Aku ditugaskan di SMAN 2 Atambua sebagai Guru Kimia dan Biologi. Sekolah tempatku mengajar berlokasi di Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Atambua, NTT. Sekolah ini selesai dibangun pada Januari 2014, jadi sekolah ini baru ditempati selama 10 bulan. Pada musim kemarau sekolah ini berubah menjadi padang sahara yang sangat panas saat menjelang siang dan akan berlumpur saat musim hujan datang. Terkadang angin kencang datang bertiup dari hutan jati menuju ke sekolah kami. Angin tersebut datang semakin kencang dengan membawa debu dan daun-daunan kering yang berputar-putar di tengah lapangan sekolah.
Kami melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkugan sekolah. Pak Guru dan siswa laki-laki bertugas mengangkat batu-batu yang dipindahkan ke dalam parit besar yang ada di lokasi sekolah untuk mencegah terjadinya longsor. Sedangkan para Ibu Guru dan siswi menyapu dan membersihkan lingkungan sekolah dari sampah-sampah yang berserakan. Setiap hari Rabu aku mengajar di kelas XI IPA 1. Aku sangat senang mengajar di kelas ini, siswa-siswanya cepat tangkap dan aktif. Menurut guru-guru di sini, kebanyakan kelas-kelas yang aktif dan cerdas itu adalah kelas-kelas jurusan IPA. Pelajaran hari itu Aku gunakan model pembelajaran kooperatif tim ahli. Semua siswa Aku bagi menjadi empat kelompok besar dengan cara berhitung dari satu hingga empat secara berurutan dari barisan hingga ke belakang. Siswa yang mempunyai nomor urut sama menjadi satu kelompok. Sebelum siswa berdiskusi, Aku menjelaskan tata cara diskusi dan materi yang akan didiskusikan. Setiap anak sangat antusias dengan diskusi ini dan aktif bertanya. Aku berikan mereka satu tugas yang merupakan amanah penting untuk mereka yaitu masing-masing siswa harus paham dengan materi yang diembannya, karena nanti mereka harus menjelaskan materi tersebut kepada teman-temannya dan membuat teman-temannya mengerti dengan materi tersebut. Semua anak berusaha keras untuk memahami materi mereka masing-masing. Setelah diskusi, anak-anak dalam satu kelompok harus menjelaskan materi mereka kepada kelompok lain. Setiap kelompok mendapatkan satu atau dua orang ahli dari kelompok lain yang mendapatkan bagian menjelaskan materi yang diembannya. Aku sangat senang anak-anak ini menyerap materi dengan cepat. Anak-anak yang menjelaskan materi pun sangat bersemangat menjelaskan. Mereka merasa berperan penting dalam proses pembelajaran, dengan adanya tim ahli setiap anak menjadi bertanggung jawab dengan ilmu pengetahuan yang harus mereka pahami.
Aldo (yang tampilannya seperti preman mampu menjelaskan dengan baik dan benar mengenai materi yang diembannya kepada teman-temannya). Ternyata diantara siswa yang lain, Aldo lah yang sangat sangat bersemangat. Baru kali ini dia berani mengutarakan hasil pemikirannya dan dari ilmu yang dia dapatkan kepada orang lain. Pada penampilan berikutnya ada juga Lamber yang tidak kalah semangatnya dengan Aldo. Teman-teman mereka pun takjub melihat Aldo dan Lamber yang biasanya tidak suka belajar dan suka buat keributan di kelas justru menjadi lebih bersemangat belajar saat Aku aplikasikan metode belajar tim ahli. Pada pertemuan selanjutnya Aku gunakan model kooperatif dengan metode pembelajaran yang berbeda untuk materi yang berbeda. Siswa-siswaku belajar menggunakan dua metode, yang pertama belajar menggunakan media audio visual berupa aplikasi macromedia flash dan power point, yang kedua belajar menggunakan alat peraga sederhana. Selain mengajarkan Kimia, Aku juga mengajarkan siswa mengoperasikan laptop dan aplikasi belajarnya. Kemudian Aku juga mengajarkan bagaimana cara menjelaskan yang baik dan benar kepada teman-teman kelas mereka. Siswa sangat bersemangat belajar menggunakan media pembelajaran yang jarang dilakukan oleh guru-guru lainnya. Setelah belajar, setiap siswa harus menjawab soal posttest dan memberikan kesan mereka terhadap metode belajar yang mereka aplikasikan tadi.
Aku bertekad akan mengajarkan dan memberikan mereka baik ilmu dan pengalaman belajar yang dulu pernah aku dapatkan saat masih di bangku sekolah. Aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk siswa-siswaku. Siswa-siswaku juga harus merasakan suasana belajar yang aktif, kooperatif dan menyenangkan seperti di sekolah-sekolah lainnya. Hal yang paling membahagiakan adalah ketika mereka utarakan secara langsung bahwa mereka senang belajar.
“Ibu Guru, Aku senang belajar”
Kan ku kumpulkan kebahagiaan ini tahap demi tahap
Seberat apa pun tantangannya
TAK ADA KATA MENYERAH
Demi anak-anakku
demi bangsaku
demi masa depan INDONESIA
Berbagi satu hal
menyampaikan satu ayat
walau kecil dan sederhana
tetapi memBAHAGIAKAN
Raidatul Fannyda, S.Pd
Guru Kimia
SM3T 2014 LPTK Universitas Riau
Kecamatan Kota Atambua
Kabupaten Belu
Provinsi Nusa Tenggara Timur







