Agenda Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) oleh alumni PPG SM-3T kembali dilaksanakan, kali ini menyasar lokasi sekolah di Kalimantan Timur. Menyeberangi sungai Mahakam, anggota Basecare Alumni PPG SM-3T Kalimantan Timur bersama tim kerja MeAN Masyarakat SM-3T Institute (MSI) menghadirkan sejumlah kegiatan edukasi, donasi, dan literasi di SDN 016, Desa Muhuran, Kota Bangun, Kutai Kartanagera pada tanggal 23-24 Februari 2018
Pukul 08.45 Wita sebanyak 15 orang anggota Basecare MSI Kalimantan Timur dan 2 orang perwakilan MSI Pusat memulai perjalanan dari Basecare MSI Kalimntan Timur dengan doa secara khidmat yang dipimpin oleh saudara Irham, S.Pd.Gr.,
Alhamdulillah hari cerah membuat perjalanan menuju daerah sasaran lancar. Perjalanan dimulai dari kota Samarinda menuju Tenggarong selama kurang lebih 30 menit. Dilanjutkan menuju kecamatan kota Bangun selama 2 jam dengan jalan yang berliku dan menanjak. Pukul 11.30 tim berhasil sampai di rumah Rossy Alvionita, S.Pd.Gr yang menjadi tempat tinggal selama kegiatan MeAN Kutai Kartanegara berlangsung. Lokasi ini hanya memiliki satu jalur yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan darat. Jarak antara Basecare MSI Kalimantan Timur dengan rumah Rossy Alvionita, S.Pd.Gr sekitar 135 Km.
Jalan dari rumah Rossy Alvionita menuju sekolah dapat ditempuh dengan dua jalur alternatif, bisa mengggunakan sepeda motor dengan memilih jalur terdekat yaitu menyusuri jalan pinggiran sungai menuju jembatan Martadipura.
Sedangkan jalur lainnya, yaitu 5 orang mengendarai mobil mengambil jalur berbeda. Jalur ini meski terbilang jauh, namun medannya tidak terlalu sulit dan bisa dilalui mobil dengan membawa muatan perlengkapan yang akan digunakan saat di lokasi, termasuk makanan dan barang-barang donasi yang akan disumbangkan
Belum mencapai ujung jembatan Martadipura, anggota berbelok ke kanan melewati gapura Desa Muhuran, namun tidak berarti sudah sampai di desa tersebut. Kita harus menggunakan jasa penyeberangan dan hanya kendaraan bermotor dan penumpang yang bisa melewati sungai menuju Desa Muhuran, sehingga mobil harus disimpan di sebuah dermaga mini. Dengan membayar 5000 rupiah untuk setiap kendaraan serta penumpang, dan menempuh waktu 10 menit, anggota Tim akan sampai di dermaga kecil Desa Muhuran. Barang perlengkapan diangkut menggunakan motor dengan sistem bolak-balik karena dari dermaga menuju sekolah SDN 016 Kota Bangun, berjarak sekitar 1 km
Hari Pertama, Jumat 23 Februari 2018
Tepat pukul 11.30 Wita, tim sampai di rumah Rossy Alvionita, S. Pd. Gr, di jalan Hasbullah Hasyari RT 3 No. 33 RW 1, Kelurahan Kota Bangun Ilir Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan posko utama tim selama agenda MeAN Kalimantan Timur 2018 dilaksanakan
Tim langsung mengadakan breafing lalu makan bersama. Selanjutnya tim dibagi menjadi 3 yang terdiri dari tim satu yang dipandu oleh Charles Yuianto Ngata, S.Pd, Gr sebagai penanggung jawab perlengkapan menuju sekolah terlebih dahulu. Tim kedua adalah tim laki-laki yang menuju mesjid terdekat untuk melaksanakan ibadah jamaah sholat Jumat. Dan tim ketiga menyiapkan konsumsi pembukaan. Pukul 13.30 Wita, tim dua dan tiga menyusul menuju sekolah yang terbagi menjadi dua alternatif jalan. Kendaraan bermotor yang mengambil jalan singkat dan kendaraan bermobil yang harus mengambil jalan jauh. Perjalanan yang memang jauh dan jalan yang tidak semuanya bagus membuat jarak tempuh menjadi lama. Terlebih lagi harus menyeberangi sungai dengan transportasi yang masih tergolong sederhana dan tidak dapat ditumpangi oleh mobil
