Setelah melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) sebanyak 19 kali di berbagai wilayah di Nusantara, kini tim Masyarakat SM-3T Institute (MSI) menyambangi Kabupaten Jeneponto, tepatnya di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, dengan sasaran Sekolah SDI No. 244 Pappalluang dan SMP Negeri 6 Bangkala Barat menjadi lokasi Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) ke-20 sekaligus yang pertama di daerah Sulawesi Selatan pada tahun 2018, serta untuk pertama kalinya dilaksanakan bekerja sama dengan GGD 2016. Oleh tim Masyarakat SM-3T Institute, Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar mengemas kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) dengan beberapa konsep dan penggabungan agenda baru. Kegiatan ini dilangsungkan dari tanggal 15-18 Februari 2018
Tepat pukul 14.00 Wita sebanyak 20 orang anggota Basecare MSI Pusat Koordinasi Makassar mengawali perjalanan dengan doa secara khidmat yang dipimpin oleh saudara Maskur, S.Pd.Gr., Rabu 14 Februari 2018.
Belum cukup 15 menit perjalanan, hujan deras mengguyur wilayah perbatasan Makassar-Gowa. Semangat Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) di pelosok Kabupaten Jeneponto tidak serta-merta meredup hanya karena cuaca yang tidak mendukung. Hujan deras dan angin kencang mereka halau dengan tekad juang seorang guru 3T. Awan gelap mengantar perjalanan mereka menuju lokasi kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) sepanjang perjalanan sore itu.
Perjalanan menuju lokasi SMPN 6 Bangkala Barat dapat menggunakan beberapa jalur alternatif. Seperti 18 orang dari mereka yang mengendarai sepeda motor memilih jalur terdekat yakni melewati pabrik gula Takalar menyusuri jalan beraspal hingga yang berlubang, menyusuri wilayah Takalar, Gowa, Takalar, dan barulah tiba di Jeneponto. Medan yang sulit menyebabkan tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) tiba di lokasi pukul 16.45 Wita waktu setempat disertai rintik hujan yang mengguyur Desa Pappalluang.
Sedangkan 2 orang yang mengendarai mobil mengambil jalur berbeda. Jalur ini meski terbilang jauh, namun medannya tidak terlalu sulit. Wajar saja mereka mengambil jalur ini sebab mobil membawa muatan berat yakni perlengkapan yang akan digunakan saat di lokasi seperti donasi yang akan diberikan, tas panitia, dan bahan makanan. Mereka tiba di lokasi pukul 20.15 Wita.
Setibanya di lokasi, setelah bertemu kepala desa rombongan menginap di kediaman salah seorang guru sekolah sasaran Mengedukasi Anak Negeri (MeAN). Kedatangan tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) disambut hangat oleh guru GGD penempatan sekolah itu.
Setelah beristirahat, sholat, dan makan, Tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) melaksanakan briefing untuk membahas tentang teknis manual acara pembukaan dan kegiatan esok harinya. Briefing dilakukan dengan harapan kegiatan di esok harinya dapat terlaksana dengan lancar.
Hari Pertama, Kamis 15 Februari 2018
Kegiatan di hari pertama dibuka dengan kegiatan sholat shubuh secara berjamaah oleh tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) di posko kerja pukul 05.00 Wita. Dilanjutkan dengan sarapan pukul 06.00 Wita, kemudian setelah beristirahat tim perlengkapan menuju sekolah untuk mempersiapkan prosesi pembukaan Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN). Tepat pukul 09.15 waktu setempat, kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Jeneponto oleh Masyarakat SM-3T Institute Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar Deputi Peduli Kemanusiaan dan Pendidikan Daerah Tertinggal Indonesia dimulai.
Pembukaan oleh Uly Reski Amaliah Rahman S.Pd selaku pembawa acara, kemudian pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Rahmatang S.Pd, Gr dan menyanyikan lagu Indonesia raya dipimpin oleh Sri Wahyuni S.Pd, Gr berlangsung khidmat dilanjutkan dengan laporan ketua panitia oleh Irzan, S.Pd, Gr.
