Tim Penyaluran Donasi Peduli Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah Masyarakat SM-3T Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar bersama dengan Anggota TNI Gabungan Angkatan Laut dan Darat, Tim Medis Badan Amil Zakat Makassar berangkat menuju Sulawesi Tengah pada Sabtu, 13 Oktober 2018, pukul 09.30 WITA melalui jalur laut dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar menggunakan KRI 590-3 milik TNI AL Makassar.

Keberangkatan tersebut diawali dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Randika Dhani Saputra S.Pd., Gr. Sebelum memulai do’anya, beliau berharap agar dimanapun alumni berada senantiasalah bermanfaat dan selalu bermaslahat serta tim yang berangkat hingga kembali dalam keadaan sehat dan tidak kurang satu apapun.
Sebelum keberangkatan tersebut, Tim dan sejumlah anggota Masyarakat SM-3T Indonesia bergotong-royong mengumpulkan donasi. Sejak dibukanya donasi pada tanggal 1 Oktober 2018 hingga keberangkatan ke lokasi gempa, dana yang terkumpul mencapai angka Rp.99.854.000,00.

Dana tersebut digunakan untuk membeli beberapa perlengkapan untuk para korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yakni paket sembako sebanyak 105 kantong berisi minyak goreng, kecap, mie instan, biskuit, ikan kaleng, gula, kopi, teh, susu, beras sebanyak 105 karung, dan air mineral 100 dos, perlengkapan MCK berupa sabun mandi, sabun cuci baju, sabun cuci piring, pasta gigi, sikat gigi, sampo, perlengkapan ibadah sebanyak 40 paket berupa mukena dan sarung, perlengkapan bayi dan lansia sebanyak 50 paket berupa popok bayi, tissu kering, tissu basah, biskuit bubur bayi, susu bayi, minyak telon, popok dewasa, pakaian baru untuk anak-anak sebanyak 40 buah, pakaian dalam laki laki, pembalut dan pakaian dalam wanita, serta pakaian layak pakai beberapa kantong. Selain itu terdapat juga 50 paket obat-obatan berupa minyak kayu putih, balsem, dan minyak telon, serya 60 tas sekolah.
Minggu, 14 Oktober 2018 pukul 13.54 WITA, Tim tiba di Pelabuhan Pantoloan Palu dan melakukan koordinasi dengan Alumni SM-3T Palu bersama Menwa Palu untuk persiapan penyaluran bantuan dengan menyisir daerah terdampak gempa dan Tsunami yang kurang tersentuh bantuan.
Senin, 15 Oktober 2018 pukul 09.28 wita Tim menuju ke beberapa titik penyaluran donasi. Lokasi pertama yaitu di BTN Lagarutu JPI 1 Blok E, Pasar Talise, Jalan Dayodara II, Lagarutu, Kelurahan Walangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Bantuan diberikan kepada 16 kepala keluarga berupa sembako dan perlengkapan bayi.
Pak Bambang selaku warga BTN Lagarutu merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan logistik, sebab bantuan hanya terpusat pada warga yang mengungsi di posko-posko dan tenda-tenda pengungsian. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat SM-3T Indonesia atas bantuan dan dedikasinya memberi dukungan.
Pukul 11.15 WITA, Tim menuju ke titik selanjutnya yaitu tenda pengungsian korban gempa dan tsunami Pantai Talise, di Lapangan Lagarutu, Jalan Rajamoili, Palu Timur. Lokasi ini merupakan salah satu titik terparah yang terkena dampak gempa. Bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan bayi diberikan kepada seratus kepala keluarga.

Pukul 12.00 WITA, titik penyaluran selanjutnya yaitu Panti Asuhan As-Shabur Jl. Kebun Sari, Kelurahan Kawatuana, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu. Bapak Syamsuddin selaku Pembina Panti Asuhan As-Shabur mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Masyarakat SM-3T Indonesia.
Usai menyisir Kota Palu, penyaluran bantuan kemudian dilanjutkan ke pengungsi korban lumpur Jonoge, Kabupaten Sigi. Bantuan berupa perlengkapan mandi, sembako, dan perlengkapan bayi.
Selasa, 16 Oktober 2018 Tim menuju ke pantai barat Dusun 8, Desa Saloya, Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Titik ini merupakan pusat gempa di Sulawesi Tengah dan merupakan desa terisolir, dihuni 30 kepala keluarga yang memilih bertahan di bukit.
Lokasi ini berjarak 40 km dari pusat Kota Palu dengan menggunakan kendaraan pickup. Kemudian Tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dengan jarak 2 km, sebab medan yang cukup terjal dan tidak mampu untuk dilewati mobil. Sedangkan donasi dibawa dengan menggunakan karapan sapi milik warga.

“Bantuan yang masuk ke daerah ini sangat minim karena sulitnya akses menuju ke lokasi akibat gempa” ungkap Abdul Manaf, salah satu guru di SDN 13 Sindue Tombusabora.
Selain penyaluran bantuan, Tim MSI juga melaksanakan Kegiatan Edukasi kepada anak-anak korban gempa yang ada di Dusun 8, Desa Saloya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala. Mengukir senyum di wajah polos mereka, menyulut semangat anak-anak itu, pun berusaha menumbuhkan kembali harapan yang nyaris mereka pasrahkan. Sebab usai bencana, sebenarnya ada rasa sakit yang tidak nampak oleh korban yaitu rasa trauma, utamanya pada anak-anak. Sakit yang kadang lebih parah dari sekedar luka fisik.
“Kami berterima kasih kepada Masyarakat SM-3T Indonesia yang mau mengunjungi desa kami dan memberi bantuan yang cukup. Kami pun meminta kerja sama yang baik kepada pemerintah agar memperhatikan masyarakat korban bencana yang ada di daerah terpencil seperti lokasi kami ini.” Ungkap Alosius John, selaku ketua jemaat di Dusun 8, Desa Saloya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala.

Selasa, 16 oktober 2018 pukul 05.30 Wita Tim kembali ke Makassar dengan rute perjalanan darat. Dalam perjalanan tim kembali menyalurkan bantuan di masjid Al-Hidayah Dusun Ujuna Loli Tasiburi, Kabupaten Donggala. Bantuan berupa tas sekolah untuk anak-anak korban gempa. Tim akhirnya tiba di Makassar pada Kamis, 18 Oktober 2018 pukul 04.30 WITA.
Terima kasih kepada seluruh donatur Peduli Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah atas segala partisipasinya dalam upaya mengurangi beban para korban di pengungsian. Limpahan terima kasih juga kami haturkan kepada seluruh keluarga besar Masyarakat SM-3T Indonesia atas dukungan, tenaga, pikiran, dan do’a yang tiada henti. Teruslah peduli, bermaslahat, dan menginspirasi.
Reportase: Tim reportase MSI
Editor: Tim editor MSI







