“Guru, Pelita dalam Kegelapan” Itulah kata-kata yang masih kuingat sampai saat ini, kata-kata tersebut berasal dari puisi salah satu siswi X MIPA yang kebetulan dibacakannya pada perayaan Hari Guru Nasional yang bertepatan pada hari ini Selasa, 25 November 2014. Perayaan Hari Guru ditempatku mengabdi belum pernah diadakan sebelumnya dan inilah yang pertama sekali, namun walaupun yang pertama tapi penuh makna yang membuatku mengerti arti sebuah pengorbanan dan sebuah kesabaran dalam menghadapi segalanya. Pengorbanan dalam hal waktu, pengorbanan dalam fisik dan psikis, serta pengorbanan materil. Kesabaran dalam menghadapi egoisme dalam diri masing-masing guru, membuatku awalnya menyerah pada keadaan yang ada. Namun, ada satu hal dalam hatiku yang selalu mengatakan “ Lakukanlah”, dan saya mengikuti kata-kata yang selalu membuat saya untuk maju dan maju melakukan kegiatan ini.
H-7 sebelum diadakannya perayaan Hari Guru tersebut, saya datang ke kelas XI MIPA menyampaikan keinginan saya untuk mengadakan kegiatan perayaan Hari Guru dengan dukungan dari siswa dan siswi yang ada disini karena salah satu dari siswa di kelas ini merupakan Ketua Osis yang menjabat tahun ini, hal ini saya lakukan untuk mengetahui seberapa besar “animo” mereka dalam menyambut Hari Guru tersebut. Awalnya saya membuat suatu forum dan mengajukan sebuah pertanyaan yaitu tentang perayaan apa yang diadakan pada tanggal 25 November, dan mereka tidak ada yang mengetahuinya. Sampai akhirnya, jawaban Perayaan Hari Guru Nasional keluar dari mulut saya sendiri. Dan merekapun serentak menjawab” Ooo. Perayaan Hari Guru”. Saya merasa terkejut, melihat keadaan siswa dan siswi di SMAN Raimanuk ini. Namun, saya masih tetap bersemangat untuk menyampaikan keinginan saya ini. Saya mengawalinya dengan menyampaikan adanya Upacara untuk memperingati hari guru tersebut, namun merekapun terpancing untuk menyampaikan beberapa pendapat mereka yaitu, mereka menginginkan adanya acara bebas setelah Upacara memperingati hari Guru tersebut, sayapun menyerahkan susunan acara yang mereka inginkan kepada mereka, namun susunan upacara yang mereka buat harus saya sampaikan kepada Koordinator Sekolah yaitu Bapak Paulus Halek Nahak, S.Pd untuk mendapatkan persetujuan dari bapak Koordinator, agar kegiatan yang akan kami lakukan tersebut dapat dilaksanakan. Dan bapak Koordinator pun menyetujui adanya kegiatan tersebut dan langsung menunjuk saya sebagai Ketua Panitia acara Memperingati Hari Guru Nasional tersebut. Segera saya menyampaikan persetujuan dari bapak Koordinator tersebut kepada perangkat OSIS. Merekapun mulai memilih anggota OSIS yang akan terlibat di acara tersebut. Hari berikutnya saya menyampaikan rencana kegiatan yang telah disetujui oleh Bapak Koordinator tersebut kepada guru-guru yang lain, karena mereka belum mengetahui tentang acara kegiatan tersebut. Merekapun menyetujui kegiatan tersebut, dan mereka merombak beberapa pengisi acara, yaitu pada saat upacara, para guru yang menjadi pesertanya namun pasukan paskibra sekolah juga ikut ambil alih dalam upacara tersebut. Setelah selesai menyusun semua acara bersama-sama dengan guru yang lainnya. Kamipun memutuskan untuk memulai melakukan latihan upacara di hari senin, semua guru pun segera mempersiapkan kelengkapan mereka masing-masing sesuai dengan tugas yang telah diembankan kepada mereka.
Hari jumat pun tiba, semua guru sudah tiba di sekolah tepat pada pukul 16.00 WITA, karena menurut kesepakatannya akan diadakan latihan upacara tepat hari ini pukul 16.00 WITA. Disela-sela latihan upacara tiba-tiba bapak Koordinator menyatakan ketidaksediaan beliau untuk menjadi Pembina dalam upacara tersebut dengan alasan beliau besok ingin meyelesaikan administrasi dalam perubahan golongan kepegawaiannya. Namun, karena tidak ada seorangpun yang bersedia menjadi Pembina dalam upacara tersebut, maka kepala sekolah induk meminta langsung kepada bapak coordinator untuk menghadiri upacara tersebut. Dan bapak coordinator bersedia namun beliau tidak bisa lama-lama mengikuti upacara tersebut. Kamipun menyetujuinya. Latihan pun segera dimulai dengan hikmat dan lancar. Saya berharap agar upacar besok sehikmat latihan hari ini.
Hari yang ditentukanpun datang, Selasa, 25 Noember 2014 pukul 08.30 WITA, upacarapun dimulai, dan saya mulai harap-harap cemas karena saya takut sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, namun semua ketakutan saya tidak terbukti. Suasana Upacara yang hikmat terasa di lapangan Kepala Desa tempat kami melaksanakan upacara tersebut. Hingga pukul 10.00 WITA upacara yang hikmatpun selesai. Guru-guru dan siswa-siswi bersorak kegirangan karena keberhasilan upacara yang tidak pernah dilaksanakan sebelumnya. Semua saling bersalam-salaman sembari mengucapkan selamat hari guru, satu dan yang lainnya.
Setelah upacara selesai, semua siswa dan para guru segera menuju ke Balai Desa untuk melaksanakan acara selanjutnya yaitu acara bebas, tetapi masih berhubungan dengan Hari Guru, seperti Puisi bertemakan guru, pidato bertemakan pendidikan, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, Tebe dan Dansa. Sebelum acara bebas dilaksanakan, terlebih dahulu perangkat OSIS mengumumkan hasil pemilihan Guru Terbaik dan Guru Terfavorit 2014 pilihan seluruh siswa. Dan pemenang Guru terbaik diberikan OSIS kepada saya, sedangkan Guru Terfavorit diberikan kepada Gradiana Babulu, S.Pd. Saya pun diberikan kepercayaan untuk menyampaikan ucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oeh siswa-siswa kepada saya. Semua siswa pun memberikan bunga kepada tiap-tiap guru, sebagai tanda terima kasih dan juga dalam rangka memperingati hari guru. Tebe dan dansa membuat semua beban selama kegiatan belajar mengajar satu semester hilang dan yang ada hanyalah kegembiraan. Semuanya berjalan lancar hingga pukul 12.00 WITA. Setelah acara dinyatakan selesai oleh Bapak Koordinator. Semua siswa segera membereskan semua kelengkapan yang dipakai pada acara tersebut. Selesai mereka membereskan semua peralatan dan perlengkapan. Semua guru dan siswa pun pulang menuju rumah masing-masing. Dan hari ini kegiatan belajar mengajar tidak diadakan karena ada acara lainnya yang harus diikuti oleh para guru. Sayapun mengucapkan syukur pada Tuhan atas kelancaran semua kagiatan hari ini. Dan berikut adalah hasil jepretan Upacara dari fotografer yang berasal salah satu anggota OSIS..
Melly, Belu, NTT







