Alumni SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) kembali menggelar perayaan hari ulang tahun yang ke-8. Meskipun program Kemdikbud ini hanya melahirkan enam angkatan, namun semangat para alumni SM-3T yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di daerah 3T tidak padam. Ini bisa terlihat pada pengabdian para alumni SM-3T yang terus melakukan kegiatan menginspirasi hingga saat ini. Hal serupa kembali dilakukan di perayaan Hari Ulang Tahun Ke-8 SM-3T pada tanggal 06 September 2019 di SMK Negeri 3 Jeneponto, Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Tepat pukul 09.05 WITA, pembawa acara memulai acara kemudian dilanjutkan pembacaan Ayat Suci Al-quran oleh siswi SMK Negeri 3 Jeneponto, Nurul Asmi.
Acara ketiga adalah persembahan dari siswa SMK Negeri 3 Jeneponto, Tari Selamat Datang kemudian sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh koodinator GGD Jeneponto, Bapak Akbar Hasman, S. Pd., Gr. Selanjutnya oleh Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute, Bapak Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr. Dalam sambutan tersebut dijelaskan sejarah singkat SM-3T. Program Kemdikbud yang ada sejak 6 September 2011 silam telah melahirkan puluhan ribu guru profesional meski harus terhenti di tahun keenam. Beliau juga menceritakan bahwa para alumni SM-3T telah mengabdi selama satu tahun di daerah 3T kemudian pulang untuk mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) selama setahun. Selanjutnya, tiga angkatan telah menjadi GGD (Guru Garis Depan) yang dilepas langsung Oleh Bapak Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo kini telah mengabdi di daerah 3T. Sebelum menutup sambutannya, beliau berpesan bahwa bersekolah jangan untuk mencari kerja, tetapi sekolahlah agar mampu mengelolah hidup. Spontan hal ini disambut riuh tepuk tangan para hadirin di akhir sambutannya.
Sambutan ketiga oleh Bapak Kepala UPT SMK Negeri 3 Jeneponto, Bapak Akhmad, S. Pd., M. Pd. Dalam sambutan tersebut di sampaikan dukungan serta kegembiraan atas terselenggaranya acara HUT Ke-8 SM-3T di sekolah yang dipimpinnya tersebut. Disampaikan pula bahwa seminar Penguatan Pendidikan Karakter yang diadakan tersebut sangat penting bagi siswa dan siswi. Beliau selaku salah satu Kepala UPT SMK Negeri yang mendapatkan penempatan GGD juga menyampaikan harapannya kepada Bapak Presiden, Bapak Ir. Joko Widodo agar program tersebut tidak berhenti. Usai menyampaiakan sabutannya beliau langsung membuka acara peringatan HUT ke-8 SM-3T.
Seminar Penguatan Pendidikan Karakter dengan tema “Kerja Bersinergi Mengedukasi Anak Negeri dalam Membentuk Karakter Mulia bagi Siswa-siswi SMA Sederajat di Daerah 3T Indonesia”.
Sebelum ditutup acara pembukaan dengan doa, Bapak Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr. menyerahkan piagam penghargan kepada Bapak Kepala UPT SMK negeri 3 Jeneponto.
Acara selanjutnya yaitu persembahan Tari Kipas dan Puisi Teater bertema “perundungan” atau sering disebut bullying. Teater tersebut berhubungan dengan materi pertama yang dibawakan dalam seminar, yaitu Gerakan Stop Bullying.
Ibu Dian Resty Rutepar, S. Pd., Gr., yang merupakan alumni SM-3T memberikan materi Gerakan Stop Bullying kepada siswa-siswi perwakilan dari 22 SMA/SMK di Jeneponto. Beliau menjelaskan contoh bullying hingga sebab akibat yang ditimbulkan oleh pelaku dan korban serta pencegahannya. Hal serupa dilakukan oleh Bapak Enoswandi, S.Pd., Gr., dalam Kampanye Anti Narkoba dan HIV/AIDS. Beliau menjelaskan bahaya besar napza. Dengan demikian diharapkan pengetahuan yang didapatkan siswa dapat membentengi diri agar tidak melakukan bullying dan apatah lagi hingga mengkonsumsi napza.
Selepas waktu salat Jumat acara dilanjutkan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Para pemateri menyampaikan bahwa sebagai warga yang baik kita perlu mengetahui kebangsaan dan bela negara. Pengetahuan ini dapat menjadikan siswa berkarakter dan menumbuhkan cinta tanah air.
Materi terakhir adalah Program Pelatihan Kreasi Seni dan Kegiatan Hasta Karya. Pertama, siswa dijelaskan pengertian seni, bentuk dan ragamnya, sampai pada pemilihan serta pembentukan warna sekunder dari warna dasar. Setelah itu peserta seminar diajarkan membuat pot bunga dari bahan dasar handuk bekas yang direndam kedalam campuran semen.
Pukul 14.45 Wita sampailah pada acara pemotongan tumpeng oleh Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute, Bapak Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., sebagai puncak acara HUT ke-8 SM-3T. Acara ditutup dengan doa dan foto bersama kemudian pemberikan sertifikat kepada setiap peserta yang hadir dalam rangkaian kegiatan HUT ke-8 SM-3T. Tak lupa pula para peserta kegiatan menuliskan harapan mereka untuk pendidikan di Indonesia kedepannya melalui spanduk yang telah disediakan.
Reportase: Tim reportase MSI
Editor: Tim editor MSI

















