Alhamdulillahi Rabbil Alamin tepat pada hari Sabtu 14 April 2018/27 Rajab 1439 H diadakan Perayaan Isra’ Mi’raj di Aula Asrama oleh Mahasiswa PPG SM-3T Universitas Bengkulu. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00-12.00 WIB. Sejalan dengan tema yang diangkat oleh divisi keagamaan yaitu “Dengan Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan dalam Rangka Mencetak Generasi yang Berakhlak Mulia”. Ketua pelaksana Sabdianto Zanu, S. Pd mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mengingatkan kita semua khususnya mahasiswa PPG SM-3T mengenai pentingnya kewajiban yang telah diperintahkan Allah SWT yaitu shalat dan ibadah wajib lainnya
Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-quran oleh saudara Tartila Hamdani Putra, S. Pd dan sari tilawah yang dibacakan oleh saudara Mery Aryanti, S. Pd, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Badar yang dipimpin oleh saudara Fajrin, S. Pd.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh bapak Drs. H. Arifin, M. Pd selaku perwakilan dari Prodi PPG SM-3T Universitas Bengkulu, kepala Asrama bapak Drs. Syahril Yusuf, M. Pd, seluruh peserta PPG SM-3T Universitas Bengkulu dan selaku pembicara Hikmah Isra’ Mi’raj pada hari ini Ustadz H. Disman Datuk Kayo.
Dalam sambutannya bapak Drs. H. Arifin, M. Pd (Sekretaris prodi PPG) menyampaikan bahwa peserta PPG SM-3T ini berasal dari berbagai daerah yakni Sumatra Barat (LPTK UNP), Sulawesi Selatan (LPTK UNM) dan Gorontalo (LPTK UNG). Beliau berpesan ke depannya kalian akan disibukkan dengan lebih banyak kegiatan lagi, oleh karena itu kalian tetap harus menjaga kesehatan. Selanjutnya beliau menyampaikan permohonan maaf karena ketua Prodi PPG berhalangan hadir dan sedang berada di luar kota.
Setelah itu dilanjutkan acara inti yaitu ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz H. Disman Datuk Kayo. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa Isra’ Miraj merupakan suatu peristiwa yang menunjukkan betapa besar kuasanya Allah, betapa besar kasihnya Allah kepada hambanya, juga menunjukkan betapa besar sayangnya Rasulullah kepada ummatnya.
Isra’ Mi’raj adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, sebab pada peristiwa inilah Rasulullah mendapatkan perintah untuk menunaikan Shalat 5 waktu
Allah beri perintah shalat 50 waktu dalam sehari, namun Rasulullah meminta keringanan, sebab tahu ummatnya tidak akan sanggup. Berkali-kali beliau meminta keringanan, hingga akhirnya Allah perintahkan shalat 5 waktu dalam sehari dengan pahala yang sama dengan 50 waktu, betapa Maha baiknya Allah kepada hambanya.
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan Hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” QS:Al-Isra (17:1)
Dalam perjalanan menuju langit ke tujuh Allah pertemukan Nabi Muhammad SAW dengan para rasul sebelumnya, diperlihatkan surga dan neraka sebagai pengingat bagi ummatnya kelak.
Kita sebagai manusia bisa melaksanakan Isra’ Mi’raj dengan cara Shalat Malam atau Shalat Lail. Menurutnya, dengan shalat malam, manusia dapat meraih tempat atau kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Selain itu beliau berpesan untuk tidak meninggalkan shalat wajib, karena shalat pada hakikatnya bisa membangun mental yang kuat supaya kita menjadi manusia yang lebih baik. Dalam akhir tausiyahnya, beliau mendoakan peserta PPG SM-3T semoga kelak menjadi orang-orang yang amanah dalam melaksanakan tugas mulia sebagai seorang guru.
Pentingnya acara peringatan Isra’ Mi’raj ternyata disadari oleh beberapa peserta yang hadir dan ikut mendengarkan tausyiah yang disampaikan. Menurut Irfan, S. Pd salah satu mahasiswa PPG SM-3T “kegiatan Isra’ Mi’raj ini bukan hanya dilihat dari aspek Ilahiah, di mana Nabi Muhammad SAW di Isra” Mi’rajkan yang merupakan pertanda kekuasaan Allah SWT atas risalah kenabian Rasulullah SAW. Akan tetapi sebagai calon guru profesional tentunya kejadian Isra’ Mi’raj ini juga harus dimaknai secara ilmiah bahwa Isra’ dan Mi’raj merupakan kejadian yang sangat luar biasa jika diukur dari akal manusia biasa yang harus dijelaskan secara ilmiah. Tentunya dengan berbagai teori yang dapat menjelaskan hal tersebut, misalnya saja teori kecepatan cahaya serta adanya partikel-partikel yang dapat menembus ruang dan waktu. Sehingga kejadian Isra’ dan Miraj bisa kita terima dan memahaminya secara ilmiah, selain itu kegiatan ini bisa menjaga kebersamaan dan kekompakkan teman-teman PPG SM-3T Universitas Bengkulu baik itu di dalam maupun di luar asrama”. Ditambahkan oleh Aldi Amos “kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta PPG yang terdiri dari berbagai suku dan agama. Saya bersyukur dihadirkan dalam bentuk perbedaan yang menjadikan hidup lebih berwarna, seperti pelangi yang tidak akan kelihatan indah jika hanya terdiri dari satu warna. Hal tersebut merupakan suatu cerminan sikap toleransi umat beragama yang idealnya terus terpelihara utamanya sebagai calon guru masa depan dalam rangka menjawab tantangan zaman dan membendung isu-isu yang dapat memecah belah keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh karena, itu mari kita senantiasa merawat semangat kebersamaan ini sebagai bentuk kesyukuran kita kepada Tuhan”.
Semoga kita semua diberi keberkahan dan bisa meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan membuat kita menjadi bersemangat dalam mengerjakan shalat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keluarga besar PPG SM-3T Universitas Bengkulu mengucapkan selamat Memperingati Isra’ Mi’raj bagi seluruh Ummat Muslim yang merayakan
Reportase : Rahmatullah, S. Pd
Editor: HaeR







