Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Manggarai Timur berlokasi di SMAN 9 Borong, Kelurahan Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Kegiatan MeAN kali ini diselenggarakan oleh Masyarakat SM-3T Instiute (MSI) Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar bersama Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Manggarai Timur dan alumni SM-3T yang tersebar di daratan Nusa Tenggara Timur.
Tim MeAN tiba di Labuan Bajo pada Kamis, 25 Juli 2018 menggunakan jalur laut dari pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian melanjutkan perjalanan darat dari Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat menuju Kabupaten Manggarai Timur dengan menempuh perjalanan darat selama 6 jam. Mereka disambut oleh GGD yang bertugas di Kabupaten Manggarai Timur.
Jumat, 27 Juli 2018
Kegiatan pembukaan terlaksana tepat pukul 09.00 WITA. Akbar, S. Pd., Gr., selaku ketua tim MeAN melaporkan beberapa penyampaian diantaranya ucapan terima kasih kepada pihak sekolah SMAN 9 Borong serta pemerintah setempat yang telah dengan sangat baik menyambut dan menerima tim di daerah mereka.
“Dalam MeAN kali ini, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu donasi buku, Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM), penguatan literasi sekolah serta program olah kreatif. Beberapa program baru juga akan dilaksanakan yaitu pendidikan penguatan karakter diantaranya Seminar Wawasan Kebangsaan, Sosialisasi Anti Narkoba dan HIV AIDS, Gerakan Stop Bullying, dan Indonesia Damai Anti Kekerasan”, tambah Akbar.

Koordinator GGD 2016 Manggarai Timur, Musa Dimyati, S. Pd., Gr., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga sebab bisa terlibat aktif dalam kegiatan MeAN kali ini. Harapan beliau semoga para peserta didik yang menjadi peserta MeAN bersungguh-sungguh dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Bapak Dominkus Syam selaku perwakilan dari pemerintah setempat, atas kedatangan tim MeAN yang sudah meluangkan waktunya untuk datang memberikan edukasi bagi peserta didik di daerahnya. Pembukaan kegiatan MeAN Manggarai Timur resmi dibuka oleh Wakil kepala SMAN 9 Borong. Doa bersama untuk kelancaran kegiatan MeAN beberapa hari ke depan dipimpin oleh Eduardus Sudarman, S. Pd., Gr.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM). Kegiatan ini dibawakan langsung oleh Musa Damyati, S. Pd., Gr., koordinator GGD 2016 Manggarai Timur. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah SMAN 9 Borong merupakan hal baru bagi sebagian besar peserta didik. Metode kegiatan yang diterapkan adalah Team Work, tujuannya untuk meningkatan kemampuan kerjasama kelompok, rasa percaya diri, kekompakan, konsentrasi, dan rasa saling memahami antar peserta yang tergabung dalam kelompok.

Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah kemampuan menulis. Dalam kegiatan MeAN ini dilaksanakan salah satu program penggiatan literasi yaitu kelas menulis. Mega Wulan Ning Suci, S. Pd., Gr., selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan pentingnya meningkatkan kemampuan menulis sebagai sarana untuk membudayakan literasi bagi peserta didik. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk workshop, agar setelah peserta didik memahami materi yang disampaikan mereka bisa menghasilkan karya dari pelatihan menulis ini.
Peserta didik menanyakan perihal bagaimana kiat-kiat untuk meningkatkan kemampuan menulis sementara mereka kekurangan informasi di desa. Dalam tanggapannya, Ibu Mega menyampaikan kiat meningkatkan kemampuan menulis adalah dengan menulis, menulis, dan menulis. Kemudian siswa dituntun membuat sebuah puisi untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta didik dalam mengembangkan kemampuan menulisnya. Di akhir kegiatan Ibu Mega memberikan semangat kepada peserta didik untuk senantiasa meningkatkan kemampuan menulis meskipun tinggal di daerah pinggiran.
Salah bentuk kegiatan program olah kreatif yang dilaksanakan di MeAN Manggarai Timur adalah kesenian tradisional melalui pelatihan tari kecak yang merupakan tari khas daerah Bali. Gede Ambara Putra, S. Pd., Gr., yang merupakan peserta GGD 2016 mencoba mengenalkan salah satu budaya di luar daerah Manggarai Timur kepada peserta didik. Dalam pelatihan tari ini, sebanyak 10 peserta didik dilibatkan untuk melaksanakan latihan selama 3 hari ke depan untuk persiapan pementasan di hari terakhir MeAN.
“Kami berharap peserta didik lebih bisa mengahargai budaya dari daerah lain, serta meningkatkan kemampuannya khususnya di bidang tari”, ungkap lelaki yang dipanggil pak Gede itu.
Dalam proses pelatihan, penanggung jawab memiliki banyak kendala antara lain sikap anak-anak yang malu, gerakan mereka yang sangat kaku, dan tari ini memang adalah hal yang lain bagi mereka. Namun dengan semangat anak-anak, Pak Gede Ambara sangat yakin mereka bisa menguasai tarian sebelum ditampilkan di hari terakhir MeAN.

