Dusun Runus. Sebuah dusun yang terletak di Desa Langgasai, Kecamatan Elar. Dusun ini berada jauh di atas gunung, sejauh mata memandang hanya deretan pegunungan yang tampak di depan mata. Selimut kabut hampir setiap saat menyelimuti, wajarlah kalau tempat ini kami ibaratkan sebagai sebuah negeri di atas awan.
Untuk mencapai tempat ini, kami harus menempuh perjalan sekitar tujuh jam dari Ibu Kota Kecamatan Manggarai Timur, Borong. Perjalanan yang dilalui sungguh sebuah perjalanan yang sangat menegangkan. Kondisi jalan yang rusak, sempit dan beberapa tanjakan yang cukup terjal harus kami lalui. Jurang yang menganga di sisi jalan juga menambah ketegangan perjalanan kami.
Wajarlah mengapa transportasi menuju tempat ini tidak lancar. Kendaraan umum yang digunakan adalah mobil truk yang sudah dimodifikasi menjadi mobil penumpang. Masyarakat di sini menyebutnya “Oto Kol atau Oto Kayu”. Hanya mobil jenis ini yang bisa melalui medan yang berat menuju Dusun Runus.
Oto Kol, dilengkapi dengan bangku yang disusun beberapa baris, sekitar empat baris kebelakang. Bagian paling belakang sengaja dikosongkan sebagai bagasi. Bagian belakang mobil ini juga dilengkapi dengan atap. Untuk naik ke Oto, kita harus memanjat melalui ban mobil dan merayap melalui dinding Oto.
Oto dilengkapi dengan sound system memiliki volume suara yang mengelega. Perjalanan melewati bukit dan tebing yang terjal di temani dengan suara musik DJ yang menghentak. (sebagian besar masyarakat Manggarai Timur suka lagu DJ)
Oto kol masuk ke Dusun Runus dua kali seminggu. Sehingga penumpang selalu membeludak. Berdesak-desakan sudah menjadi kebiasaan. Para penumpangpun kadang harus berbagi tempat dengan babi, anjing dan hewan ternak lain yang ingin di pasarkan.
Dari Runus, oto biasanya berangkat pukul 02.00 dini hari. Calon penumpang biasanya memakai pakaian yang siap sebelum tidur. Begitu klakson oto dibunyikan, penumpang langsung bergegas naik ke oto. Tidak ada waktu untuk cuci muka. Karena oto tidak akan menunggu lama.
Pada musim hujan, akses ke Dusun Runus semakin sulit. Jalan yang becek dan berlumpur mengharuskan oto harus melaju dengan ekstra hati-hati. Di atas oto ada berkarung-karung dedak kering. Persiapan apabila jika ban oto slip di lumpur.
Masyarakat di sini menyebutnya “aspal alami”. Kadang ban oto slip sehingga mengharuskan penumpang untuk jalan kaki sampai oto bisa berjalan lagi. Kendaraan baruku di 3T, menawarkan kerinduan
Oleh St. Marwah, S. Pd.
Runus, Elar, Manggarai Timur, NTT







