, dilaksanakan pengkondisian peserta didik dengan nyanyian dan yel-yel oleh peserta didik.
Acara selanjutnya diisi dengan kegiatan menonton film edukasi bertema cita-citaku. Pada kegiatan ini peserta didik terlihat sangat antusis, terlebih ketika ditampilkan berbagai jenis profesi seperti tentara, dokter, koki, atlet, dan petani. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai jenis profesi dan mengeksplorasi cita-cita peserta didik. Kegiatan ini diakhiri dengan menuliskan cita-cita masing-masing peserta didik dalam selembar kertas, kemudian menempelkan kertas tersebut pada balon dan pohon cita-cita yang telah dipersiapkan di setiap dinding kelas.

Pembelajaran kesenian tak luput menjadi program yang diusung pada MeAN kali ini. Pada kesempatan ini, peserta didik diajak untuk mengenal ragam tarian daerah dan mewarnai. Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelas bawah (kelas 1-3) dan kelas atas (kelas 4-6). Kelompok kelas bawah melakukan kegiatan kesenian berupa mewarnai gambar figur cita-cita, seperti: polisi, dokter, atlet dan lain sebagainya di ruang kelas.

Sementara itu, kelompok kelas atas belajar berlatih tarian adat Sumatra Utara, yaitu Tari Tor-tor Sinanggar Tulo di halaman sekolah. Kegiatan ini dipandu langsung oleh perwakilan Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Indonesia Riau, Kakak Meli Panggabean. Tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan dan mengajarkan ragam budaya daerah di Indonesia agar kearifan lokal tetap terjaga. Tarian tersebut akan dipentaskan pada penutupan kegiatan MeAN di hari berikutnya.
Sementara kegiatan kesenian berlangsung, di ruang kelas berbeda dilakukan kegiatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) berupa dialog bertajuk TTS (Tepus Teacher Squad) dari narasumber perwakilan Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Indonesia DIY bersama Kepala Sekolah beserta guru SDN II Tepus. Dialog tersebut membahas tentang perkembangan sekolah, terutama pada proses pembelajaran yang meliputi: model, metode, perangkat pembelajaran, serta saling berbagi pengalaman tentang mengajar dengan segala keterbatasan. Pada kegiatan tersebut, kepala sekolah dan guru banyak bercerita tentang keterbatasan media pembelajaran dan kondisi sekolah.

Kegiatan tersebut ditutup dengan serah terima media pembelajaran berupa ular tangga dan dadu raksasa kepada SDN II Tepus yang diwakili Kepala Sekolah. Media pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga pembelajaran akan menjadi lebih efektif.
Siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan prakarya. Prakarya yang dibuat meliputi dua macam, yaitu kolase dan membatik. Kolase diikuti oleh peserta didik kelas bawah (kelas 1-3). Kegiatan membatik diikuti oleh kelas atas (kelas 4-6). Kegiatan kolase dilakukan dengan menempel berbagai macam biji-bijian pada tempat pensil dan celengan yang terbuat dari kertas karton. Kegiatan tersebut dilakukan oleh peserta didik kelas 1 dan 2. Peserta didik kelas 3 menempelkan kain perca pada tempat tisu yang juga terbuat dari kertas karton. Sementara itu, kegiatan membatik dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar sekolah, yaitu daun pohon jati. Daun pohon jati dapat digunakan sebagai pewarna alami pada kain dan dapat digunakan pula dalam proses pembuatan pola batik. Kegiatan hari pertama MeAN ini berakhir pada pukul 14.00 WIB, ditutup dengan doa bersama di halaman sekolah.

Kegiatan MeAN hari kedua diawali dengan senam bersama. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk kebiasaan anak agar mau hidup sehat dan bersemangat sebelum melaksanakan kegiatan sehari-hari. Usai kegiatan senam bersama, peserta didik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kelas bawah dan kelompok kelas atas. Kelompok kelas bawah melakukan kegiatan permainan tradisional sedangkan kelompok kelas atas melakukan kegitan outbond. Setelah selesai kedua kegiatan tersebut, peserta didik dan panitia sarapan pagi bersama sembari beristirahat.
Pada pukul 11.00 WIB, kegiatan MeAN dilanjutkan dengan peresmian Oase Baca. Oase Baca ini sebagai pojok baca yang melengkapi keberadaan perpustakaan sekolah. Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Indonesia DIY menyampaikan sumbangan buku beserta rak buku untuk melengkapi koleksi perpustakaan sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik akan lebih antusias dalam meningkatkan budaya literasi membaca. Selanjutnya, kegiatan yang dilakukan adalah pameran pendidikan serta pertunjukan tari Tor-rot Sinanggar Tulo dari anak-anak kelas atas. Pada pameran pendidikan, ditampilkan berbagai macam hasil keterampilan peserta didik pada hari sebelumya, meliputi: gambar yang telah diwarnai, berbagai macam kolase, dan hasil karya membatik.

Kegiatan MeAN hari kedua ditutup pada pukul 13.00 WIB dengan jabat tangan serta foto bersama panitia, guru, dan seluruh peserta didik di halaman sekolah. Tak lupa Ketua Basecare Edukasi Indonesia DIY mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan guru SDN II Tepus yang telah ikut mendampingi selama kegiatan MeAN berlangsung. Selesainya kegiatan MeAN perdana oleh Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Indonesia DIY ini adalah satu langkah awal membangun generasi yang berintegritas.
Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia!
Reportase: Tim reportase Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Indonesia DIY
Editor: Tim editor MSI