Kegiatan pelatihan tari lainnya yaitu Tari Taulolonna Sulawesi. Selain meningkatkan kerjasama dan kekompakan, Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan ragam budaya seni Indonesia kepada peserta didik. Kegiatan pelatihan berlangsung tiga hari selama pelaksaan MeAN. Ully Reski Amalia Rahman, S. Pd., Gr., selaku penanggung jawab menjelaskan bahwa tarian ini adalah tarian yang bercerita tentang gerak dan aktifitas anak perempuan dari suku Makassar yang terlihat anggun. Setelah penari dipilih sebanyak lima orang yang semuanya perempuan. Peserta didik dengan penuh keseriusan dan semangat mereka mengikuti latihan sesuai arahan dan intruksi dari pelatih.
Tidak hanya tarian dari daerah lain yang dilatihkan, ada juga tarian dari daerah asal mereka yakni pelatihan tari tradisional Manggarai “Pu’u Songke”. Ully Reski Amalia Rahman, S. Pd., Gr., dan Paulianus Jehadu, S. Pd., bersama-sama melatih peserta didik. Tari khas ini memiliki tujuan untuk menunjukkan hasil tenunan masyarakat Manggarai. Pelatihan menari ini diikuti oleh 5 orang peserta didik. Dalam proses melatih, beberapa peserta didik terlihat sangat nyaman dan tenang dalam menguasai tari ini karena telah memiliki kemahiran dasar sehingga mereka sisa dipermantap dalam latihan.
Program olah kreatif lainnya ialah melatih peserta didik untuk membuat hasta karya yaitu pembuatan lampu hias kelap-kelip dari barang yang ada di lingkungan sekitar. “Salah satu tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kreativitas peserta didik dalam memanfaatkan barang yang ada di sekitar mereka untuk didaur ulang menjadi benda yang baru dan bernilai”, ungkap Eduardus Darman, S. Pd., Gr selaku penanggung jawab.
Sebanyak 20 peserta didik di bagi menjadi 6 kelompok, dimana masing-masing kelompok bekerja sama dalam membuat hasta karya mereka masing-masing. Barang yang digunakan dalam pembuatan lampu kelap-kelip ini adalah botol bekas, tempat tisu, dan minyak tanah. Dalam prosenya, peserta terlihat sangat senang dan antusias dalam menyelesaikan tugasnya. Beberapa peserta didik mengaku bahwa yang mereka buat adalah sesuatu hal baru bagi mereka. Semoga pelatihan ini bisa terus berjalan agar bisa menjadi sebuah karya yang tetap dilestarikan.
Salah satu program penguatan literasi sekolah yang diterapkan adalah sosialisasi membaca 15 menit yang juga merupakan program wajib dalam gerakan literasi sekolah Mengedukasi Anak Negeri. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam ruangan pada pukul 15.00 sampai 16.00. Penanggung jawab kegiatan Ibu Mega Wulan Ning Suci, S. Pd., Gr., menjelaskan bahwa program ini sangat penting bagi peserta didik untuk meningkatkan semangat literasi khususnya pada keterampilan membaca. Harapan dari kegiatan ini adalah peserta didik bisa membiasakan diri meluangkan waktunya selama 15 menit untuk membaca.
Sabtu, 28 Juli 2018
Kegiatan hari kedua dimulai dengan kegiatan senam. Penanggung jawab kegiatan Muhammad Subhan, S. Pd., Gr., menjelaskkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan olah gerak kepada peserta didik agar sehat bugar sebelum memasuki ruangan untuk menerima materi selanjutnya. Kegiatan ini dimulai pukul 07.15 sampai 08.15 WITA di halaman SMAN 9 Borong. Antusias peserta didik sangat luar biasa dilihat dari jumlah peserta senam yang hadir. Kegiatan ini juga diikuti oleh alumni PPG SM-3T dan GGD Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan selanjutnya yang terlaksana di hari kedua MeAN Manggarai Timur adalah pendidikan penguatan karakter dengan Sosialisasi Narkoba dan HIV AIDS. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.30 WITA setelah senam pagi dan berlokasi di ruangan kelas SMAN 9 Borong. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Musa Dimyati, S. Pd., Gr., Rahmad Dwi Priyanto, S. Pd., Gr., selaku pemateri menjelaskan beberapa poin penting diantaranya apa itu narkoba, jenis narkoba, bahaya narkoba, dan penyebab sehingga kita bisa terjangkit narkoba. Poin lain yang juga dibahas adalah masalah pendidikan seks, bahaya seks bebas, HIV AIDS, serta resiko orang yang telah terjangkit virus tersebut. Kegiatan ini diiikuti oleh 79 peserta didik SMAN 9 Borong.
“Saya harap agar ke depannya peserta didik bisa lebih paham dan tidak mendekati atau memakai sesuatu yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam narkoba dan HIV AIDS itu”, ujar pemateri di akhir kegiatan.
Di waktu yang bersamaan dengan sosialisasi narkoba dan HIV AIDS, berjalan juga kegiatan Seminar Inovasi Media Pembelajaran yang ditujukan untuk guru-guru yang ada di SMAN 9 Borong. Kegiatan diikuti oleh seluruh guru termasuk Bapak Kepala SMAN 9 Borong. Akbar, S. Pd., Gr., selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan tentang betapa pentingnya kita menyiapkan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak. Dalam menyampaikan materi, ada beberapa poin yang diungkapkan antara lain adalah media yang baik untuk peserta didik, bagaimana memilih media yang baik, dan media yang tepat untuk peserta didik berdasarkan tingkat usianya. Kagiatan ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif. Harapan setelah kegiatan ini, para guru atau pendidik bisa lebih memahami tentang penggunaan media yang baik serta membuat media yang lebih kreatif bagi peserta didik
Usai Seminar Inovasi Media Pembelajaran, dilanjutkan dengan kegiatan kelas khusus yakni kelas musikalisasi puisi, kelas mading, dan pohon literasi. Sedangkan untuk kelas tari, seperti hari pertama tetap melanjutkan pelatihan tari.