Dalam Laporannya, Ketua Panitia Irzan S,Pd, Gr. menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari dengan rangkaian Kegiatan Paikem (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan) seperti English is fun, Matematika kreatif, kelas literasi, kerohanian, hingga kegiatan pelatihan menari dan hasta karya yang sasarannya adalah siswa/siswi SD/SMP dan luarannya nanti akan di tampilkan pada pementasan malam terakhir sekaligus unjuk karya para siswa
Kemudian mewakili Direktur Masyarakat SM-3T Institute yang dalam hal ini diwakili oleh ketua Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar Randika Dhani Syaputra, S.Pd, Gr menerangkan bahwa kegiatan MeAN ini pertama kalinya dilaksanakan dengan menggabungkan Konsep Mengedukasi Anak Negeri yang di dalamnya sudah termasuk beragam kegiatan implementasi kompetensi alumni SM-3T, ditambah bantuan SM-3T Peduli dan Kegiatan Lubuk Hati (Penyaluran Buku bagi Harapan Daerah 3T) serta memasukkan kegiatan Sarasehan Literasi Sekolah yang tidak pernah dilaksanakan sebelumnya. Bukan hanya menyasar siswa, kegiatan MeAN kali ini juga dimaksudkan untuk dapat dirasakan oleh masyarakat dengan kegiatan keterampilan kerajinan tangan pembuatan tas anyaman tali. “Terakhir saya menyampaikan, kami datang ke sini dengan niat tulus, dengan kegotongroyongan, penuh maslahat, membuktikan kebermanfaatan alumni, dan membawa marwah Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.” Ucapnya.
Kemudian Koordinator GGD Jeneponto Akbar Hasman, S.Pd.,Gr selaku perwakilan Guru Garis Depan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim Masyarakat SM-3T Institute Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar sebab telah memilih Kab. Jeneponto sebagai sasaran kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN), kegiatan seperti ini pertama kali diadakan Khususnya di Kabupaten Jeneponto. Begitupula, dengan perwakilan salah satu Guru GGD yang mengajar di sekolah ini Ibu Anis Nur Rosyidah, S.Pd.,Gr menyampaikan rasa hormat dan terima kasih karena telah memilih sekolahnya menjadi sekolah sasaran kegiatan Mengedukasi Anak Negeri. Sebenarnya awal mula ada isu akan ada kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) tidak berharap besar akan dilaksanakan di sekolahnya karena lokasinya sangat jauh dari pinggiran kota Jeneponto dan harus ditempuh perjalanan darat selama 2 jam belum lagi medan yang begitu berat karena melewati beberapa kali gunung serta jalanan yang masih rusak.
“Benar bahwa Tuhan tak pernah lepas tangan melihat keadaan sekolahnya yang serba kekurangan, ada saja cara-Nya untuk menjawab doa-doa anak ini untuk bisa berkembang. Seperti dengan kehadiran bapak dan ibu guru dari Masyarakat SM-3T Institute saat ini. Setelah beberapa saat kami telah pesimis dengan kemajuan pendidikan di sekolah ini yang belum mampu terjawab hingga sekarang, namun kehadiran Bapak dan Ibu Guru dari Masyarakat SM-3T Institute seakan memberi semangat baru, nafas baru, serta optimisme baru untuk bangkit kembali, meskipun di tengah keterbatasan tenaga pendidik” Ujar Kepala sekolah SDI 244 Pappaluang Bapak Ahmad, Dg. Siriwa, S.Pdi.
Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Bangkala Barat menyampaikan “kami telah lama menantikan momen seperti ini. Kegiatan positif seperti ini yang akan mengantarkan siswa mendapatkan kembali semangat belajar mereka. Sebab nasib masa depan desa ini ada di tangan mereka. Juga permasalahan utama adalah kurangnya sumber daya tenaga pendidik terkhusus guru PNS, syukur sudah ada dua orang GGD yang mengisi beberapa kekosongan mata pelajaran yang memberikan sumbangsih yang sangat besar.” Ungkap bapak Sudirman selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Bangkala Barat.
Jangankan tiga hari, tiga pekan pun kegiatan ini berlangsung kami sangat menerima dan berterima kasih kepada rekan-rekan Masyarakat SM-3T Institute Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar lanjutnya, sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri SDI 244 Pappalluang dan SMP Negeri 6 Bangkala Barat, Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan yang akan berlangsung mulai tanggal 15-18 Februari 2018. Selanjutnya prosesi pembukaan ditutup dengan pembacaan doa oleh Abdul Malik Ikhsan, S,Pd, Gr.
