Sejak tahun 2021, Yayasan Masyarakat SM-3T Institute memulai langkah nyata dalam mendukung penguatan pendidikan di daerah melalui program Edukasi Literasi bagi Guru, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Program ini hadir untuk memperluas wawasan para pendidik, mengembangkan keterampilan mengajar yang adaptif, serta membangun ekosistem literasi yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh guru, peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Memasuki tahun 2022, program ini menyentuh salah satu kabupaten penting di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Wajo. Kegiatan edukasi literasi diselenggarakan pada tanggal 17–18 September 2022 di SMP Negeri 1 Pitumpanua, Wajo. Kegiatan berlangsung dengan suasana sangat khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Acara dibuka secara resmi oleh Pengawas Korwil Kecamatan Pitumpanua, H.Andi Hasan,S.Pd.,M.Si.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi se tinngi tingginya kepada Masyarakat SM-3T Institute atas inisiatif menghadirkan program edukasi literasi bagi guru daerah 3T Indonesia di wilayahnya. Ia menekankan bahwa kegiatan bertema literasi seperti ini masih jarang diadakan di daerah, sehingga sangat bersyukur Kabupaten Wajo, khususnya Kecamatan Pitumpanua, dijadikan salah satu titik pelaksanaan kegiatan. Beliau berharap keberlanjutan program ini dapat menjadi pendorong semangat baru bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kegiatan edukasi literasi ini menghadirkan 50 guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dari berbagai sekolah di Kabupaten Wajo. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa guru di daerah memiliki komitmen besar dalam mengembangkan diri dan meningkatkan pemahaman terkait literasi.
Adapun maksud dari kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman mendalam tentang konsep enam literasi dasar (literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan), menanamkan pentingnya pendidikan karakter untuk memperkuat nilai integritas, gotong royong, dan kemandirian peserta didik, mengajak guru mengembangkan konsep pembelajaran berbasis lingkungan yang relevan dengan potensi lokal dan kearifan daerah, menghadirkan strategi literasi dalam kerangka Merdeka Belajar, agar guru mampu mengelola pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan inovatif, serta melatih guru melalui praktik pembuatan denah kaya literasi sebagai peta strategis pengembangan kegiatan literasi di sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali dengan sajian materi yang padat dan aplikatif, di antaranya :
- Pemahaman mendalam tentang 6 literasi dasar sebagai bekal utama menghadapi tantangan abad 21.
- Penguatan pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia.
- Pembelajaran berbasis lingkungan yang memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar.
- Strategi literasi dalam kerangka Merdeka Belajar, agar guru semakin luwes dalam mendesain kegiatan pembelajaran.
- Workshop denah kaya literasi di sekolah, di mana guru secara praktis dilatih untuk menyusun rancangan strategi pengembangan literasi di lingkungan pendidikan masing-masing.
Kegiatan edukasi literasi ini menjadi momen penting bagi para guru untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan strategi literasi secara langsung. Suasana diskusi dan partisipasi aktif dari peserta menandakan adanya antusiasme tinggi untuk membawa pulang ilmu yang diperoleh dan menerapkannya di sekolah.
Salah satu peserta sekaligus tuan rumah kegiatan, Kepala SMP Negeri 1 Pitumpanua, Bapak Andi Makkuraga,S.Pd.,M.Pd., memberikan apresiasi yang mendalam terhadap terselenggaranya program ini. Beliau menyampaikan:
“Kami sangat mengharapkan agar kegiatan seperti ini terus didukung dan dilaksanakan secara berkesinambungan, karena manfaatnya sangat besar. Di daerah kami, masih banyak guru yang belum memahami konsep literasi, apalagi literasi lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, guru-guru bisa lebih paham dan mampu mengimplementasikannya secara nyata di sekolah. Terima kasih kepada Masyarakat SM-3T Institute yang telah menghadirkan program luar biasa ini.”
Dengan demikian, kegiatan edukasi literasi di Kabupaten Wajo tahun 2022 bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah langkah nyata dalam menguatkan peran guru sebagai motor penggerak literasi, sekaligus menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang kaya akan budaya literasi.
Salam literasi.