Dalam kelas musikalisasi puisi, peserta didik yang dilatih ada dua orang yaitu Almiana Anul dan diiringi oleh Bionisius Frado lewat gitar. Penanggung jawab, Muhammad Subhan, S. Pd., Gr., memberikan puisi yang bertema pendidikan dan dikolaborasikan dengan lagu hymne guru. Pada kelas mading, Victor Juru, S. Pd., Gr., membimbing peserta didik untuk mengisi mading sekolah yang telah ada. Beliau mengajarkan tentang komposisi mading yang sebenarnya. Setelah kelas mading selesai, pak Victor Juru, S. Pd., Gr., membimbing peserta didik untuk kembali melanjutkan pohon impian. Dalam pohon impian peserta didik diarahkan untuk menuliskan impian yang ingin mereka capai serta nantinya akan ditampilkan di acara penutupan.
Di kelas hasta karya, Eduardus Darman, S. Pd., Gr., dan Irzan, S. Pd., Gr., mengajarkan hasta karya yang berbeda di hari sebelumnya. Mereka memberikan materi tentang cara membuat stick es menjadi sebuah tempat tisu dan jam dinding. Tujuan dari hasta karya ini adalah untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menciptakan sesuatu yang berharga.
Pendidikan penguatan karakter yang juga dilaksanakan dalam MeAN di SMAN 9 Borong yaitu Gerakan Stop Bullying. Kegiatan ini berlangsung pukul 11.00 – 12.30 WITA. Jumlah peserta yang hadir di kegiatan ini adalah 78 orang. Dalam kegiatan ini pemateri yang hadir adalah Eduardus Darman, S. Pd., Gr. Beliau menjelaskan tentang pengertian Bullying, bahaya Bullying, penyebab Bullying, serta dampaknya bagi diri kita sendiri dan orang lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar peserta didik menjadi anak yang menjauhi Bullying dan tidak lagi membully temannya yang lain.

