TALAUD, SULAWESI UTARA — Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) memperluas pengabdiannya di wilayah kepulauan melalui program SM-3T Peduli dan Edukasi Literasi Guru (ELG) di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Rangkaian kegiatan berlangsung pada Kamis–Jumat, 30–31 Juli 2026, dan menyasar siswa dan pendidik di Kecamatan Tampan’amma.
SM-3T Peduli Salurkan Bantuan Perlengkapan Belajar
Rangkaian kegiatan diawali dengan program SM-3T Peduli di SMP Negeri 1 Tampan’amma, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (30/7/2026). Sebanyak 64 siswa menerima bantuan perlengkapan pendukung pembelajaran dari Yayasan Masyarakat SM-3T Institute.
Kedatangan tim SM-3T Peduli di lingkungan sekolah diawali dengan penyambutan adat oleh Ratumbanua Desa Ammat selaku tokoh adat, bersama pihak sekolah dan tokoh masyarakat. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penerimaan masyarakat terhadap kehadiran tim sekaligus membuka ruang interaksi antara pelaksana program, sekolah, dan masyarakat setempat.
Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada siswa. Secara simbolis, perwakilan Yayasan Masyarakat SM-3T Institute menyerahkan 64 paket perlengkapan belajar kepada siswa SMP Negeri 1 Tampan’amma. Setiap paket berisi tas sekolah, tempat air minum, buku, pulpen, pensil, penghapus, dan rautan pensil. Penyerahan bantuan disaksikan Ratumbanua Desa Ammat serta jajaran guru SMP Negeri 1 Tampan’amma.
Seritenaya Wowor, S.Pd., Gr., salah satu guru SM-3T yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa antusiasme siswa menjadi salah satu dorongan bagi pelaksanaan SM-3T Peduli. Menurutnya, sambutan dari Ratumbanua Desa Ammat dan pihak sekolah juga menunjukkan dukungan masyarakat terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 17.45 WITA dan ditutup dengan doa bersama serta dokumentasi bersama siswa, guru, masyarakat, dan tim SM-3T Peduli.
ELG Perkuat Kapasitas Guru di Tampan’amma
Sehari setelah pelaksanaan SM-3T Peduli, MSI melanjutkan rangkaian kegiatan melalui program Edukasi Literasi Guru (ELG). Forum tersebut digelar di SMP Negeri 1 Tampan’amma, Jumat (31/7/2026), dan mempertemukan kepala sekolah serta guru SD-SMP se-Kecamatan Tampan’amma dalam ruang berbagi pengetahuan dan penguatan praktik pembelajaran.
Berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, ELG diikuti 50 peserta dari jenjang SD dan SMP. Peserta berasal dari 12 satuan pendidikan, yakni SMP Negeri 1 Tampan’amma, SMP Negeri 4 Rainis, SMP Ganalo, SDN Riung, SDN Ammat, SDN Ganalo, SDK Tuabatu, SDN Dapalan, SMP Negeri 2 Tampan’amma, SDN Binalang, SMP Negeri 3 Rainis, dan SDN 1 Tampan’amma.
Forum ELG diarahkan untuk memperluas pemahaman guru mengenai pendekatan pembelajaran serta pemanfaatan teknologi yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Rangkaian acara diawali dengan sambutan Kepala SMP Negeri 1 Tampan’amma, Marnix Edah, S.Pd., yang menyambut pelaksanaan ELG sebagai ruang pengembangan kapasitas pendidik di Kecamatan Tampan’amma. Selanjutnya, Ketua Panitia, Seritenaya Wowor, S.Pd., Gr., menyampaikan laporan pelaksanaan sebelum peserta mengikuti sesi pembelajaran.
Empat alumni SM-3T yang terlibat sebagai pemateri membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta melalui empat materi utama. Junior Montolalu, S.Pd., Gr., membawakan materi 6 Literasi Dasar; Muhammad Fahruzy, S.Pd., Gr., menyampaikan Koding dan Kecerdasan Artifisial; Eigel Mamuli, S.Pd., M.Pd., Gr., membahas Pembelajaran Mendalam (deep learning); sementara Giovani Manein, S.Pd., menyampaikan materi Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID).
Pada materi 6 Literasi Dasar, peserta membahas literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi siswa. Materi Pembelajaran Mendalam mengarahkan peserta pada perancangan proses belajar yang membantu siswa membangun pemahaman lebih kuat, mengembangkan kemampuan berpikir, serta menghubungkan pengetahuan dengan konteks pembelajaran.
Sementara itu, melalui materi Papan Interaktif Digital, guru diperkenalkan pada pemanfaatan media digital untuk menyajikan materi melalui teks, gambar, video, dan aktivitas interaktif. Penguatan kompetensi teknologi dilanjutkan melalui materi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA). Guru mendapatkan pemahaman dasar mengenai koding serta berbagai kemungkinan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam mendukung proses pembelajaran dan aktivitas pendidikan. Penggunaan teknologi tersebut diarahkan sebagai alat bantu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
Eigel Mamuli, S.Pd., M.Pd., Gr., salah satu narasumber sekaligus alumni SM-3T, menyampaikan bahwa ELG tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang bagi guru untuk mengembangkan gagasan berdasarkan kondisi sekolah masing-masing.
“Melalui program Edukasi Literasi Guru, kami ingin memastikan para pendidik di Kecamatan Tampan’amma memiliki ruang untuk saling belajar dan berbagi dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran. Alumni SM-3T hadir membawa pengalaman dan semangat berbagi, termasuk dalam mengenalkan pendekatan pembelajaran mendalam serta pemanfaatan kecerdasan artifisial yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan siswa di kelas,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi mengenai berbagai tantangan pembelajaran yang dihadapi di sekolah. Kegiatan tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada guru untuk mempertimbangkan strategi dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun rencana aksi di sekolah masing-masing untuk menerapkan pengetahuan dan gagasan yang diperoleh selama kegiatan. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam memperkuat praktik pembelajaran di Kecamatan Tampan’amma.
ELG di Tampan’amma menjadi salah satu bentuk kontribusi MSI dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik di daerah 3T. Program ini sekaligus memperkuat upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa dan perkembangan teknologi pendidikan.
Rangkaian kegiatan SM-3T Peduli dan ELG di Talaud memperlihatkan dua bentuk dukungan MSI terhadap pendidikan, yakni pemberian dukungan langsung kepada siswa dan penguatan kompetensi pendidik. Kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan jejaring alumni SM-3T tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan di wilayah kepulauan.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI









