Pandemi Covid-19 dunia yang turut mewabah di Indonesia membuat pemerintah mengambil kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang melumpuhkan banyak aktivitas, sehingga berbagai kegiatan dan program harus tertunda. Akan tetapi, segala pembatasan ruang gerak tersebut tidak menjadikan sahabat Masyarakat SM-3T Indonesia berhenti bermaslahat dan berbagi.
Sabtu, 30 Mei 2020 Masyarakat SM-3T Institute bekerja sama dengan Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Buol melaksanakan penyaluran bantuan Gotong Royong Kemanusiaan. Donasi berasal dari para sahabat Masyarakat SM-3T Indonesia. Sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada masyarakat di beberapa kecamatan yang termasuk dalam daftar Zona Merah penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Buol.
GGD Kabupaten Buol didampingi oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buol yakni Kepala Bidang SMP Disdikbud Kabupaten Buol menyaluran donasi ke masyarakat Buol. Penyaluran bantuan ini tetap mematuhi protokol kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa proses kegiatan GGD ini telah dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buol dan sangat mendukung serta berterima kasih atas diselenggarakannya kegiatan Penyaluran Donasi.
Gotong Royong Kemanusiaan Masyarakat SM-3T Indonesia ini merupakan bagian dari kepedulian Instansi Pendidikan yaitu para pendidik kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Buol.
Senin, 1 Juni 2020 kembali dilaksanakan agenda serupa di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan oleh para alumni SM-3T melalui komunitas Masyarakat SM-3T Institute. Diharapkan gerakan berbagi Alumni SM-3T ini mampu menggerakkan partisipasi dan gotong royong kepedulian seluruh pihak terhadap pendidikan dan kemanusiaan.
Seorang guru memang patut memiliki kepekaan sosial, termasuk turut bergotong royong dalam membantu penanggulangan masalah yang timbul di tengah masyarakat seperti penanganan dampak pandemi Covid-19 sekarang ini. Peran dan keterlibatan guru adalah cermin perilaku sosial yang bisa diteladani masyarakat dan peserta didik. keteladanan guru mesti hadir menjadi panutan di lingkungan masyarakat. Itulah ikhtiar dan harapan alumni PPG SM-3T, selaku masyarakat yang berprofesi sebagai guru di tengah pandemi Covid-19 yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, seluruh pihak didorong mampu bekerja sama memikul tanggung jawab tersebut.
Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat juga berupaya hadir memberikan sumbangsih sederhana dengan menghimpun dana urunan dari internal GGD Sorong Selatan dan donasi dari Masyarakat SM-3T Indonesia untuk menghasilkan bantuan sebanyak 104 paket sembako.
Pada tanggal 6-7 Juni 2020, GGD Sorong Selatan menyalurkan 104 paket sembako tersebut kepada warga yang membutuhkan dengan melakukan door to door agar dapat memastikan bahwa walaupun hanya semadarnya namun bisa memberi manfaat untuk masyarakat secara nyata.
“Sesekali kami temukan di balik pintu rumah itu ada Mama (janda tua yang sudah lanjut usia) yang hidup di rumah tak layak. Kami sungguh terharu, hanya air mata yang tertahan menggenangi kelopak mata, ini bukan pertanda kasihan, tapi tanda cinta kasih kami kepada yang lemah”, ungkap salah satu GGD dengan penuh haru.
Sorong Selatan adalah kabupaten yang dalam pemetaan penyebaran Covid 19 masuk dalam zona hijau, namun dampak secara sosial dan ekonomi begitu sangat terasa khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
GGD Sumba Timur juga turut berbagi di tengah pandemi Covid-19, yakni bantuan APD berupa baju Hazmat kepada 24 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumba Timur, melalui gerakan “Gotong Royong Kemanusiaan” untuk penanganan dampak Covid-19. Penyaluran bantuan APD ini diinisiasi oleh Masyarakat SM-3T Institute, salah satu wadah perkumpulan alumni SM-3T baik yang telah bertugas menjadi Guru Garis Depan maupun sebagai guru umum dan atau yang masih sementara berproses dan tersebar di seluruh pelosok nusantara.
Penyerahan bantuan APD dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Juni 2020 bertempat di Aula Pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Sumba Timur. Turut hadir dalam acara penyerahan bantuan tersebut; Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumba Timur, staf Dinas Kesehatan, perwakilan Kepala-Kepala Puskesmas Sumba Timur serta beberapa Guru Garis Depan Sumba Timur.
Aprisal Al Nahli, selaku penanggung jawab dalam kegiatan ini yang juga merupakan alumni SM-3T, saat dikonfirmasi oleh media menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata sahabat alumni SM-3T dan GGD untuk membumikan Pancasila sebagaimana tema peringatan Pancasila pada tahun ini “Gerakan Gotong Royong” yang baru saja kita peringati hari kelahirannya. Alumni SM-3T dan GGD berkomitmen hadir memberikan bantuan kepada negara di tengah pandemi Covid-19 dengan cara turun langsung memberikan bantuan APD kepada tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan pasien yang terpapar Covid-19.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Dr. Chrisnawan Tri Hariyantana, saat menerima bantuan APD menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Masyarakat SM-3T Indonesia dan juga GGD yang telah mendistribusikan bantuan APD berupa baju Hazmat.
“Kami juga berharap kepada Bapak/Ibu Guru Garis Depan memberi bantuan kepada kami yang sifatnya bukan hanya materi tapi tentang pengetahuan, karena Bapak/Ibu gurulah yang berada di garis depan dan punya peran strategis berhadapan dengan murid. Murid-murid diharapkan menjadi agen perubahan di tengah keluarganya dengan cara memberi pemahaman dan meningkatkan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” pinta beliau.
Di saat bersamaan Kepala Puskesmas Kawangu Kecamatan Pandawai, Bapak Yohanes M Luhadu, S.KM seusai menerima langsung bantuan APD, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada lembaga yang berprofesi keguruan dalam hal ini Masyarakat SM-3T Indonesia yang berperan aktif dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur, khususnya melalui pemberian APD.
“APD ini memang menjadi kebutuhan dasar kami, karena tidak semua Puskesmas dilengkapi dengan APD. Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu, ini adalah gerakan dan kepedulian kemanusiaan yang patut kita apresiasi karena telah terlibat langsung” pungkas kepala puskesmas Kawangu.
Di tempat terpisah, Asisten III (Administrasi Umum) Pemerintah Daerah Sumba Timur dan juga menjabat sebagai (PLT) Kepala BKPSDM, Bapak Lu Pelindima, S.Sos, menyampaikan bahwa atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan terima kasih baik kepada Masyarakat SM-3T Indonesia atau GGD yang telah memiliki upaya dan nurani kepedulian untuk membantu pemerintah dalam hal penanganan Covid-19.
“Harapan kami selaku pemerintah, hal-hal seperti inilah yang kita harapkan untuk kita semua, agar mampu berperan aktif bersama-sama memerangi Covid-19, kami harapkan tidak hanya GGD saja yang terlibat dalam kegiatan hal seperti ini, tapi seluruh stakeholder yang ada, baik ASN yang lain maupun lembaga-lembaga lainnya sehingga kita betul-betul merasakan wujud tanggung jawab ini. Bahwa wabah ini memang mengancam kita punya kehidupan” pinta Asisten 3 Sumba Timur, Lu Pelindima.
Semoga pandemi Covid 19 segera berakhir, sehingga segala aktivitas bisa kembali normal. Bukan hanya berhenti pada penamaan ‘normal baru’ semata, tetapi mekanisme kenormalan yang bisa mengakibatkan seluruh masyarakat dapat secara bebas beraktivitas dan produktif tanpa kekhawatiran.
Akhir kata dari seluruh proses sejumlah kegiatan donasi Covid-19 dari kita, kami haturkan terima kasih kepada para sahabat yang terlibat dan atau mereka yang terus peduli. Mohon kiranya agar nurani kepedulian dan semangat bergotong royong senantiasa melekat dalam setiap langkah aktivitas kita. Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.
Reportase: Tim reportase MSI
Editor: Tim editor MSI







