Marhaban ya Ramadan. Selamat datang Ramadan 1439 H, salam bahagia dari kami para perindumu. Ramadan, saatnya berbagi kebahagiaan! Bulan Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Bulan ini menjadi jembatan menuju kemenangan di bulan Syawal. Segala ibadah dan amalan-amalan akan dilipatgandakan keberkahannya. Segala kekhilafan akan dibukakan pintu maafnya. Ramadan menjadi madrasah singkat, tempat belajar dan melatih diri dengan kebaikan, guna menghadapi sebelas bulan lainnya.
Kesempatan ini pula yang dimanfaatkan anggota Basecare Edukasi Indonesia DIY untuk berbagi dan menyalurkan donasi melalui kegiatan bakti sosial. Bakti sosial yang dilaksanakan di Panti Asuhan Putra Islam Giwangan ini berlangsung dengan semarak. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 2 Juni 2018 tepat pada 17 Ramadan ketika wahyu Allah pertama kali diturunkan. Dengan mengusung tema “Caring & Sharing Bersama Anak Yatim: Berbagi untuk Negeri, Menjemput Rida Illahi”, acara ini menjadi ajang silaturahmi rekan-rekan Basecare Edukasi Indonesia DIY dengan 45 santri yatim di panti asuhan tersebut.
Panti Asuhan Putra Islam Giwangan terletak di selatan Kota Yogyakarta. Panti ini memiliki santri berjumlah 45 anak. Keseluruhan santri di panti ini merupakan santri putra yang berkategori sebagai anak yatim dan yatim piatu. Usia para santri berkisar 5 hingga 17 tahun. Santri-santri di sini selain berasal dari Yogyakarta, sebagian berasal dari luar Kota Yogyakarta. Beberapa santri bahkan berasal dari luar Pulau Jawa. Selain belajar agama, santri di panti ini juga menjalankan sekolah di sekolah umum. Pada pagi hari para santri bersekolah, pada sore hingga malam hari mereka berkegiatan di panti. Panti asuhan ini terus berkembang berkat uluran kasih dari para dermawan.

Kebahagiaan yang tampak pada wajah para santri dan rekan-rekan Basecare Edukasi Indonesia DIY sepanjang acara, tak lepas dari aksi Suraban, sebagai pembawa acara yang sangat menghibur. Acara ini dimulai pada pukul 16.00 dengan selayang pandang mengenai Basecare Edukasi Indonesia DIY oleh Ketua Basecare Edukasi Indonesia DIY, Rahmat Na’afi, S. Pd., Gr., yang dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua Panitia Bakti Sosial, Heri Sutrisno, S. Pd., Gr., serta sambutan dari Ibu Samiyadi selaku pengelola Panti Yatim Putra Islam Giwangan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemutaran film edukasi 3T. Film yang disaksikan merupakan dokumentasi pengabdian dari rekan-rekan SM-3T ketika mengajar di Pegunungan Bintang, Papua. Tujuan dari pemutaran film ini adalah mengajak para santri untuk merenunggi setiap nikmat yang diberikan Allah sehingga nantinya akan senantiasa tumbuh rasa syukur pada hati mereka. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan tanya-jawab seputar film dan pendidikan. Para santri tampak antusias menyaksikan saudara-saudara mereka yang berada jauh di pedalaman Indonesia tersebut. Hal ini terbukti dari beberapa pertanyaan yang muncul dari mereka terkait kondisi saudara-saudara mereka di daerah 3T. Melalui pemutaran film ini anak-anak diharapkan mampu mengambil hikmah bahwa mereka anak-anak yang beruntung, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur dan berprestasi. Acara diskusi film ini juga diselingi dengan kuis dan pembagian door prize sehingga semakin semarak dan menambah semangat anak-anak.
Pukul 17.00, acara dilanjutkan dengan pengajian yang diisi oleh Ustaz Fajar Nur Rahmad. Ustaz yang juga seorang guru ini menyampaikan kepada santri bahwa keberkahan hidup bisa didapatkan di mana saja asal manusia bisa pandai-pandai dalam mensyukuri nikmat-Nya. Apa yang disampaikan ustaz diharapkan mampu memberi motivasi kepada para santri untuk tetap bersyukur atas kondisi mereka.

Menjelang buka puasa, para santri berdoa bersama. Rekan-rekan anggota Basecare Edukasi Indonesia DIY membagikan takjil dan makanan berbuka puasa dari titipan donasi para donatur. Setelah adzan Magribh berkumandang, seluruh yang hadir membatalkan puasa dilanjutkan dengan makan malam bersama-sama. Saat inilah kebersamaan dan kebahagiaan berbagi benar-benar dirasakan. Selesai menyantap hidangan takjil bersama, acara dilanjutkan dengan salat maghrib berjamaah.
BaseCare Edukasi DIY telah menghimpun donasi selama kurang lebih satu bulan sebelum acara bakti sosial ini dilaksanakan. Donasi yang diterima dari para donatur umum dan anggota Basecare Edukasi Indonesia DIY ini berupa uang tunai dan sembako. Acara bakti sosial ini pun mendapat dukungan dan apresiasi langsung dari Prof. Suyanto, Ph.D., mantan rektor UNY dan mantan Dirjen Mandikdasmen Kemdikbud RI dengan memberikan sumbangan langsung berupa sembako dalam acara ini. Hasil donasi selain disalurkan kepada Panti Asuhan Yatim Putra Giwangan melalui kegiatan bakti sosial ini, juga akan disalurkan kepada Panti Asuhan Miftahunnajah. Tujuannya agar lebih banyak anak-anak yang merasakan uluran kasih dari para donatur. Sembako yang diserahkan berupa beras, telur, minyak goreng, dan mi instan untuk keperluan panti sehari-hari. Penyerahan donasi sembako dan uang tunai secara simbolis dilakukan oleh Ketua Basecare Edukasi Indonesia DIY, Rahmat Naa’fi, S. Pd., Gr., dan Ketua Bakti Sosial, Heri Sutrisno, S. Pd., Gr., yang selanjutnya diterima oleh pengelola panti.

Penyerahan sembako ini menjadi puncak acara “Caring & Sharing Bersama Anak Yatim: Berbagi untuk Negeri Menjemput Ridho Illahi” yang digagas oleh Basecare Edukasi Indonesia DIY. Basecare Edukasi Indonesia DIY, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi untuk kelancaran acara ini. Terima kasih untuk para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezeki untuk kebahagiaan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga Allah limpahkan balasan berkah yang lebih baik lagi. Semoga pula donasi yang disumbangkan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Panti Asuhan Yatim Putra Giwangan dan Panti Asuhan Miftahunnajah.
Acara ditutup dengan foto bersama anggota Basecare Edukasi Indonesia DIY bersama para santri Panti Asuhan Yatim Putra Giwangan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dari Basecare Edukasi Indonesia DIY, disamping kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang telah dicanangkan. Sebab ini menjadi bukti komitmen Basecare Edukasi Indonesia DIY bahwa alumi tidak akan berhenti mengabdi.
Reportase: Tim reportase Basecare Edukasi Indonesia DIY
Editor: Tim editor MSI