Acara pembukaan tepat pukul 14.30 Wita, dimulai dengan salam dari Eka Wijayanti, S.Pd, Gr. sebagai pembawa acara. Kegiatan selanjutnya yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza dan Mars SM-3T yang dipandu oleh Muatiatul Khoiroh, S.Pd,Gr. Lalu sambutan-sambutan yang disampaikan, mulai dari Ketua Basecare MSI Kalimantan Timur, Faul Samara, S.Pd.,Gr, Direktur Masyarakat SM-3T Institute, Akhiruddin Haer, S.Pd., Gr. dan sambutan kepala sekolah SDN 016 Kota Bangun sekaligus membuka acara kegiatan MeAN Kutai Kartanegara ini
Agar acara dapat berlangsung dengan lancar, maka sebelum ditutup agenda pembukaan ini, dilaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh Irham, S.Pd. Gr dan rangkaian pembukaan ini ditutup oleh pembawa acara pada pukul 15.00 Wita
Pemutaran film edukasi merupakan agenda pertama yang dilaksanakan khusus untuk siswa kelas 4 dan kelas 5, sementara kelas 6 sedang mengikuti agenda PAIKEM. Pemutaran film tetap di ruangan yang digunakan untuk acara pembukaan sehingga hanya kelas 6 yang dibimbing memasuki kelas mereka. Agustiyanti, S.Pd, Gr sebagai penanggung jawab kegiatan membuka kegiatan menonton film dengan menyapa peserta, Nurmiati, S.Pd, Gr dan Endang Radiana membagikan snack dan membantu penanggung jawab dalam kegiatan film edukasi. Beberapa kali film dihentikan untuk mengetahui respons siswa dengan memberikan pertanyaan seputar film yang berjudul ‘Serdadu Kumbang’ dan memberikan hadiah buku serta pensil kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar dan tepat. Film yang berdurasi 1 jam 41 menit ini mengajarkan peserta didik untuk terus mencapai cita-cita meski dalam situasi sulit dan memiliki keterbatasan dalam kehidupannya. Peserta sangat antusias dalam mengikuti agenda pemutaran film edukasi ini. Terlihat jelas dari wajah mereka, tertawa saat ada adegan yang lucu dan ikut sedih ketika ada hal sedih yang terjadi di film tersebut. Begitu juga yang diungkapkan Levi, siswa kelas 5 yang mendapatkan hadiah pertama karena menjawab pertanyaan. “Saya senang menonton film Serdadu Kumbang, seru. Terima kasih ibu dan bapak guru Alumi SM-3T.” Ucapnya sambil tersenyum-senyum.
Bersamaan dengan pemutaran film edukasi untuk kelas 4 dan kelas 5, di kelas 6 sedang berlangsung program Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM). Program ini dikemas dalam beberapa kegiatan sebagai berikut
Di dalam ruang kelas 6 agenda dimulai dengan salam. Dilanjutkan perkenalan dan ice breaking “aku tau, aku paham, dan melakukan” dan “Tepuk Tangan” diikuti dengan gerakan. Kegiatan ini dilaksanakan hanya 10 menit.
Setelah kelas kondusif dan gembira, Mutiatul Khoiroh, S.Pd.Gr dan Rossy Alvionita, S.Pd, Gr sebagai penanggung jawab kegiatan bertanya tentang cita-cita dan mengenalkan pohon impian serta membimbing siswa untuk menuliskan cita-cita mereka di daun pohon impian. Mutiatul Khoiroh, S.Pd, Gr menjelaskan bahwa tujuan dari pohon impian ini adalah memotivasi peserta didik untuk berani mencapai cita-cita mereka.