Setelah acara pembukaan berlangsung pukul 10.10-12.00 Wita, tim langsung melangkah ke kegiatan pertama yaitu Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (Paikem) Matematika kreatif dan English is Fun. Dari kelas matematika yang dibawakan oleh Abdul Malik Ikhsan S.Pd, Gr, yang memperkenalkan bangun datar dan sifat-sifatnya serta kaitannya dengan bangun datar lain melalui kegiatan membuat dan menggunakan tangram berbagai bentuk yang membuat peserta didik sangat antusias mengikutinya, di ruangan lain Bombastis Class berlangsung sangat menarik, kegiatan diikuti dengan riang sambil bernyanyi, dimana peserta didik menangkap kosakata baru dengan mengikuti gaya gerak yang Bombastis sesuai lirik oleh Abdul Rahman, S.Pd, Gr.
Pada waktu yang bersamaan, Kelas Menulis langsung digelar di SDI No. 244 Pappalluang. Pada Kelas Rendah, Eka Fitriani, S.Pd., Gr. sebagai pendamping menggunakan media kartu kata dalam penyusunan kalimat. Yuni Paliling, S.Pd, Gr memberikan pelatihan menulis puisi Kelas Tinggi. Sedangkan untuk tenaga pendidik di sekolah tersebut, diberikan pelatihan pembuatan media dengan pemateri Akbar,S.Pd.Gr. Tujuannya agar guru di sana mampu membuat media yang kreatif dan inovatif di kelas yang mereka ajar nantinya.
Usai rehat, pukul 13.00-14.00 Wita dilanjutkan Kelas Calistung yang didampingi oleh Abd. Malik Ikhsan, S.Pd.,Gr., Syamsul Adil, S.Pd.,Gr., dan Saidah Jamal, S.Pd.,Gr. Di waktu yang sama, pukul 10.10-12.00 Wita pada SMP Negeri 6 Bangkala, Maskur, S.Pd.,Gr. memberikan pelatihan menulis puisi dengan menggunakan metode menulis bersambung berdasarkan konsep atau peristiwa yang dialami oleh siswa. Cara seperti ini cukup membantu siswa lebih mudah dalam menulis puisi. Menulis puisi bagi siswa dapat membentuk pribadi pemberani mengekspresikan diri dalam berkarya, menumbuhkan kreativitas siswa, mengeksplorasi potensi siswa, mengasah kemampuan siswa, memberikan maanfaat bagi pembaca karya siswa, dan tentunya memberikan kepuasan batin karena mampu berkarya.
Setelah kegiatan literasi, pukul 14.00-17.30 Wita berlangsung kegiatan seni, yakni tari Mappadendang dan tari Kipas bagi peserta didik SMP Negeri 6 Bangkala Barat, sedangkan bagi peserta didik SDI No. 244 Pappalluang diajarkan tari Gandrang Bulo guna mengenalkan khasanah kebudayaan Sulawesi Selatan. Tari Mappadendang dilatih oleh Ervina Sari, S.Pd beserta Nurul Aviah, S.Pd,Gr dan tari Kipas oleh Indah Nur Pratiwi, S.Pd, Gr. Serta tari Gandrang Bulo oleh Uly Reski Amaliah Rahman S.Pd.
“Ini pertama kalinya kami mendapatkan pengalaman seperti ini di sekolah” curhat seorang siswa yang mengikuti kelas tari.
Pada pukul 16.00-17.30 Wita berlangsung pula pelatihan Pramuka bagi yang tidak mengikuti kegiatan tari yang diajarkan oleh Abdul Rahman, S.Pd, Gr dan Wawan Iswandi, S.Pd, Gr untuk menanamkan jiwa nasionalisme yang lebih berkarakter kepada peserta didik.
