Sabtu, 1 September 2018 bertempat di SMA YPK 3 Urfu, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak-Numfor, Papua dilangsungkan pembukaan rangkaian gelaran Hari Ulang Tahun ke-7 SM-3T bertema “Realitas Dedikasi Mengatasi Batas” yang akan dilaksanakan hingga tanggal 6 september 2018 sebagai puncak acara HUT ke-7 SM-3T, Guru Garis Depan (GGD) Biak-Numfor dan alumni SM-3T mengadakan Seminar Penguatan Pendidikan Berkarakter dan Pameran Foto bertajuk “Wajah Tulus Pengabdian”.
Sebelum acara pembukaan, Direktur Masyarakat SM-3T Institute Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., dan Mayor Infanteri John Wakmon (Perwira penghubung Kabupaten Supiori, Kodim-1708 Biak-Numfor) beserta rombongan disambut dengan tari Wor. Tari Wor adalah tarian penyambutan berupa penghormatan kepada tamu yang baru pertama kali tiba di pulau Biak. Tarian Wor dibawakan oleh peserta didik SMA YPK 3 Urfu dengan penuh semangat dan menawan dalam gerak tariannya. Tari Wor sering juga dikenal dengan nama Mansorandak. Di dalam prosesi tarian Mansorandak ada sesi pengalungan bunga dan injak piring adat (piring gantung/piring mas kawin) sebagai penghormatan kepada tamu (Sumber: Stevanus Aim, S. Pd. K)

Sesaat setelah rombongan tiba di podium utama tempat dilangsungkannya acara pembukaan, rombongan kembali disuguhi hiburan tari yang berasal dari Sulawesi Selatan, tari kreasi Empat Etnis (Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar) persembahan dari Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Biak-Numfor. Selain untuk memperkenalkan khasanah keragaman budaya Indonesia, penampilan tari kreasi Empat Etnis juga menggugah semangat para peserta yang hadir, terbukti dari ucapan spontan bapak Jhon Wakmon yang sesekali ikut berbahasa menggunakan logat Sulawesi. Setelah tampilan tari kreasi Empat Etnis dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Tanah Papua, dan Mars SM-3T dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta.

Kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Didahului laporan oleh Ketua Panitia Muliadi, S. Pd., Gr., yang melaporkan kepada seluruh undangan dan peserta tentang jumlah anggota dan peserta seminar serta lokasi dan waktu perayaan HUT ke-7 SM3T, serta menghaturkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak terkait, sehingga kegiatan pembukaan rangkaian acara tersebut dapat berlangsung.
Setelah laporan ketua panitia para undangan dan peserta disuguhkan tarian Yospan dari SMA YPK 3 Urfu di bawah asuhan Erna Rumbewas, A. Md. Pi., guru SMA YPK 3 Urfu, tarian ini di sebut juga Yosim Pancar yang syarat makna, menurut pengakuan Bapak Stevanus Aim, S. Pd. K., salah seorang guru di SMA YPK 3 Urfu dan SMA Swandiwe tarian ini menginspirasi pemuda-pemudi dan masyarakat papua untuk menjauhi hal-hal yang tidak baik dalam pergaulan.

Bapak Kepala Kampung Urfu, Distrik Yendidori diberi kesempatan untuk memberi sambutan yang pertama, berisi ungkapan selamat berkegiatan dan menerima dengan baik program perayaan Hut ke-7 SM-3T di Kampung Urfu. Beliau sangat berterima kasih atas adanya program ini. Sambutan ketiga dari bapak Jhon Obi Awom, S. Pd., Kepala SMA YPK 3 Urfu. Dalam sambutannya beliau berharap agar SM3T tetap ada, beliau juga memaparkan bahwa saat sekolahnya mendapatkan tenaga pendidik dari SM-3T kala itu, mereka para pendidik SM-3T sangat memberi andil dalam membantu sekolahnya. Beliau berharap kehadiran GGD dapat menjawab kebutuhan akan tenaga pendidik khususnya di Kabupaten Biak-Numfor serta ucapan terima kasih atas terpilihnya SMA YPK 3 Urfu dari sekian banyak sekolah yang tersebar di Indonesia, khususnya Provinsi Papua, terkhusus lagi di Kabupaten Biak-Numfor terpilih menjadi sebagai salah satu tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-7 SM-3T. Pada akhir sambutannya beliau berharap agar kedepan pemerintah membuka lowongan penerimaan CPNS Guru dan memperhatikan nasib honorer. Sambutan terakhir oleh Kakanda Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku Direktur Masyarakat SM-3T Institute. Dalam isi sambutannya beliau menekankan kepada seluruh peserta bahwa kita tidak seharusnya minder, kita harus mampu membuktikan bahwa meskipun kita berada di daerah 3T kita tetap mampu bersaing dengan mereka yang ada di kota, lanjut dari sambutannya, beliau meminta kepada Guru Garis Depan (GGD) agar tetap bersinergi, mampu memberi andil atas kemajuan pendidikan di Kabupaten Biak-Numfor

Sebelum menutup sambutannya, beliau didaulat untuk membuka rentetan kegiatan HUT ke-7 SM-3T, “Biak kita anggap keluarga, Apapun kita niatkan untuk kebaikan keluarga kita, sedihnya Biak sedihnya kita, Biak senang kita senang, Biak susah kita juga menderita, susah senang kita sama-sama” tutur beliau sebelum membuka kegiatan yang ditandai dengan penabuhan Tifa tiga kali.