Peserta didik kelas 6 tentu akan menghadapi ujian untuk menamatkan sekolah dan melanjutkan ke jenjang berikutnya, namun tak jarang ada peserta didik yang tidak berhasil. Berdasar hal tersebut, maka Alumni PPG SM-3T memberikan tips dan trik menghadapi ujian yang disampaikan oleh Rina Mardiana S.Pd, Gr. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar peserta didik lebih giat belajar, percaya diri atas kemampuan diri dan tenang dalam mengerjakan soal ujian. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan kegiatan simulasi ujian sekolah (US) untuk mengukur kemampuan dasar siswa
Simulasi US ini dimulai dengan berdoa sebelum mengerjakan soal. Dan Rossy Alvionita, S.Pd Gr sebagai penanggung jawab membagikan pensil dan soal serta lembar jawaban kepada seluruh peserta didik. Kegiatan ini berlangsung 1 jam dari pukul 15.30 hingga 16.30 Wita.
Setelah mengerjakan simulasi ujian sekolah, peserta didik senam jari agar lebih rileks. Selanjutnya peserta didik diajarkan mathematics is fun dengan metode jarimatika yang bertujuan agar peserta didik senang belajar matematika dan mengembangkan otak kanan. Kegiatan PAIKEM diakhiri dengan pembacaan doa dan pembagian snack sebelum memulangkan peserta didik pukul 17.00 Wita.
Kegiatan hari pertama di sekolah berakhir, seluruh anggota tim merapikan ruangan, membereskan perlengkapan dan meninggalkan sekolah untuk kembali ke rumah Rossy Alvionita, S.Pd,Gr. dan tiba pada pukul 17.50 Wita.
Seusai istirahat, mandi, dan sholat maghrib, tim konsumsi memasak dan semua anggota makan malam bersama. Setelah sholat Isya, dilaksanakan evalusi hari pertama dan breafing hari kedua untuk memastikan persiapan agenda hari kedua lebih baik seperti perlengkapan dan konsumsi. Briefing kegiatan MeAN Kutai Kartanegara berlangsung hingga pukul 21.30 Wita, setelah itu agenda hari pertama ditutup dengan istirahat malam
Hari Kedua, Sabtu 24 Februari 2018
Kegiatan hari kedua dimulai dari masak bersama untuk konsumsi peserta oleh tim perempuan yang bangun pukul 04.20 Wita. Disusul tim laki-laki yang ikut membantu membungkus snack untuk siswa. Pukul 05.10 Wita dilaksanakan sholat Subuh berjamaah, setelah itu persiapan dan sarapan bersama.
Pada pukul 06.00 Wita, 8 anggota tim berangkat menuju sekolah untuk mempersiapkan kegiatan senam dan perlengkapan kegiatan hari kedua, seperti meja, ruangan, spanduk, dll. Disusul 4 anggota 15 menit kemudian, pukul 07.30 Wita semua anggota dipastikan sudah berangkat menuju sekolah.
Agenda pertama hari kedua di sekolah yaitu olahraga bersama berupa senam pagi yang dipandu oleh Rossy Alvionita, S. Pd.GR. dan Merson Paipin, S. Pd. Gr tepat pukul 07.30 Wita. Peserta didik yang hadir 98%. Senam pagi diawali dengan mengkondisikan peserta didik dilanjutkan pemanasan selama 4 menit. Lalu senam dengan media musik yang diperagakan oleh Rossy Alvionita dan Merson Paipin di depan peserta. Senam yang dilaksanakan ada tiga jenis yaitu senam Maumere selama 8 menit, senam Pinguin 5 menit dan senam kreasi Turun Naik selama 8 menit, agenda senam ditutup dengan pendinginan selama 6 menit. Selain peserta didik, senam pagi ini juga diikuti oleh beberapa anggota tim, guru, dan beberapa warga. Merson Paipin, S. Pd,Gr menjelakan bahwa tujuan dari senam pagi ini adalah membiasakan peserta untuk hidup sehat secara jasmani dan rohani. Selain senam, karena waktu memungkinkan sebelum agenda selanjutnya, peserta diberikan ice breaking oleh Rossy Alvionita dan Rina Mardiana ‘Pohon mangga’ dan ‘Marina Menari dan Menangis’.
Setelah senam, pukul 08.00 – 10.00 Wita, peserta diarahkan untuk terbagi menjadi dua kelompok kegiatan yaitu kelas kecil yang terdiri dari kelas 1,2 dan 3 dan kelas besar yang terdiri dari kelas 4, 5 dan 6.