Sasaran kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) tak hanya diperuntukkan kepada para peserta didik dan guru saja, melainkan juga menyasar masyarakat Pappalluang. Pukul 19.30 Wita selesai, diberikan kegiatan menganyam tas dari tali kur oleh Sheila Febrianti Syarif, S.Pd,Gr yang sasarannya adalah ibu-ibu di Desa Pappalluang, agar memiliki kecapakan dalam membuat kerajinan tangan bernilai jual tinggi. Pada waktu bersamaan, bagi peserta didik adalah pemutaran film edukatif di sekolah yang diikuti oleh peserta didik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di sana.
Tepat pukul 22.00 Wita, tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) melakukan briefing guna mengevaluasi kegiatan yang telah berlangsung hari ini serta untuk membangun persiapan dalam kegiatan esok harinya sekaligus menutup kegiatan tim di hari pertama.
Hari Kedua, Jumat 16 Februari 2018
Tepat Pukul 05.00 Wita, kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) dimulai dengan Sholat Shubuh berjamaah di posko kerja bersama tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN), meskipun hujan turun dengan derasnya, namun tidak mengurangi semangat tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) dalam berkegiatan. Setelah sarapan bersama pukul 06.30 Wita, pada pukul 07.00 Wita tim mulai bergerak menuju sekolah untuk melaksanakan senam bersama. Tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) sempat pesimis dengan jumlah siswa yang hadir dikarenakan hujan mengguyur lokasi, namun setibanya di sekolah sungguh sangat di luar dugaan. Peserta didik yang hadir sangat banyak, meskipun hujan tidak menghalangi mereka untuk hadir. Akhirnya pukul 07.15 Wita senam dilaksanakan, meskipun harus kami alihkan kedalam aula sebab hujan tak kunjung reda ketika kami ingin memulai senam pagi.
Setelah senam, pukul 08.00-09.00 Wita di SMP Negeri 6 Bangkala Barat berlangsung kelas matematika is fun dimana peserta didik dibelajarkan oleh Abdul Malik Ikhsan S.Pd, Gr, kemampuan manajemen waktu, ketelitian, dan kerja sama dengan metode mencari hartu karun dengan cara mencari titik koordinat. Pada waktu bersamaan juga berlangsung kelas English is fun oleh Abdul Rahman,S.Pd,Gr, dimana peserta didik dilatih merangkai kalimat dengan ratusan kata yang tersedia untuk menambah kosakata peserta didik.
Di SDI No. 244 Pappalluang berlanjut Pelatihan Membaca Puisi pukul 08.00-10.00 Wita. Di waktu bersamaan, kelas Calistung berjalan di kelas rendah. Pengemasan cara dan metode membelajarkan siswa pada materi calistung membuat siswa sangat antusias mengikuti pelajaran.
Pukul 09.00-11.30 Wita, di SMP Negeri 6 Bangkala Barat dilaksanakan pelatihan tari Mappadendang dan tari kreasi Kipas, serta adalah hal baru pagi ini, kepala sekolah menantang tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) untuk mengajar Qasidah. Menanggapi hal tersebut, tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) langsung mengiyakan untuk melatih Qasidah, berkolaborasi dengan GGD 2016 Jeneponto Anis Nur Rosyidah, S.Pd.,Gr adalah Ervina Sari, S.Pd yang diutus oleh tim untuk mengemban permintaan tersebut.
Selain itu juga berlangsung pembuatan dan pembinaan Mading bagi peserta didik yang tidak mengikuti kegiatan tari dan Qasidah.
Pukul 11.30-12.00 Wita berlangsung kegiatan Kerohanian di SMP Negeri 6 Bangkala Barat dan SDI No. 244 Papalluang dimana peserta didik diajarkan pentingnya Thaharah dalam hal ini wudhu mulai dari tata cara hingga sunnah-sunnahnya, yang disampaikan oleh Randika Dhani Syaputra, S.Pd,Gr di tingkat sekolah dasar dan Miranda S, S.Pd, Gr tingkat sekolah menengah.
Tak hanya membagikan ilmu akademik, alumni PPG SM-3T juga ingin berbagi bekal menuju akhirat kelak. Terbukti ketika salah seorang GGD 2016 Kabupaten Jeneponto Akbar Hasman, S.Pd, Gr yang menjadi Khotib sekaligus Imam sholat jumat di Masjid desa Pappaloang.