Setelah acara resmi dibuka, kembali para undangan dan peserta diberi hiburan tari dari sanggar seni SMA Swandiwe yakni tari kreasi Bahari, dimana menurut pembina sanggar seni SMA Swandiwe, Stevanus Aim, S. Pd. K., berisi bermakna bagaimana perjuangan nelayan biak menghadapi segala rintangan dalam mencari penghidupan di lautan.
Pembukaan rentetan kegiatan HUT ke-7 SM-3T secara resmi telah dibuka, sebagai penutup dari rangkaian pembukaan, do’a pun dipanjatkan pada Yang Maha Esa, penerima pinta dan pengabul permohonan, Allah SWT yang dibacakan oleh Riant Harianto Rosalez, S. Pd., Gr.
Pameran Foto “Wajah Tulus Pengabdian”
Acara pembukaan selesai, para tamu undangan kemudian diarahkan untuk mengunjungi Pameran Foto yang bertajuk “Wajah Tulus Pengabdian”. Pameran Foto dalam HUT ke-7 SM-3T kali ini merupakan potret pengabdian dari peserta dan alumni SM-3T serta Guru Garis Depan (GGD) yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Pameran ini dihadiri bahkan dari kalangan anak-anak, dewasa hingga orang tua, laki ataupun perempuan yang begitu antusias menikmati gambar yang terpampang. Para pengunjung pun tak lupa mendokumentasikan ketertarikan dan keberadaan mereka di gedung pameran tersebut dengan berswafoto.

Kegiatan Seminar Penguatan Pendidikan karakter
Setelah puas menikmati frame demi frame dalam Pameran Foto, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Penguatan Pendidikan Karakter yang dilaksanakan di Aula SMA YPK 3 Urfu menghadirkan pemateri dari:
1. Kodim 1708 Biak Numfor, Mayor Infanteri John Wakmon sebagai penyaji materi Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air, “Semangat cinta tanah air harus diwujudkan dalam hati setiap individu sebagai anak bangsa demi Indonesia yang bermartabat. Menjadikan NKRI sebagai harga mati yang dalam perjalanannya harus selaras, mengutamakan persatuan dan kesatuan agar bangsa ini tetap utuh bukan mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan. Tetap harmonis dalam kehidupan berbangsa dan semua warga bertanggung jawab untuk memelihara keutuhan NKRI” ungkap beliau dalam materinya.

2. Sietske Romsumbre, SH., Plt. Kabid PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana dengan bahasan Stop Bullying. Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa bullying dalam Bahasa Indonesia berarti penindasan, penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Menurut beliau hal ini dapat dikategorikan kedalam tiga bentuk; 1. Kontak fisik langsung seperti pemukulan, mencubit menendang dan menjambak. 2. Kontak Verbal langsung seperti mempermalukan dengan kata-kata, menyindir dan menghina. 3. Non Verbal seperti menjulurkan lidah. Adapun dampak bullying yang disampaikannya adalah anak-anak yang mendapat bullying bisa menjadi depresi dan cepat marah jika sudah berlebihan akan bisa memunculkan tindakan kriminal. Adapun mengenai pencegahannya dapat dilakukan dimulai dari anak itu sendiri, keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

3. Dr. Izak Reba, Sp.Kf, M.H.Kes Dokter Spesialis Forensik dan Pemerhati Narkotika dan HIV/AIDS Kabupaten Biak-Numfor mengungkapkan keprihatinan atas peningkatan HIV/AIDS yang begitu meningkat drastis di Kabupaten Biak-Numfor, hal ini membuat generasi bangsa menjadi rusak dan bahkan berakibat kematian. Dalam pemaparannya beliau juga menghimbau kepada peserta yang merupakan anak-anak usia SMA agar berhati-hati dan menjaga diri agar tidak terkena penyakit ini. Adapun beberapa cara mencegah penyakit ini yaitu; 1. Menerapkan pola hidup sehat. 2. hindari seks bebas. 3. hindari pergaulan bebas. 4. Hindari penggunaan obat terlarang. 5. Memeriksakan diri secara dini. 6. cegah aids saat transfuse darah karena ini dapat menular. 7. Bimbingan moral serta sosialisasi. 8. Berhati-hati dalam menggunakan jarum suntik.

Seminar Penguatan Pendidikan Karakter ini cukup mengundang daya tarik dan semangat serta antusiasme pesertanya. Hal ini terbukti dari banyaknya partisipasi dan pertanyaan yang muncul dari peserta. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat keingintahuan dan semangat untuk memperbaiki karakter diri sendiri dari masing-masing peserta begitu besar. Akhirnya kita berharap bahwa dengan kegiatan ini semoga mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih berkarakter dimulai dari sini dan penegasan bahwa generasi Kabupaten Biak-Numfor telah memulainya saat ini juga. Kegiatan ini dihadiri oleh 64 peserta berasal dari beberapa sekolah yang tersebar di Kabupaten Biak-Numfor.
Setelah kegiatan Seminar Penguatan Pendidikan Karkater dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada Bapak Kepala Sekolah SMA YPK 3 Urfu dan semua penyaji materi pada Seminar Penguatan Pendidikan Karakter dalam rangkaian kegiatan HUT ke-7 SM-3T sebagai ucapan terima kasih atas partisipasi dalam kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Reportase: Tim reportase GGD Kabupaten Biak-Numfor
Editor: Tim editor MSI