Di waktu bersamaan, kedua kelas ini melakukan hal yang berbeda. Untuk kelas kecil melakukan permain edukasi di lapangan, penanggung jawab kegiatan Mutiatul Khoiroh dan Rina Mardiana serta dibantu oleh beberapa anggota tim (Ryan Rifai, Rossy Alvionita, Merson Paipin) membimbing siswa membuat lingkaran besar yang dipimpin oleh Rina Mardiana, S.Pd.Gr. Tim berada di tengah lingkaran dan melakukan perkenalan dengan peserta didik. Selanjutnya diajak bernyanyi naik delman dan diberikan ice breaking pohon mangga, tepuk segitiga dan tepuk segiempat. Dilanjutkan permainan ‘Latihan Konsentrasi’ oleh Rina Mardiana, S.Pd.Gr yaitu game ‘benar salah’.
Pukul 08.20 Wita, pembagian kelompok dengan sistem acak, yaitu mencabut kertas bergambar, bagi yang memperoleh gambar sama akan bergabung menjadi satu kelompok. Peserta sangat antusias dalam mencari kelompoknya yang dilanjutkan dengan menentukan ketua untuk kelompok kucing, kelinci, bebek, kupu-kupu, gajah, ayam, burung
Pukul 08.50 Wita, penjelasan oleh Rina Mardiana, S.Pd.,Gr tentang permainan yang akan dilakukan tersebut terdiri dari beberapa pos sekaligus menjelaskan permainan di tiap pos. Pos pertama, peserta diberikan petunjuk melalui cabutan kertas untuk mencari harta karun yang disembunyikan di sekitar sekolah dan memecahkan masalah pada harta karun yang berupa soal-soal, lalu mengumpulkan jawaban kembali ke pos 1.
Pos kedua dimulai pukul 09.10 Wita, Ryan Rifai, S.Pd. Gr menjelaskan sistem permainan estafet karet dengan sedotan. Kegiatan dibagi menjadi beberapa kali, dengan begitu kelompok yang tidak bermain menyemangati kelompok yang bermain. Setelah estafet karet selesai, peserta istirahat 5 menit untuk main.
Pos ketiga, permainan estafet air dengan gelas bekas yang dibolongi. Sebelum bermain, peralatan memang sudah disiapkan oleh tim. Pos tiga ini bertujuan untuk melatih kerja sama karena harus bersama-sama menutup lubang gelas. Permainan estafet air dilaksanakan 2 menit setiap sesi, dan permaian ini dilakukan sebanyak 3 sesi.
Setelah semua pos terlewati dan semua kelompok peserta didik menyelesaikan pos-pos, peserta didik dibariskan kembali dan diberikan ice breaking ‘hujan rintik’. Agenda permainan edukatif diakhiri dengan pemberian hadiah bagi yang juara dan beberapa ATK dibagikan kepada peserta yang tidak mendapatkan juara. Akhirnya kelas kecil diperbolehkan pulang, setelah dilaksanakan pemberian snack kepada mereka
Pada waktu yang sama, pukul 08.00 Wita, kelas tinggi (4,5,6) diarahkan menuju ruangan kelas 1 untuk mengikuti kegiatan seni berupa kreasi pemanfaatan limbah kertas dan botol plastik menjadi pot. Kegiatan dimulai dengan memberikan ice breaking ‘menanyakan kabar’ dan dijawab dengan ‘my heart, my head, my bady is presh presh fresh’, dilanjutkan pengecekkan kelompok dan penyiapan bahan yang telah diintruksikan sebelumnya. Pukul 08.10 Wita, dilaksanakan simulasi dan bimbingan cara membuat kreasi pot dari botol bekas, dari cara menggambar pola, memotong dan mengecet, serta menjemurnya. Pukul 08.40 Wita, saat salah satu anggota kelompok menjemur pot botol, anggota kelompok yang masih berada di kelas dibimbing membuat tali untuk menggantung pot dengan cara menganyam tali rafia.