Setelah istirahat dan bersantap siang, pukul 13.30-15.30 Wita kegiatan Hasta Karya dilaksanakan dimana peserta didik dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok laki-laki membuat gelang aksesoris dari tali kur yang diajarkan oleh Yuni Paliling, S.Pd, Gr dan Saidah Jamal, S.Pd. Sedangkan kelompok perempuan membuat bros berbahan dasar kain flanel oleh Milawati, S.Pd, Gr dan Seila Fhebrianti Sharief, S.Pd, Gr kesemuanya dilakukan agar peserta didik memiliki soft skill sedini mungkin.
Pukul 15.30-17.00 Wita, untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) dilakukan pengenalan olah raga Panahan. Selain untuk memperkenalkan olah raga Panahan ke peserta didik dan masyarakat juga untuk mencari bibit-bibit baru penuh potensial untuk diproyeksikan menjadi atlet Panahan. Kegiatan ini dibawakan langsung oleh Enoswandi, S.Pd. Gr selaku GGD 2016 Kabupaten Jeneponto. Sekaligus menutup kegiatan sekolah hari ini.
17.15 Wita tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) kembali ke posko kerja untuk beristirahat dan melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Serta bersiap untuk agenda selanjutnya.
Setibanya di posko kerja, ternyata tim telah ditunggu oleh ibu-ibu Desa Pappalluang untuk kembali diajari menganyam tas berbahan dasar tali kur, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sungguh diluar ekspektasi tim Mengedukasi Anak Negeri atas antusiasme mereka, sungguh kesyukuran yang sangat luar biasa. Ini menggambarkan kebermanfaatan tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN).
Pukul 19.30-22.00 Wita, setelah tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAn) beribadah dan bersantap malam dilaksanakan kegiatan nonton bareng film Uang Panai untuk warga Desa Pappalluang yang dihadiri beberapa tokoh masyarakat, warga begitu menikmati film tersebut.
Setelah melakukan kegiatan nonton bareng pukul 22.15 Wita, rapat tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) melakukan rapat yang dihadiri dan dipimpin langsung oleh Direktur Masyarakat SM-3T Institute Kakanda Akhirudin, S.Pd, Gr guna mengevaluasi kegiatan yang telah berlangsung hari ini serta untuk membangun persiapan dalam kegiatan esok harinya sekaligus menutup kegiatan tim di hari kedua.
Hari Ketiga, Sabtu, 17 Februari 2018
Pukul 05.00 Wita tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) memulai hari dengan sholat shubuh secara berjamaah, tim selalu menitip munajat agar diberikan kekuatan untuk menghadapi segala cobaan yang ada di setiap kegiatan yang dilangsungkan. Agar apa yang direncanakan dijaga dan dibantu terlaksananya oleh Allah SWT. Setelah sholat berjamaah, dilanjutkan dengan sarapan bersama.
Pukul 06.45 Wita, tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) berangkat ke sekolah untuk persiapan pelaksanaan senam bersama. Cuaca hari ini lebih bersahabat dibanding kemarin, mentari seakan tersenyum menyapa kami pagi itu. Angin sepoi mengiringi ditemani udara sejuk khas pegunungan menyapa tim, nampaknya mereka juga ingin membersamai kami untuk memberi manfaat bagi Desa Pappalluang.
Pukul 07.00 Wita senam kami mulai, cuaca sangat merestui kegiatan kami. Senam kali ini, ramai diikuti oleh peserta didik SDI 244 Pappalluang maupun SMP Negeri 6 Jeneponto.