Pada pukul 13.00 -15.30 dilanjutkan dengan kegiatan pendidikan penguatan karakter yang membahas tentang Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air. Kegiatan ini berlangsung di ruangan kelas SMAN 9 Borong. Sasaran kegiatan ini adalah peserta didik sasaran MeAN dan jumlah peserta yang hadir adalah 81 0rang. Kegiatan ini dipandu oleh moderator A. Zulkifli Lakipadada, S. Pd., Gr., dan pemateri adalah Bapak Bambang Ispono, S. Pd., Gr. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air Indonesia serta mengenal keberagaman antar suku dan budaya. Saat kegiatan berlangsung peserta didik terlihat begitu semangat dalam mengikuti kegiatan. Dalam penyampainnya, pemateri mengungkapkan beberapa hal yang sangat penting, antara lain apa itu tanah air, bagaimana keadaan Indonesia saat ini, dan bagaimana menjadi bangsa yang cinta tanah air.
Salah satu kegiatan yang sangat disambut meriah dan antusias oleh peserta didik adalah Game Edukasi. Kegiatan ini dikoordinir oleh Alumni PPG SM-3T Marianus Yoskar Panggo, S. Pd., Gr. Beliau memberikan 5 jenis game yang bertujuan untuk memberikan penyegaran bagi peserta didik, melatih kerjasama, menguji kesabaran, melatih cara berpikir cepat dalam mengambil keputusan, dan meningkatkan semangat peserta didik. Game yang dilaksanakan adalah Pimpong berjalan, Water Fly, Tali kusut, Sungai beracun, dan Membangun menara. Peserta didik dibagi menjadi 10 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 8-10 orang. Game berlangsung di lapangan dan halaman sekolah SMAN 9 Borong. Meski di guyur hujan, peseta didik tetap bersemangat dalam melaksanakan dan menyelesaikan gamenya.

Sabtu, 28 Juli 2018
Pada hari ke tiga, kegiatan MeAN dilanjutkan tepat pukul 12.00, hal ini disesuaikan dengan waktu peserta didik yang di pagi hari harus melaksanakan ibadah karena 100% siswa SMAN 9 Borong beragama khatolik. Kegiatan dimulai dengan pendidikan penguatan karakter yang membahas masalah Indonesia damai anti kekerasan. Kegiatan berlangsung dengan sistem pemberian materi langsung ke peserta didik. Kegiatan ini di moderatori oleh pak Gede Ambara Putra, S. Pd., Gr, yang juga peserta GGD Kabupaten Manggarai Timur.
Kegiatan ini dibawakan langsung oleh Akbar, S. Pd., Gr., yang merupakan alumni PPG SM-3T yang tergabung dalam tim MeAN yang berasal dari Makassar. Materi yang disampaikan tentang pentingnya hidup damai, bahaya dari kekerasan yang terjadi, dan pentingya menjaga persatuan meski kita berbeda suku, agama dan lainnya. Di sela penyampaian materi, peserta didik diperlihatkan video tetang bagaimana indahnya hidup damai tanpa kekerasan. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta didik.

Di akhir kegiatan seorang peserta didik Yohana Jemumu bertanya tentang bagaimana menjaga diri dari situasi kekerasan yang terjadi di masyarakat. “Hiduplah dengan kedamaian, teruslah menebar kebaikan ke orang banyak karena kesuksesan adalah ketika kita bermanfaat bagi orang banyak”, pemateri memberi nasehat di akhir kegiatan.
Setelah beristirahat, pada pukul 14.00 WITA dilanjutkan dengan kelas inspirasi di sarasehan literasi sekolah. Kelas inspirasi dipandu oleh Akbar. S. Pd., Gr., selaku moderator dan pemateri dibawakan oleh peserta GGD 2016 yang juga merupakan alumni PPGT, Victor Juju, S. Pd., Gr. Beliau menceritakan pengalaman inspirasinya mulai ketika dia menuntut ilmu di desa kecil, kemudian berjuang melanjutkan pendidikan di kota besar dan sekarang sudah menjadi aparat sipil negara. Setelah mendapatkan tanggung jawab, beliau mendapat tanggung jawab untuk mengabdi di daerah asalnya. Beliau merupakan penulis yang luar biasa. Beberapa tulisan dari beliau telah banyak dan terbit hampir di seluruh media cetak yang ada di pulau Flores bahkan sering terbit di harian terkenal di Makassar.

“Meskipun kita anak desa, kita tidak boleh kalah dari mereka yang ada di daerah lain. Teruslah berkarya, jangan dengar kata orang yang mengucilkan kita. Menulislah karena orang hebat selalu menuangan pengalaman hebatnya untuk menjadi kenangan dan motivasi orang lain. Menulis adalah cara orang hebat meninggalkan karyanya”, ucap pemateri memberi semangat.
Setelah kelas inpirasi literasi, dilanjutkan program donasi buku melalui kegiatan lubuk hati. Buku yang merupakan sumbangan dari seluruh sahabat Masyarakat SM-3T Indonesia. Buku diserahkan secara simbolis kepada Bapak Kepala SMAN 9 Borong Marcelinus Tera, S.Pd oleh Koordinator Mengedukasi Anak Negeri Manggarai Timur Akbar, S. Pd., Gr. Harapan program ini agar kegiatan literasi yang terhalang oleh minimnya buku bisa teratasi. Setelah lubuk hati seluruh peserta dan pelaksana MeAN beristirahat untuk kegiatan malam puncak di malam hari.

