Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) merupakan salah satu program kerja Basecare Edukasi Indonesia Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7-9 Maret 2019 di SD Inpres Nefotes dan SMP Negeri Satu Atap Nefotes, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Di sekolah ini terdapat 104 peserta didik. Sekolah berjarak 20 km dari kota kabupaten dan 5 km dari ibu kota kecamatan, dengan akses jalan berbatu dan melewati hutan.
Pemberangkatan Tim MeAN ke SD Inpres dan SMPN Satap Nefotes dimulai pukul 08.00 WITA (7/03/2019). Perjalanan ditempuh dengan menggunakan mobil pick up dan kendaraan roda dua. Dalam waktu tempuh 60 menit, akhirnya Tim MeAN sampai di Desa Bijaepunu.
Hari pertama (7/03/2019)
Kedatangan kami sudah dinantikan oleh peserta didik, kepala sekolah, para guru, dan orang tua peserta didik. Antusias mereka mengobati rasa lelah perjalanan kami. Setelah memperkenalkan diri yang diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Panitia MeAN, Djunaedi Tosari, S. Pd., Gr., dan Muh. Fathuddin Fatwa, S. Pd, Gr. Tim MeAN langsung berbaur dengan dewan guru, orang tua dan peserta didik.
Setelah sampai dan berbincang-bincang dengan kepala sekolah, orang tua dan peserta didik didampingi oleh Tim MeAn melakukan latihan upacara pembukaan. Kegiatan berlangsung pada pukul 15.00 yang dihadiri sekaligus dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Upacara pembukaan kegiatan MeAN diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, Djunaedi Tosari, S. Pd., Gr., yang menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah membantu untuk terselenggaranya kegiatan MeAN. Terlebih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang bersedia memberikan ijin baik surat tugas maupun ijin penggunaan sekolah. Bahkan Bapak Kadis bersedia hadir membuka kegiatan MeAN dengan resmi. Selanjutnya sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Drs. Seperius E. Sipa, M.Si. Dalam sambutannya, pak Kadis menyampaikan rasa terima kasih kepada GGD yang telah melaksanakan program Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) yang pertama kali diadakan di Kabupaten TTS.
“Saya sangat berharap hasil akhir dari kegiatan tersebut, para GGD bisa menghasilkan suatu modul pembelajaran muatan lokal. Di mana dalam Modul tersebut, berisikan kekayaan budaya Kabupaten TTS karena di Kabupaten TTS sendiri belum ada. Kalau sampai bisa dihasilkan maka modul tersebut bisa dipakai disekolah-sekolah di kabupaten TTS. Mengingat saat ini muatan lokal sudah masuk dalam kurikulum kita.” ungkap Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS
Walaupun desa Bijaepunu sudah dilengkapi dengan listrik namun dikarenakan cuaca yang tidak baik, maka listrik mengalami pemadaman. Ini sudah menjadi kebiasaan pada saat musim hujan tiba. Setelah anak–anak pulang, Tim MeAN mulai melakukan pembagian tugas untuk kegiatan esok hari.
Hari kedua (8/03/2019)
Pukul 07.00 WITA, kegiatan MeAN diawali dengan senam pagi. Semua peserta baik GGD, Dewan Guru, maupun peserta didik senang mengikuti senam yang bertujuan untuk mengajarkan peserta didik hidup sehat ini.
Pukul 08.00–10.00 WITA, seminar kesehatan tentang sosialisasi, Anti Narkoba dan HIV/AIDS diikuti oleh semua peserta didik. Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTS
Pukul 10.00–12.00 WITA, dilanjutkan dengan beberapa kegiatan edukasi yang dikoordinir langsung oleh GGD sebagai penanggung jawab. Beberapa kegiatan yaitu, musikalisasi puisi, kelas ceria, pos matematika, menyanyi, mendongeng, pos jarimatika, tarian daerah NTT, tarian daerah Sulawesi, tarian daerah Batak, dan Fun English.
Pukul 13.00-17.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan edukasi yang diajarkan oleh GGD ke peserta didik dan dikoordinir langsung oleh penanggung jawab kegiatan edukasi.
Hari ketiga (9/03/2019)
Pukul 07.00-07.30 WITA, kegiatan MeAN diawali dengan senam pagi untuk semua peserta baik GGD, Dewan Guru Maupin peserta didik.
Pukul 07.30–10.00 WITA, dilanjutkan kegiatan permainan edukatif yang dikoordinir langsung oleh GGD sebagai penanggung jawab. Permainananya yaitu, game ular tangga, ranking satu, dan game rock, scissors, dan paper.
Pukul 10.00-12.00 WITA, Kegiatan edukasi yang difasilitasi oleh GGD ke peserta didik berlanjut dengan lancar.
Pukul 13.00-15.00 WITA, Penampilan Peserta didik di atas pentas. Hal ini merupakan hasil kegiatan MeAN yang diajarkan oleh GGD ke peserta didik. Kegiatan terus berlanjut dengan pembagian donasi dan hadiah kepada peserta didik.
Pukul 15.00-16.00 WITA, Penutupan MeAN ditutup langsung oleh Kepala Sekolah SMPN Satu atap Nefotes. Beliau mengucapkan terima kasih kepada GGD yang sudah memilih sekolahnya sebagai tempat kegiatan MeAN dari banyak sekolah yang berada di kabupaten TTS.
Harapan kepala sekolah, “Walaupun GGD telah kembali ke sekolah masing-masing, kami sebagai guru yang berada di sekolah tempat kegiatan MeAN ini akan melanjutkan apa yang telah mereka bagikan ke peserta didik.”
Setelah upacara penutupan selesai, Tim MeAN mempersiapkan diri dan berpamitan kepada kepala sekolah beserta jajarannya, orang tua siswa yang sempat hadir dan peserta didik untuk kembali ke sekolah penempatan masing-masing.
Harapan GGD kabupaten TTS, “walaupun kita berpisah dan kami kembali ke tempat tugas masing-masing, hal yang telah kami bagikan ke peserta didik untuk terus ditingkatkan dan diaplikasikan pada kehidupan mereka.”
Reportase: Tim reportase GGD Kabupaten TTS
Editor: Tim editor MSI
