Setelah melaksanakan senam, pukul 08.00 Wita tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) memberikan permainan edukatif kepada peserta didik untuk menumbuhkembangkan kerja sama, ketangkasan serta sifat kepemimpinan dan saling percaya sesama peserta didik. Peserta didik begitu antusias dan penuh semangat mengikuti seluruh rentetan permaian yang telah dirancang oleh tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) di Pos 1 ada Muhammad Subhan, S.Pd, memberikan permainan edukatif Buldozer kepada peserta. Dimana peserta didik masuk ke dalam dozer (wadah telah disediakan terbuat dari baliho yang dijahit dan menyerupai sarung) kemudian secara bersamaan mereka berjalan menuju jalur yang ditentukan dibutuhkan kerja sama yang di permainan ini, sebab jika ada 1 anggota saja yang terlambat melangkah, maka akan membuat dozer tersebut terjatuh. Pos 2 ada Labirin Pecah Poin, peserta didik sempat kebingungan melihat permainan ini sebelum dijelaskan oleh Erwin, SE dimana peserta didik harus menjaga keseimbangan sebuah papan yang diberikan lubang untuk dijaga keseimbangannya agar bola tidak jatuh keluar wadah akan tetapi memasuki lubang yang telah dibuat. Titanic menjadi tantangan di Pos 3 yang diantarkan oleh Abdul Malik Ikhsan, S.Pd, Gr. “Permainan ini kuncinya adalah kerja sama dan keseimbangan” ungkapnya. Sebab permainan ini menuntut ketangkasan mengatur strategi agar semua anggotanya bisa masuk ke dalam kotak yang berukuran 40×40 cm. Pos 4 ditanggungjawabi oleh Syamsul Adil, S.Pd, Gr sebut saja Titian Malaikat, permainan ini membutuhkan kerja sama anggota tim yang sangat baik, sebab mereka harus menggelindingkan bola ke dalam wadah yang telah diberikan dengan menggunakan dua tali yang dengan dua tali tersebut bola itu digelindingkan, butuh konsentrasi dan kerja sama tim yang baik. Kemudian di pos berikutnya, Pos 5 sudah dinantikan oleh Syamsu Qadry, S.Pd Gr sebut saja Target. Peserta didik dituntut menjaga ritme gerakan bersama agar mampu memasukkan pipet ke dalam botol dengan cara pipet diikat dengan tali rapiah dan masing-masing peserta diikatkan tali rafia di badannya, mereka tidak diperbolehkan menyentuh tali tersebut dengan tangan, makanya mereka hanya boleh menjaga ritme gerak tubuh agar mampu memasukkan pipet tersebut. Tak hanya permainan edukatif modern yang belajarkan kepada peserta didik, tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) juga memberikan permainan tradisional kepada peserta didik, adalah Pos 6 permainan Asing-asing diberikan, dijaga oleh Hendra Hermawan, S.Pd, Gr tujuannya untuk menanamkan sikap cinta budaya kedaerahan kepada peserta didik. Pos 7 Puzzle, adalah Eka Fitrianti Baharuddin empunya. Menumbuhkan kecepatan berpikir serta kecapakan bekerja sama antara peserta didik adalah tujuan dari permainan ini, dimana peserta didik harus menyusun potongan-potongan gambar menjadi satu kesatuan utuh dengan waktu yang telah ditentukan. Pos terakhir adalah Stabilizer, oleh Wawan Iswandi, S.Pd, Gr. Pada permainan ini, dibutuhkan kerja sama yang baik sebab permainan ini peserta didik dituntut untuk menjaga keseimbangan bola yang dialasi piring dengan menggunakan tali rafia yang dipegang masing-masing peserta. Setelah semua peserta melalui pos ini, maka mereka telah menyelesaikan semua misi dari permainan edukatif yang diberikan.
Tak hanya melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) saja. Kali ini, kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) dirangkaikan dengan Penyaluran Buku bagi Harapan Daerah 3T Indonesia (Lubuk Hati) dan SM-3T Peduli sebagai terobosan baru. Tepat pukul 13.30 Wita, sebanyak 200 bahan bacaan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Masyarakat SM-3T Institute kakanda Akhiruddin, S.Pd,Gr kepada Kepala Sekolah SDI No. 244 Papalluang dan SMP Negeri 6 Bangkala dalam program Lubuk Hati. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan memperkaya bahan bacaan di sekolah SDI No. 244 Papalluang dan SMP Negeri 6 Bangkala Barat sehingga Gerakan Literasi Sekolah tidak terkendala pada persoalan kekurangan buku. Begitu pula dengan program SM-3T Peduli kepada peserta didik SMP Negeri 6 Bangkala Barat diberikan tas sekolah dan bagi peserta didik SDI No. 244 Pappalluang diberikan buku dan alat tulis. Bantuan ini adalah hasil dari Gotong Royong seluruh Masyarakat SM-3T Indonesia di berbagai daerah dan Guru Garis Depan Kabupaten Jeneponto.
