Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh alumni PPG-SM-3T. Memberikan edukasi dan melatih kreativitas sebagai tujuan utamanya, tentu saja sesuai dengan tugas Guru Garis Depan yang secara umum berada di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Maka sangat memungkinkan jika Guru Garis Depan memandang bahwa MeAN sebagai program yang wajib dilaksanakan. Inilah hal utama yang mendorong sehingga GGD Banggai Kepulauan melaksanakan MeAN kali kedua yang diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus – 1 September 2019 di Kecamatan Liang, Banggai Kepulauan
Pembukaan
Desa Selekan dapat ditempuh sekitar 15 menit dari ibu kota Kecamatan Liang dengan kendaraan roda dua atau empat. Dari kejauhan balai desa terlihat ramai dengan tamu dan masyarakatnya. Tidak lama setelah acara pembukaan dimulai, Kepala Dinas Kabupaten Banggai Kepulauan menyampaikan sambutannya.
“Sekarang sudah zamannya 4.0, tak boleh lagi ada guru yang tidak bisa mengoperasikan android” terang Kepala Dinas di sela-sela sambutannya.
Setelah menyampaikan harapan-harapannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan membuka kegiatan MeAN secara resmi. Sore itu cukup meriah karena dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintahan Kecamatan Liang, tokoh agama, adat, dan masyarakat sekitar. Hal ini tentu tidak dilewatkan begitu saja, sehingga beberapa tokoh masyarakat diminta kesediaannya untuk diwawancarai secara singkat oleh rekan-rekan GGD. Akhir acarapun digunakan untuk foto bersama.
Sabtu pagi sekitar pukul 07.00, Guru Garis Depan kali ini telah siap lengkap dengan baju rompinya. Masing-masing mengambil peran sebagai pendamping dan pemateri pada pelatihan dan bimbingan sesuai jadwal dan tanggung jawab mereka masing-masing.
Pentingnya Menjaga Kebersihan
Pada umumnya, Sebagian besar peserta didik sekolah dasar belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan. Ini tentu wajar-wajar saja oleh karena keseharian anak-anak adalah bermain. Sehingga jika tidak diperhatikan, maka dapat menyebabkan mereka kurang sehat dan berpenyakitan. Selain mereka selalu diperhatikan dengan baik tentunya harus dibekali dengan pengetahuan yang sesuai dengan cara hidup bersih. Inilah yang dilakukan oleh Guru Garis Depan pagi ini terhadap peserta didik SDN Selekan agar menyadari bahwa kesehatan adalah segalanya.
Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Bullying
Bagi anak remaja, penyalahgunaan Narkoba dan Bullying seakan menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja. Banyaknya berita-berita di media elektronik seakan menjadi makanan ringan bagi remaja usia sekolah. Jika ini tak segera diatasi atau dibentengi tentu akan berdampak buruk bagi perilaku dan masa depan penerus bangsa. Dalam hal ini, Guru Garis Depan hadir untuk menyeimbaingi perilaku siswa SMPN 2 Okumel dan SMAN 1 Liang dengan memberikan sosialisasi tentang dampak penyalahgunaan Narkoba serta Bullying.
Pelatihan Perangkat Pembelajaran
Selain peserta didik, kegiatan MeAN ini juga memberikan pelatihan kepada Guru dan Tenaga Pendidik. Pelatihan perangkat pembelajaran dalam hal ini yang menjadi tujuan utamanya.
Penilaian merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang sangat penting bagi tenaga pengajar. Faktor inilah yang mendorong dianggap perlunya pelatihan perangkat pembelajaran bagi guru-guru. Tentu saja banyak bapak dan ibu guru yang memandang ini sebagai kesempatan untuk menambah pengetahuan. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah tenaga pengajar yang berasal dari Kecamatan Liang yang hadir. Pelatihan berlangsung selama tiga jam dengan tertib.
Pelatihan Kesenian
Pelatihan seni yang dilaksanakan dari hari pertama, kegiatan ini sangat penting untuk menjaga dan memperkenalkan budaya dari daerah lain. Tari kreasi dan tari Enggang adalah dua jenis tarian yang diajarkan kepada peserta didik yang nantinya akan ditampilkan pada acara penutupan. Selain tari, pelatihan vocal grup dan drama juga menjadi pelatihan seni yang akan ditampilkan pada malam penutupan. Tetapi semua itu tentu memerlukan kerja keras dari Guru Garis Depan, mengingat waktu yang diperlukan untuk melatih peserta didik hanyalah dua hari.
