Bukan karena mereka tak pintar, bukan karena mereka tertinggal tapi karena mereka adalah saudara-saudara sebangsa kita yang serumah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itulah yang membuka mata dan telinga kita sehingga ingin melihat dan mendengar sebuah asa yang terucap dari bibir anak negeri ini yang berada di pelosok bumi pertiwi. Mereka ingin maju, ingin pintar dan di situlah kita dibutuhkan untuk hadir di tengah mereka sebagai pengabdi tulus di medan sunyi.
Dalam rangka membantu mereka mencapai asa, Tim Mengedukasi Anak Negeri Masyarakat SM-3T Institute, pada tanggal4-6 September 2016 telah menyambangi sebuah Mandrasah Aliyah Panggalo yang berada di desa Padang Timur Kecamatan Campalagiang Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sejarah berdiirnya sekolah atas munculnya keprihatinan dan kepedulian melihat banyaknya anak putus sekolah akibat ketidakmampuan secara ekonomi. Bapak H. Irwan bersama Pemuda berusaha mencari pendanaan untuk membiayai pengadaan seragam dan buku yang diberikan kepada siswa secara gratis, namun Departemen Agama siap memberikan bantuan ketika memiliki gedung sekolah sendiri sehingga Bapak Irwan bersama pemuda setempat mendirikan bangunan semi permanen yang mereka sebut sebagai bangunan darurat sebagai prasyarat dalam permohonan proposal. Atas inisiatif itu berdirilah sebuah sekolah rujukan yang bebas dari berbagai macam pungutan.
Tanah tempat berdiri gedung sekolah ini adalah hasil hibah oleh salah masyarakat setempat atas bukti kepeduliaannya terhadap anak-anak di kampung tersebut dengan memberikan bantuan sarana belajar meskipun bantuan tersebut masih jauh dari yang seharusnya. Melihat semakin banyaknya simpati yang masuk ke sekolah tersebut, anak dari pemilik tanah yang dulunya menghibahkan tanah miliknya untuk dijadikan lokasi pendirian bangunan meminta agar sekolah itu dirobohkan. Bapak H. Irwan pun dengan penuh kesabaran memindahkan bangunan sekolah ke desa tak jauh dari tempat berdirinya semula tepatnya di Desa Ongko Dusun Ongko Barat. Bapak H. Irwan pun menjadi Kepala Sekolah sekaligus sebagai pengajar meskipun beliau juga telah mengabdi di sekolah DDI Panggalo sebagai guru honorer. Giat dan besarnya pengabdian beliau dengan berbagai kemajuan yang membuat masyarakat ingin mengambil alih pengelolaan sekolah tersebut. Bapak H. Irwan pun meminta kepada Kepala Sekolah TK agar dapat meminjamkan kembali gedungnya untuk digunakan dalam aktifitas pembelajaran.
Perjuangan Bapak H. Irwan tak henti sampai di situ, meskipun sebuah badai penolakan dari sebagian masyarakat terus terjadi, tetapi kegigihan beliau telah sampai di Kantor Wilayah Polewali Mandar sehingga memberikan saran untuk membuat Yayasan sendiri agar tidak mendapatkan gangguan dari orang-orang yang tidak senang atas perjuangannya. Maka pada tahun 2014, Bapak H. Irwan mendirikan Yayasan tingkat atas yang diberi nama Mandrasah Aliyah Panggalo dengan mendirikan bangunan semi permanen di atas tanahnya sendiri.
Mendengar cerita perjuangan Bapak H. Irwan dari Saudara Syahrir, salah satu alumni SM-3T yang berasal dari kampung tersebut membuat Tim Mengedukasi Anak Negeri dan SM-3T Peduli menyambangi sekolah tersebut dengan perjalanan darat kurang lebih delapan jam dari BaseCare Pusat Makassar. Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri dan SM-3T Peduli juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lahir SM-3T ke-5 tahun. Tim Edukasi melakukan beberapa kegiatan seperti Pelatihan Cara Belajar Kreatif, Pelatihan Pramuka, Pelatihan Seni (Tari dan Vocal Group), Pembuatan Hasta Karya, Pembelajaran Menyenangkan, Kegiatan Kerohanian (Pembelajaran Shalat dan Baca Al-quran), Olahraga dan Outbound serta Pendidikan Budi Pekerti dan Nasionalisme. Hal ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada anak didik di sekolah tersebut sekaligus memberikan bantuan SM-3T Pedu;i sebagai bentuk kepedulian masyarakat SM-3T Indonesia terhadap pendidikan di daerah tertinggal.