Sementara pot kreasi botol bekas dijemur, Nurmiati, S.Pd.Gr sebagai penanggung jawab dalam agenda ini mensimulasikan cara membuat pot dari limbah kertas dan dibantu oleh Agustyanti, Endang Radiana, dan Eka Wijayanti membantu membimbing kelompok-kelompok untuk melakukan hal yang telah disimulasikan. Kegiatan seni kreasi bahan bekas ini juga diikuti oleh beberapa guru dan satu orang warga karena merasa tertarik, peserta didik juga selama mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Langkah simulasi terdiri dari cara menggulung kertas, membuat pola kardus, menggunting serta merekatkan hingga membentuknya sebagai pot, lalu gulungan kertas ditempelkan pada seluruh bagian luar dari kardus dengan rapi. Kegiatan ini dilakukan selama 50 menit hingga pukul 09.30 Wita
Diperkirakan botol yang dijemur sudah kering, salah satu anggota kelompok dibimbing oleh anggota tim untuk mengambil dan menghiasi karakter pada botol dengan cat tipis. Di akhir agenda kreasi ini, diajarkan juga cara membuat bunga dari plastik bekas dan tusuk sate. Tepat pukul 10.00 Wita, rangkaian seni kreasi limbah ini berakhir setelah foto bersama peserta didik
Nurmiati, S.Pd. Gr sebagai penanggung jawab menjelaskan bahwa agenda seni kreasi bahan bekas ini diajarkan untuk memotivasi peserta agar lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah menjadi kerajinan. Bahan-bahan yang digunakan selain mudah didapatkan, murah, dan juga dapat membantu masyarakat untuk mengurangi sampah.
Agenda Pojok Baca dilaksanakan untuk kelas tinggi (4,5, dan 6). Irham, sebagai penanggung jawab membagi tiga tim yang terdiri dari tiga anggoa tim untuk siap mendampingi peserta didik membuat dan menghias pojok baca. Pukul 10.00 Wita, siswa dibimbing dari ruangan seni kreasi menuju kelas masing-masing. Tim 1 yaitu kelas 4 dibimbing oleh Irham, Eka Wijayanti dan Mutiatul Khoiroh. Tim dua yaitu kelas 5 dibimbing oleh Faul Samara, Rina Mardiana dan gustyanti. Tim 3 yaitu kelas 6 yang dibimbing oleh Merson Paipin, Endang Radiani dan Rossy Alvionita.
Di dalam kelas masing-masing, pembimbing laki-laki bersama peserta didik laki-laki membuat rak dan menempelkannya di dinding. Sedangkan peserta didik perempuan dibimbing oleh pembimbing wanita untuk mendesain hiasan pojok baca dengan bahan-bahan seperti kertas origami, kertas karton, dan bahan-bahan yang disedikan oleh tim MeAN 2018 Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Agenda pembuatan pojok baca ini berlangsung selama 1 jam hingga foto bersama dan ditutup pukul 11.00 Wita dan peserta didik diarahkan menuju ruangan kegiatan dongeng
Agenda selanjutnya pukul 11.00-13.10 Wita, yaitu kerohanian atau agenda keagamaan beserta Ishoma yang diselipkan di dalamnya simulasi dan praktik cara mencuci tangan yang benar. Agenda kerohanian terbagi menjadi tiga bagian yaitu dongeng religi, praktik berwudhu, serta sholat jamaah di mesjid Desa Muhuran.
Penanggung jawab dalam agenda dongeng islami yaitu Rossy Alvionita, S. Pd.Gr memilih dongeng Nabi Yunus dan kegiatan dimulai tepat pukul 11.00 Wita. Di awal agenda dimulai dengan ice breaking ‘tepuk anak sholeh’. Setelah itu dilanjutkan dengan mendongeng. Media yang digunakan berupa gambar yang telah dirancang menggunakan kardus dan beberapa tusuk sate yang dibungkus dengan kertas batik sebagai pegangan. Selain itu, menggunakan LCD sebagai latar dan suara-suara musik yang mendukung agar anak-anak lebih tertarik. Dongeng Nabi Yunus ini bercerita tentang nabi yang dikirim Allah SWT ke penduduk Niwana karena menyembah berhala. Rossy Alvionita menyampaikan bahwa banyak manfaat dari dongeng ini bagi anak-anak, di antaranya yaitu mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan mendengarkan struktur kalimat, meningkatkan minat baca, mengembangkan keterampilan berpikir, merangsang imajinasi dan kreativitas, mengembangkan emosi, memperkenalkan nilai-nilai moral serta ide-ide baru dan tentunya untuk relaksasi. Selama kegiatan dongeng berlangsung, peserta didik sangat antusias hingga kegiatan berakhir pukul 11.30 Wita.
