ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR — Peringatan kemerdekaan di Alor Barat Laut tidak sekadar berlangsung dalam seremoni. Momentum Agustus dimanfaatkan untuk menghadirkan gerakan yang lebih dekat dengan kebutuhan pendidikan melalui peningkatan kapasitas pendidik dan penyaluran perlengkapan belajar bagi siswa. Komitmen tersebut diwujudkan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) melalui dua agenda di SMK Negeri Kokar, Desa Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. Edukasi Literasi Guru berlangsung pada 15 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan SM-3T Peduli pada 18 Agustus 2026.
Kehadiran MSI di Alor merupakan bagian dari rangkaian pengabdian pendidikan yang bergerak dari satu wilayah 3T ke wilayah lainnya. Setelah sebelumnya menjangkau Kepulauan Anambas di Sumatra, estafet kegiatan berlanjut ke Alor sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap penguatan pendidikan. Kegiatan Edukasi Literasi Guru mempertemukan pendidik dari 17 satuan pendidikan. Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.
Forum tersebut mengangkat tiga pokok pembahasan, yakni 6 Konsep Literasi, Pembelajaran Mendalam, dan Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID). Ketiga materi tersebut disampaikan oleh pemateri dengan bidang pembahasan masing-masing. Abdul Mahyuddin Djou, S.Pd.,Gr membawakan materi 6 Konsep Literasi. Materi ini diarahkan untuk memperluas cara pandang guru terhadap literasi sebagai kecakapan membaca realitas, mengolah informasi, serta membantu siswa menulis masa depannya. Literasi tidak ditempatkan sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi sebagai bekal bagi siswa untuk memahami informasi, merespons persoalan, dan mengambil keputusan dalam kehidupan.
Selanjutnya, Ahmad Mubarok, S.Pd., SI menyampaikan materi Pembelajaran Mendalam. Materi ini mendorong proses belajar yang tidak berhenti pada hafalan, tetapi bergerak menuju pemahaman, pemaknaan, dan keterhubungan pengetahuan. Guru didorong untuk menghadirkan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa menghubungkan materi dengan pengalaman, lingkungan, serta persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Radia Yustin Jawas, S.Pd., Gr. membawakan materi Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID). Pelatihan tersebut membuka ruang bagi guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agar aktivitas di kelas semakin partisipatif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan PID juga diarahkan untuk memperkaya pengalaman belajar sekaligus mendorong keterlibatan siswa secara lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Kepala SMK Negeri Kokar, Apnamilsah Obisuru, S.Pd., MM, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran MSI memberikan tambahan energi bagi sekolah dalam mengembangkan kapasitas guru sekaligus memperkuat perhatian terhadap pendidikan di Alor Barat Laut.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada Masyarakat SM-3T Institute yang telah hadir, berbagi pengetahuan, dan memberikan perhatian kepada sekolah kami. Kegiatan seperti ini menjadi energi baru bagi guru dan siswa untuk terus tumbuh dan maju.”
Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 Kabupaten Alor, Zefry G.N. Donuisang, SE, M.Ec.Dev. Ia memberikan apresiasi terhadap kemauan para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan berharap keberadaan jejaring MSI di Alor dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi dunia pendidikan.
“Saya bangga sekali terhadap guru-guru hebat yang terus mau belajar dan mengembangkan diri. Semoga ke depan Tim Masyarakat SM-3T Institute yang berada di Alor menjadi ujung tombak, garda depan, sekaligus nyala api semangat untuk kemajuan pendidikan Alor.”
Penguatan kapasitas guru tersebut kemudian dilengkapi dengan kepedulian yang diarahkan langsung kepada siswa melalui kegiatan SM-3T Peduli. Semangat pengabdian kemudian diteruskan melalui kegiatan SM-3T Peduli pada 18 Agustus 2026. Tiga hari setelah agenda penguatan guru, tim MSI kembali hadir di SMK Negeri Kokar untuk menyerahkan bantuan kepada siswa.
Sebanyak 50 siswa dan siswi menerima paket perlengkapan belajar. Bantuan yang diberikan meliputi 50 paket tas, 50 pak pulpen, dan 50 pak buku tulis. Penyaluran tersebut menjadi bentuk dukungan langsung terhadap kebutuhan belajar siswa. Di tengah keterbatasan yang masih menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah 3T, keberadaan perlengkapan belajar diharapkan dapat membantu siswa menjalani aktivitas pendidikan dengan lebih baik. Bagi siswa penerima, bantuan tersebut juga memiliki arti emosional karena diberikan bertepatan dengan suasana peringatan kemerdekaan. Paket yang diterima bukan semata-mata barang kebutuhan sekolah, tetapi menjadi pengingat bahwa perjuangan memperoleh pendidikan juga membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak.
Salah seorang penerima bantuan, Keysa Andini Alelang, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan MSI.
“Terima kasih dan syukur luar biasa kepada Tim MSI yang sudah memberikan saya kado spesial berupa paket belajar yang luar biasa. Paket ini sangat berharga dan banyak manfaatnya untuk kami. Bantuan ini membuat kami semakin bersemangat untuk belajar.”
Penanggung Jawab Titik Lokasi (PJ Tilok) Kabupaten Alor, Abdul Mahyuddin Djou, S.Pd.,Gr mengatakan pelaksanaan Edukasi Literasi Guru dan SM-3T Peduli di Alor merupakan bagian dari agenda pengabdian yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah 3T Indonesia. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti di Alor. MSI telah menyiapkan pelaksanaan program hingga Desember 2026 dengan sasaran sejumlah kabupaten di wilayah 3T.
“Alor menjadi bagian dari rangkaian estafet kegiatan Masyarakat SM-3T Institute. Edukasi Literasi Guru dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 dan SM-3T Peduli pada 18 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan MSI ini akan terus berjalan hingga Desember 2026 dengan menyisir kabupaten-kabupaten di daerah 3T Indonesia.”
Ia menjelaskan, pola pelaksanaan secara estafet memungkinkan gerakan pengabdian menjangkau lebih banyak daerah. Setiap wilayah yang menjadi titik kegiatan diharapkan tidak hanya menerima manfaat program, tetapi juga ikut menumbuhkan semangat kolaborasi untuk memperkuat pendidikan. Gerakan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur pendidikan dan masyarakat dalam perhatian yang sama, yakni mendorong kesempatan belajar yang lebih merata bagi anak-anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Dua kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri Kokar menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pendidikan. Peningkatan kapasitas guru berjalan beriringan dengan pemberian dukungan bagi siswa.
Di ruang pelatihan, para pendidik memperoleh kesempatan memperkaya wawasan dan mencoba pendekatan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman. Di sisi lain, para siswa mendapatkan perlengkapan yang dapat menunjang aktivitas belajar mereka. Alor pun menjadi bagian dari perjalanan panjang MSI dalam menghadirkan pengabdian pendidikan di wilayah 3T. Dari satu titik ke titik berikutnya, gerakan tersebut membawa ikhtiar untuk memperkuat guru, memperluas pemahaman literasi, mendekatkan teknologi kepada pembelajaran, dan menghadirkan kepedulian dalam bentuk yang dapat dirasakan langsung.
Di Alor Barat Laut, kemerdekaan menemukan maknanya melalui aktivitas pendidikan. Guru membuka ruang untuk terus belajar, teknologi mulai mengambil tempat dalam pembelajaran, dan siswa menerima dukungan untuk melanjutkan langkah menuju cita-cita. Sebab, memaknai kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk menyiapkan masa depannya melalui pendidikan.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI












