Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) ke-24 digelar di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Tepatnya di SMP Negeri 3 Topoyo, Desa Paraili. MeAN yang diselenggarakan oleh Basecare Mamuju Tengah bekerja sama dengan Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar mengusung tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. MeAN kali ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Rombongan Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar dan Guru Garis Depan penempatan Mamuju Tengah disambut oleh tarian nelayan oleh peserta didik SMP Negeri 3 Topoyo saat memasuki gerbang sekolah. Para penari dibalut dengan busana khas bali yang unik. Desa ini pada umumnya dihuni oleh masyarakat keturunan bali yang merupakan warga imigran.
Acara dibuka oleh Indra Yunita S. Pd., Gr., selaku pembawa acara. Dilanjut dengan pembacaan ayat kursi Al-Qur’an oleh Abdul Salim, S. Pd., Gr. Halaman sekolah kemudian dipenuhi dengan gema nyanyian indonesia raya yang dipimpin oleh Rina Oktaviana, S. Pd., Gr., dilanjut dengan menyanyikan Mars SM-3T.
Wawan Iswandi, S. Pd., Gr., selaku ketua panitia menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang mendukung terselenggaranya kegiatan. Berkat kerja keras dan kekompakan Tim, MeAN Mateng yang sejak lama telah direncanakan dapat terealisasikan di bulan Mei ini.
Ketua Basecare Pusat Koordinasi Makassar, Randika Dhani Syaputra, S. Pd., Gr., menyampaikan MeAN akan berlangsung selama tiga hari yang akan diisi dengan kegiatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), kelas literasi, latihan tari, vocal group, dan latihan membaca puisi. Selain itu, ada kegiatan hasta karya yang diperuntukkan untuk masyarakat. Di hari terakhir akan ada pementasan kesenian serta pajangan hasta karya peserta didik dan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wadah bagi alumni SM-3T untuk merealisasikan Alumni tak pernah berhenti mengabdi”, tambahnya.
Acara pembukaan juga dihadiri oleh kepala desa Paraili, Ibu-ibu PKK, ketua komite SMP Negeri 3 Topoyo, tokoh masyarakat, dan Bapak/Ibu guru SMP Negeri 3 Topoyo. Bapak Syarifuddin selaku kepala desa Paraili dalam sambutannya, “Saya merespon baik kegiatan ini. Tahun depan kalau bisa saya minta kembali kalian datang ke sekolah ini lagi”, pinta Kepala Desa.
Hal senada juga disampaikan oleh wakil kepala SMP Negeri 3 Topoyo yang menyampaikan rasa terima kasih karena Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar dan GGD Mamuju Tengah sebab telah menjadikan sekolahnya sebagai sasaran MeAN kali ini. “Kehadiran kalian dalam kegiatan seperti ini membuktikan bahwa alumni SM-3T peduli pada anak di daerah 3T”, ungkapnya menutup acara.
Hari Pertama
Usai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kelas PAIKEM yang terdiri dari kelas English is fun, Math is fun, dan kelas literasi. Peserta didik dibagi ke dalam kelas-kelas tersebut.
Kegiatan di kelas english is fun, peserta didik diberi tantangan mencari harta karun pada lembaran kertas berupa peta dengan menutup mata salah satu peserta didik dan teman lainnya mengarahkan dengan aba-aba berbahasa Inggris. Nur Dahlia, S.Pd. Gr., menyebut permainan tersebut dengan nama “Blind Treasure“.

Sedangkan di kelas math is fun, Nurmalia, S.Pd.Gr. selaku penanggung jawab dari GGD Mateng memperkenalkan unsur-unsur lingkaran di kelas matematika ini. Kemudian peserta didik menyusun puzzle lingkaran yang terbuat dari kardus bekas, dibantu oleh Sumarni, S. Pd. Gr., rekan GGDnya.
Tidak hanya oleh Guru Garis Depan, kelas Math is fun juga diramaikan oleh alumni PPG. Seperti yang dilakukan oleh Abd. Malik Ikhsan, S. Pd. Gr., yang membuat permainan “kartu bangun ruang” dengan membagikan kartu yang berisi gambar bangun ruang dan panjang sisi-sisinya. Kemudian peserta didik menghitung luas maupun keliling setiap gambar pada kartu yang dimilikinya dan mencari teman yang memiliki jumlah luas dan keliling yang sama.
Di waktu yang bersamaan, terlaksana pula kelas literasi yakni menulis cerpen, peserta didik diberi materi tentang unsur-unsur pembuatan cerpen. Mulai dari penentuan karakter tokoh, latar tempat, sudut pandang penulis, hingga pada pesan yang ingin disampaikan. Maskur, S.Pd., Gr., pun mengajarkan tentang bagaimana menuliskan pengalaman sehari-hari menjadi sebuah cerita yang menarik untuk dibaca orang lain.
Usai jeda istirahat salat jumat, kegiatan dilanjut dengan kelas puisi, peserta didik diberi materi tentang puisi dan cara menuliskan puisi yang menarik. Mereka dibimbing oleh Abdul Salim Umar, S. Pd., Gr., selaku GGD Mamuju Tengah, kemudian peserta didik dibawa ke halaman sekolah untuk mencari insprasi di alam dan membuat karya masing-masing. Selanjutnya peserta didik dilatih membaca puisi dengan menggunakan suara perut dan penghayatan terhadap isi puisi.