Sementara proses agenda dongeng berlangsung, anggota tim mempersiapkan tempat untuk simulasi cuci tangan dan makan bersama, seperti merapikan meja dan menyapu ruangan
Penanggung jawab simulasi cuci tangan yang benar, Ryan Rifai, S.Pd.Gr mulai memberikan pengarahan pada pukul 11.05 Wita setelah peserta didik berpindah ruangan dari ruang dongeng ke ruang makan dan peserta didik mengikuti 7 langkah yang diperagakan. Setelah dilakukan peragaan tanpa air dan sabun yang diulang dua kali. Ryan Rifai bersama salah satu peserta mempraktikkan cara yang diajarkan dengan menggunakan air dan sabun hingga peserta bisa melaksanakannya dengan benar. Selanjutnya semua siswa mencuci tangan dan makan bersama. Agenda cuci tangan ini diharapkan dapat membiasakan peserta didik untuk hidup bersih dan menghindari berbagai macam penyakit
Setelah praktik cuci tangan dan makan bersama, pukul 11.45 Wita peserta didik dibimbing oleh tim menuju mesjid Desa Muhuran, dengan memisahkan peserta laki-laki dan perempuan. Penanggung jawab kelompok laki-laki Irham, S.Pd.Gr dan penanggung jawab kelompok peremuan Rina Maridiana, S. Pd.Gr. Mesjid berjarak sekitar 500 meter dari sekolah SDN 016 Kota Bangun. Sampai di mesjid tempat wudhu laki-laki dan perempuan yang berpisah sehingga masing-masing harus diberikan bimbingan. Rina Mardiana dan Irham memberikan simulasi cara berwudhu yang benar, lalu dipraktikkan oleh salah satu peserta didik dan dikoreksi bersama jika sudah benar. Satu persatu peserta didik melaksanakannya dan diawasi oleh masing-masing anggota tim MeAN
Setelah praktik wudhu selesai, pukul 12.30 Wita semua peserta didik dan anggota tim telah memasuki mesjid Jumaatul Ula untuk bersiap-siap melakukan sholat jamaah yang diimami oleh Imam mesjid Desa Muhuran yang merupakan warga desa setempat. Pukul 13.10 Wita peserta didik dan anggota tim telah kembali ke sekolah SDN 016 Kota Bangun.
Sarasehan Literasi Sekolah dimulai pukul 13.15 Wita yang dibuka oleh Direktur Masyarakat SM-3T institute Akhiruddin Haer, S.Pd, Gr dengan menjelaskan paparan program terkait literasi yang bisa diterapkan di sekolah, serta menjelaskan bahwasanya literasi tidak hanya terkait tentang baca tulis, namun mencangkup banyak hal misalnya mengakses dan menerapkan media sosial secara positif, dsb. Dilanjutkan dengan paparan motivasi, ajakan dan tips trik untuk bergerak bersama melaksanakan aktivitas literasi yang disampaikan oleh Nurmiati, S.Pd. Gr, alumni PPG SM-3T penggagas TBM ‘Rumah Ilmu Maruat’ di Kabupaten Paser yang juga memiliki hobi menulis. Dilanjutkan oleh Mutiatu Khoiroh, S.Pd. Gr yang memberikan dukungan terkait gerakan literasi dan bercerita tentang awal mula dia aktif menulis sebagai motivasi kepada peserta sarasehan untuk ikut bergerak melakukan hal kecil menuju perubahan yang lebih besar. Sarasehan literasi sekolah ini diikuti oleh kepala sekolah, kepalas desa, guru-guru, pejabat sekolah, siswa/i sekolah SDN 016 Kota Bangun dan seluruh tim MeAN Kutai Kartanegara. Agenda ini bertujuan agar semua elemen bisa bahu membahu menggerakkan literasi terutama di lingkungan sekolah. Kepala desa dan pihak sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini dan akan mengupayakan untuk ke depannya akan aktif melakukan kegiatan literasi. Sarasehan literasi ini berlangsung hingga pukul 14. 30 Wita
Sebagai agenda terakhir sebelum penutupan, dilaksanakanlah kegiatan donasi buku dalam program Penyaluran Buku bagi Harapan Daerah 3T Indonesia (Lubuk Hati) yang merupakan wujud partisipasi Alumni PPG SM-3T Kalimantan Timur sebagai panitia Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) 2018 di SDN 016 Desa Muhuran dalam mendukung kegiatan literasi dan membantu sekolah melengkapi buku-buku pelajaran maupun bacaan umum. Donasi ini terdiri dari 294 buku, baik berupa buku pelajaran, buku dongeng, komik, buku cerita anak, maupun buku pengetahuan umum yang memuat budaya dan info edukasi lainnya. Donatur program ‘Lubuk Hati’ ini, selain dari anggota Masyarakat SM-3T yang tersebar di Indonesia, juga berasal dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur.