Pelatihan Pembuatan Hasta Karya
Di sudut lain, kreativitas berupa pembuatan hasta karya yang berasl dari bahan bekas yang dapat bernilai ekonomi tak kalah pentingnya. Selain dapat menjadi hiasan, juga dapat menjadi karya tangan yang bernilai ekonomi. Vas bunga misalnya yang dibuat oleh siswa SMAN 1 Liang dengan didampingi Guru Garis Depan dapat membantu perekonomian keluarga jika bisa dipasarkan.
Dinamika Kelompok dan Permainan Edukatif
Sore hari sekitar jam 16.00, berbagai permainan edukatif cukup menghibur siswa SMPN 2 Okumel, SMAN 1 Liang, dan masyarakat yang sempat hadir menyaksikan secara langsung. Mulai dari permainan lomba karung, memindahkan air terigu dari wadah di atas kepala, hingga memindahkan bola pingpong dalam gelas. Terdengar suara siswa-siswi yang begitu riuh oleh keseruan permainan yang disajikan. Ditambah lagi mereka yang juara akan mendapatkan cinderamata saat malam penutupan.
Senam Pagi dan Jalan Sehat
Hari minggu tentu saja tetap menjadi hari special bagi setiap orang. Bagaimana tidak, hari ini biasa digunakan untuk bersantai dan jalan-jalan. Seperti halnya akhir pekan ini. Senam pagi adalah kalimat yang pertama muncul dalam pikiran siswa dan masyarakat Selekan saat terbangun. Pukul 07.00 masyarakat sudah berbondong-bondong ke lapangan untuk segera memulai senam pagi. Suara musik yang memaksa kita mengangguk-anggukan kepala adalah bagian dari irama senam pagi ini.
Setelah senam pagi, kini waktunya jalan sehat sekaligus membersihkan sampah yang berserakan di jalanan. Untuk menambah semangat, telah disediakan pos untuk pembagian kupon. Setiap orang yang memegang kupon mempunyai peluang untuk memenangkan hadiah. Namun tentu saja hanya bagi mereka yang beruntung yang mendapatkannya hadiahnya.
Kegiatan selanjutnya pada sore hari adalah pembagian donasi kepada murid SDN Selekan dan siswa SMPN 2 Okumel. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Guru Garis Depan terhadap peserta didik yang ada di wilayah 3T. Secara tidak langsung juga dapat memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar kedepannya.
Penutupan
Malam senin menjadi malam peutupan kegiatan MeAN di Desa Selekan. Penutupan kali ini lebih meriah daripada pembukaan. Acara di gelar pada luar gedung, hal ini karena tamu dan mayarakat yang hadir lebih banyak untuk menyaksikan penampilan anak-anak mereka.
Pada kesempatan pertama Camat Liang, Umara Pundeng Ali, S. Pd., SH., MH., memberikan sambutan. “Kegiatan seperti ini adalah hal yang paling saya sukai, saya harap MeAN selanjutnya diadakan kembali di Kecamatan Liang dan sasaran utamanya adalah orang tua yang tidak bisa membaca” ungkap Camat Liang.
Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku Direktur Yayasan Masyarakat SM3T Institute juga menyempatkan diri hadir pada MeAN Banggai Kepulauan menyampaikan sambutanya pada kegiatan penutupan. Beliau menjelaskan proses terbentuknya “Masyarakat SM-3T Institute”, dan juga menyampaikan bahwa kegiatan MeAN yang dilaksanakan saat ini di Banggai Kepulauan adalah yang ke-57 se-Indonesia. Sambutan terakhir adalah Koordinator Pendidikan Wilayah Kecamatan Liang sekaligus menutup kegiatan MeAN.
Setelah acara penutupan selesai, berbagai hasil pelatihan seni dari murid SDN Selekan, Siswa SMPN 2 Okumel, dan SMAN 1 Liang ditampilkan. Waktu sungguh tak terasa telah menunjukkan 11.30, disebabkan meriahnya pementasan seni dari siswa-siswi yang tampil. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, acara foto bersama menjadi penutup kegiatan pada malam itu.
Reportase: Herman, S. Pd., Gr.
Editor: Tim editor MSI



