Sedangkan di ruang kelas lain, suara musik beradu dengan suara emas peserta didik yang memiliki talenta bernyanyi. Mereka tengah melakukan latihan vocal group.
Kegiatan latihan tari pun tidak kalah semangatnya. Gerakan lincah peserta didik yang tergabung dalam tim penari tidak terkalahkan oleh rasa lelah. Pasalnya mereka berlatih hingga sore hari pukul 17.00 WITA.
Pada malam hari berlangsung pula pemutaran film edukatif. Film yang ditampilkan berjudul “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara”. Film ini bercerita tentang toleransi dalam beragama. Film ini dirasa cocok dengan kondisi lingkungan peserta didik di desa Paraili ini, sebab desa Paraili merupakan daerah imigran yang masyarakatnya memiliki kepercayaan berbeda-beda. Namun, mereka tetap bisa menjaga rasa toleransi terhadap sesama yang berbeda keyakinan.
“Saya merasa sangat senang dengan kedatangan tim MeAN dari Makassar dan Guru Garis Depan yang datang ke sekolah kami melakukan kegiatan positif seperti ini” ungkap Inul, peserta didik kelas IX.
Hari Kedua
Pagi hari halaman sekolah telah dipenuhi dengan peserta didik yang berbaris rapi. Andi Armita, S.Pd.Gr. selaku instruktur senam didampingi oleh Aksana Aria Akib, S. Pd., Gr., peserta GGD Mamuju Tengah memimpin senam.

Pukul 08.00 WITA kegiatan dilanjutkan kembali dengan kegiatan PAIKEM, yakni kelas Math is fun dan English is fun. Kedua kelas tersebut ditukar dengan hari pertama. Sehingga semua peserta didik mendapatkan materi dari kedua kelas tersebut. Di kelas Math is fun materi yang diajarkan sama dengan hari kemarin, sedangkan di Kelas English is fun, terdapat materi tambahan yakni permainan “Blind Direction” oleh peserta GGD Mamuju Tengah, Hasrullah, S. Pd., Gr.
Pada waktu yang bersamaan, berjalan pula kelas literasi dengan kegiatan pembuatan pohon puisi, pojok baca dan mading. Hasil karya yang telah dibuat oleh peserta didik ditulis pada kertas berbentuk buah yang telah disediakan. Mereka kemudian menggantungnya pada ranting kecil dalam pot yang mereka kreasikan sehingga menjadi pohon yang berbuah puisi. Tujuannya dengan adanya pohon puisi, peserta didik dapat lebih tertarik terhadap karya-karya puisi.
Pembuatan pojok baca juga tidak kalah heboh, yakni peserta didik membuatnya dari potongan papan yang dibentuk menjadi rak buku. Kemudian mereka menyusun buku-buku bacaan dengan kreativitas mereka agar pojok baca menjadi lebih menarik.
Majalah dinding pun demikian, peserta didik membuatnya dari gabus sterefoam kemudian dihias sedemikin rupa dan diisi dengan berbagai karya berupa artikel, puisi, pantun maupun cerita pendek. Peserta didik sangat antusias melihat hasil karya majalah dinding yang mereka buat.
Latihan tari dan vocal group juga tetap berjalan di ruangan lain. Di hari kedua ini, peserta tari menunjukan peningkatan yang sangat signifikan. Mereka mulai berlatih menari di atas panggung. Dibimbing langsung oleh Indriarini R. Hasrif, S.Pd. Gr., peserta GGD Mamuju Tengah bersama dengan Tim MeAN dari makassar, Ervina Sari, S.Pd. dan Muhammad Subhan, S.Pd.. Lagu yang dinyanyikan oleh peserta didik kelas vocal group berjudul “Laskar Pelangi” dan “Ekspresikan Diri”. Suara mereka berpadu dengan koreografi yang indah.