Malam penutupan
Malam penutupan Mengedukasi Anak Negeri Manggarai terlaksana pada pukul 19.30 WITA di Aula Desa Sita. Kegiatan dihadiri oleh beberapa tamu undangan khususnya orang tua peserta didik. Kegiatan dimulai oleh pembukaan dari pembawa acara dari peserta didik SMAN 9 Borong Martina Marni dan Angela Marici Sahung. Setelah pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SM-3T.
Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Almiana Anul dan diiringi oleh Bionisius Frado lewat gitar. Di akhir penampilan, Almiana Anul menyampaikan isi dari puisinya adalah sebagai seorang peserta didik kita harus memuliakan guru, karena mereka kita bisa lebih mengetahui banyak hal. Pada malam puncak ini, ditampilkan pula hasil hasta karya dari peserta didik lampion kedap-kedip dan pohon literasi yang telah dibuat peserta didik selama 3 hari terakhir.

Laporan koordinator MeAN, Akbar, S. Pd., Gr., menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua elemen yang terlibat dalam kegiatan ini. Ucapan terima kasih terkhusus untuk Bapak Kepala SMAN 9 Borong beserta teman guru yang telah menjalin kerjasama dengan sangat baik. Permohonan maaf dari koordinator MeAN jika selama berada di tempat ini ada salah yang dilakukan.
“Harapan kami semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa diteruskan dan menjadi kegiatan yang rutin bagi peserta didik ke depannya” lanjut Akbar.
Tari lokal Manggarai Pu’u Songke yang ditampilkan oleh 5 peserta didik SMAN 9 Borong. Para penampil terlihat anggun dalam balutan busana khas Manggarai. Mereka tampil dengan sangat luar biasa.
Sambutan selanjutnya dari koordinator GGD 2016 Bapak Musa Damyati, S. Pd., Gr. Beliau berharap agar kegiatan MeAN ini bisa bermanfaat bagi seluruh lapisan khususnya SMAN 9 Borong, dan ucapan maaf dari beliau jika selama berkegiatan ada kesalahan yang diperbuat.
Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari khas Bali yaitu tari Kecak yang dengan sangat serius dibawakan oleh lelaki dari SMAN 9 Borong. Mereka menampilkan tarian dalam kondisi gelap dengan pencahayaan dari obor yang telah disediakan dalam panggung. Tari yang bercerita tentang penculikan Dewi Sinta yang diselamatkan oleh Kera Putih Hanoman. Para peserta didik terlihat sangat semangat dalam menampilkan tarian tersebut.
“Teruskan dan lanjutkan kegiatan MeAN ini karena ini program yang bagus. Kalau bisa teruslah berkegiatan untuk seluruh wilayah Indonesia dan jangan membedakan. Guru SM-3T adalah guru yang sangat kreatif. Sekolah yang Romo rintis pernah mendapatkan Guru SM-3T yang sangat aktif dan memberikan warna baru di sekolahnya. Ditambahkan, beberapa keponakan dari Romo adalah alumni dari SM-3T”, ungkap Romo Paroki Santa Maria Asumta Sita dalam sambutannya.
Acara selanjutnya adalah Tari Taulolonna Sulawesi yang merupakan tari khas Sulawesi Selatan. Tari ini dibawakan langsung oleh peserta didik SMAN 9 Borong. Hanya dalam tempo tiga hari, mereka sudah bisa menampilkan tarian yang merupakan sesuatu yang baru bagi mereka. Penampilan terakhir adalah penampilan paduan suara peserta didik SMAN 9 Borong.
Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri Manggarai Timur yang berlokasi di SMAN 9 Borong, Kelurahan Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur secara resmi ditutup oleh Kepala SMAN 9 Borong, Marcelinus Tera, S.Pd. Pembacaan doa dipimpin oleh Bapak Ardi, S. Ag. Kegiatan ditutup dan dilanjutkan dengan acara hiburan bersama peserta didik, guru, dan masyarakat bersama tim MeAN Manggarai Timur.
Reportase : Tim reportase MSI
Editor: Tim editor MSI