Kegiatan Lubuk Hati dilaksanakan pukul 14.30 – 14.45 Wita dengan penyerahan secara simbolis dari Direktur Masyarakat SM-3T Insitute (MSI) Akhiruddin Haer, S.Pd, Gr kepada kepala sekolah. Dilanjutkan oleh ketua Basecare MSI Kalimantan Timur, Faul Samara kepada salah satu guru, lalu penyerahan selanjutnya oleh ketua panitia MeAN kepada siswa/i SDN 016 Kota Bangun, Desa Muhuran, kemudian ditutup dengan foto bersama
Agenda penutupan dan perpisahan kegiatan MeAN Kutai Kartanegara 2018 oleh Masyarakat SM-3T Institute Basecare Kalimantan Timur dilaksanakan pada pukul 14.45 – 13.15 Wita dengan pembawa acara Eka Wijayanti, S.Pd., Gr., dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars SM-3T, pembagian hadiah bagi juara 4 besar untuk kegiatan simulasi Ujian Sekolah (US) Matematika yang diserahkan oleh ketua Basecare MSI Kaltim dan hadiah bagi juara 3 besar untuk prakarya terbaik yang diserahkan oleh ketua panitia MeAN, Irham. Dilanjutkan sambutan-sambutan, disampaikan oleh Faul Samara, S.Pd., Gr. selaku ketua MSI Kalimantan Timur, Akhiruddin Haer, S.Pd., Gr. sebagai Direktur Masyarakat SM-3T Institute, Irwani, S.PdI sebagai Kepala Sekolah SDN 016 Kota Bangun dan sambutan Ahmad Nur sebagai Kepala Desa Muhuran sekaligus menutup acara MeAN Kutai Kartanegara
“Program ini sangat bagus, kami sangat mengapresiasi kepada bapak ibu guru sebagai sarjana muda Alumni PPG SM-3T ini hadir di Desa Muhuran dan melaksanakan kegiatan di sekolah ini. Saya mengikuti kegiatan tadi dan melihat anak-anak sangat antusias. Besar harapan kami, agenda seperti ini bisa dilaksanakan lagi dan lebih lama lagi waktu pelaksanannya, agar bisa lebih meriah lagi. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih.” Ungkap Kepala Desa, Pak Ahmad Nur
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Irham, S.Pd,Gr, kemudian diakhiri dengan saling bersalaman antara peserta didik, tim MeAN, kepala sekolah, kepala desa, dan seluruh staf sekolah
Sebelum meninggalkan sekolah, tim mengadakan ‘operasi semut’ yaitu pembersihan sekolah dan merapikan kembali segala kelengkapan yang telah digunakan. Dilanjutkan evaluasi dan breafing kepulangan. Pukul 15.30 Wita, tim meninggalkan Desa Muhuran menuju rumah Rossy Alvionita, S.Pd.,Gr, setelah sholat azhar dan istirahat serta bersih-bersih, tim berpamitan dan meninggalkan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara pada pukul 17.15 Wita menuju Tenggarong dan dilanjutkan ke Kota Samarinda. Singgah sholat magrib di Mesjid Rahman antara Kota Bangun menuju Tenggarong…
Reportase dan Dokumentasi; Tim MeAN Basecare msi Kalimantan Timur