Saat waktu ashar tiba, Harianto, S. Pd., Gr., selaku peserta GGD Mamuju Tengah memandu peserta didik untuk melakukan Thaharah, yakni tata cara berwudhu yang benar. Dilanjutkan dengan sholat berjamaah, dan praktek adzan.
Di malam hari, meski cuaca sedikit gerimis peserta didik yang rumahnya dekat dengan sekolah datang untuk mengikuti kegiatan pemutaran film edukatif. Film yang berjudul “Cahaya dari Timur”. Film ini bercerita tentang tokoh Sani yang tidak pernah menyerah terhadap cita-citanya sebagai pelatih sepak bola. “Hikmah dari film edukatif yang bisa saya tangkap yakni jangan pernah menyerah sebelum berjuang” ungkap Ardi, siswa SMP Negeri 3 Topoyo usai pemutaran film selesai.
Hari Ketiga
Kegiatan senam kembali terlihat lagi dari sisi halaman sekolah. Peserta didik sangat antusias mengikuti gerak dari instruktur senam.
Usai melakukan senam, Tim MeAN mempersiapkan segala hal untuk melakukan permainan edukatif. Peserta didik dibagi menjadi 7 regu. Setiap regu didampingi oleh seorang peserta GGD. Setiap regu membuat nama kelompok yang unik dan yel-yel yang menarik. Tugas mereka selanjutnya ialah mendatangi pos-pos yang kemudian diberi tantangan. Ada 7 pos pula yang dijaga oleh masing-masing penanggung jawab permainan edukatif. Permainan yang diberikan yaitu Tomb Rider, Hole in The Tire, Kotak 9, Titian Malaikat, Seberani Apa Dirimu?, Bintang 5, dan Box Recorder. Setiap kelompok dituntut untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya di setiap pos.

Terlihat semangat kompetisi dari peserta didik saat melakukan Permainan Edukatif. Muh.Yusuf, S. Pd., Gr., selaku penanggung jawab kegiatan Permainan Edukatif mengatakan bahwa kegunaan kegiatan ini adalah melatih kekompakan regu, kepemimpinan, melatih daya ingat dan kontrol emosi peserta didik. “Itulah mengapa Permainan Edukatif ini sangat penting untuk dilakukan dalam kegiatan MeAN”, tambahnya.
Setelah Permainan Edukatif, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Literasi dan Program Lumbung Buku bagi Harapan Daerah 3T (LUBUK HATI), serta mengisi spanduk harapan 3T dengan bubuhan tandatangan dan harapan setiap orang untuk pendidikan yang lebih baik.
Pukul 14.00 WITA, dilaksanakan lomba Spelling Bee dimana peserta didik diminta untuk mengeja kata Bahasa Inggris. Selanjutnya Lomba Ranking 1 yang menyisihkan dua peserta permainan di babak final. Pada lomba ini tidak hanya diikuti oleh peserta didik SMPN 3 Topoyo tapi juga dihadiri oleh oleh peserta didik dari SMPN 1 Topoyo.

Malam penutupan dimeriahkan oleh penampilan memukau peserta didik. Penampilan puisi berantai dan musikalisasi puisi membuat para penonton hening dalam tunduknya. Penampilan vocal group membuat penonton ikut bernyanyi.
Randika Dhani Syaputra, S. Pd., Gr., selaku Ketua Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar, berharap kegiatan Mengedukasi Anak Negeri ini bisa menjadi motivasi bagi peserta GGD Mamuju Tengah untuk lebih bersahabat dan lebih bermaslahat lagi agar aksi-aksi dari peserta GGD terus berlanjut untuk menjadikan mereka bukan guru biasa.
Penampilan tari lipa sa’be dan tenggang-tenggang lopi membuat masyarakat yang hadir menjadi bangga dengan generasi penerus desa Paraili yang juga mampu menampilkan tari daerah Mandar. Penampilan tari lipa sa’be memang bertujuan untuk memperkenalkan budaya khas suku mandar, tentang keanggunan masyarakat mandar memakai sarung sutera khas Mandar. “Selaku pemerintah saya merasa sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih. Ternyata siswa SMP Negeri 3 Topoyo juga bisa menampilkan tarian Mandar. Meski selama ini saya sering melihat tarian bali karena desa Paraili dominan masyarakat dari Bali”, ungkap Syarifuddin N, kepala desa Paraili
Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan SMP Negeri 3 Topoyo. Beliau merasa sangat bangga dengan peserta didiknya. Sebab hanya dengan waktu tiga hari latihan saja, mereka mampu menampilkan penampilan yang luar biasa.

Pada malam itu, pemenang lomba juga diumumkan. Pemenang lomba Spelling Bee ialah Herana, Juslina, dan Anggia Salsabila. Pemenang Lomba Ranking 1 ialah Akbar, dan pengumpul poin terbanyak dari Permainan Edukatif ialah regu semangat 45.
Di akhir acara, disuguhkan pula tarian kejutan yakni tarian bali oleh Ni Kadek Ita Aprianti, siswa SMP Negeri 3 Topoyo. Kegiatan malam itu ditutup dengan kegiatan foto bersama.
Atas segala apa yang telah diupayakan, semoga kegiatan Mengedukasi Anak Negeri Mamuju Tengah yang telah berlangsung dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk terus bermaslahat bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Editor: Tim reportase MeAN Mamuju Tengah