Satu lagi program baru digabungkan dengan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) yaitu Sarasehan Literasi Sekolah dimana peserta didik ditanamkan cinta literasi sedini mungkin. Pada pukul 15.00-16.00 Wita kegiatan Inspirasi Literasi berlangsung sebagai salah satu rangkaian kegiatan Sarasehan Literasi Sekolah. Acara ini dihadiri oleh guru, orang tua, dan peserta didik. Acara ini dipimpin oleh Direktur Masyarakat SM-3T Institute, kakanda Akhiruddin, S.Pd., Gr. Sebelum memberikan kesempatan kepada pegiat literasi yang hadir, terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai program Gerakan Literasi Sekolah dan pemutaran video tentang Gerakan Literasi Sekolah. Hal ini sangat penting dilakukan karena Gerakan Literasi Sekolah masih asing di kalangan masyarakat umum. Inspirasi Literasi ini berupa berbagi pengalaman menulis dari dua narasumber, Hendra Hermawan, S.Pd., Gr. dan Maskur, S.Pd., Gr. Kedua pegiat pendidikan ini memotivasi para hadirin untuk rajin membaca dan menulis dengan mengutarakan manfaat membaca dan menulis yang telah dirasakan, seperti mengikuti dan memenangi lomba

Malam puncak dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Jeneponto. Pukul 20.05 Wita dibuka dengan penampilan tari gandrang Bulo peserta didik SDI No. 244 Pappalluang sebagai produk nyata kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN), pukul 20.20 Wita acara pertama dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Rahmatang, S.Pd, Gr. Kemudian menyanyikan lagu Indoenesia Raya 3 Stanza bersama seluruh warga dan undangan yang hadir, baik dari dalam maupun luar ruangan yang antusias menonton dari balik jendela. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan “Mars SM-3T”.
Pukul 20.25 Wita, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia Irzan, S.Pd, Gr, kemudian pembacaan puisi oleh Laela, peserta didik SDI No. 244 Papalluang dengan judul ‘Sekolahku yang Indah’. Setelahnya dilanjutkan dengan penampilan paduan suara oleh peserta didik SDI No. 244 Pappalluang yang membuat para guru terdiam jika mendengar lagu ini ,’Terima Kasih Guru’. Kemudian sepatah kata oleh Direktur Masyarakat SM-3T Institute kakanda Akhiruddin, S.Pd, Gr beliau berpesan “Mari terus berkomitmen bergotong royong untuk menjadi pelayan pendidikan, peserta didik itu tuannya, kita pelayannya”. Pukul 20.58 Wita penampilan puisi oleh Yurit peserta didik SDI No. 244 Pappalluang dengan judul ‘Ibuku’ sontak membuat penonton terdiam, gadis kecil ini seperti menyihir penonton dengan puisinya, mata berkaca dengan penghayatan, menarik penonton juga menyelam lebih jauh mengingat ibunya. Bahkan ada beberapa rekan sampai meneteskan air mata.
Setelah itu, sambutan oleh Kepala SDI No. 244 Pappalluang beliau menyampaikan “kami sempat kehilangan semangat dan motivasi dalam mendidik, namun Masyarakat SM-3T Institute datang membangkitkan semangat anak-anak kami, saya sebagai kepala sekolah merasa apa yang saya kerjakan selama 5 tahun di sini tidak ada apa-apanya dibanding dari hasil kerja kalian di sini yang hanya 3 hari, memberikan manfaat yang tidak dapat kami balas. Mudah-mudahan niat ikhlas yang kalian berikan dibalas oleh Allah SWT.” Setelah sambutan, penampilan musikalisasi puisi oleh peserta didik SMP Negeri 6 Bangkala Barat dengan judul ‘Derita Sudah Sampai ke Leher’, setelah pembacaan puisi dilanjutkan dengan sambutan oleh kepala Desa Pappalluang dalam hal ini di wakili oleh kepala Dusun, beliau menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Masyarakat SM-3T Institute dengan kegiatan ini juga berpesan “ilmu itu semakin diamalkan semakin bertambah, sedangkan kekuatan pisik semakin digunakan semakin berkurang”.
Pukul 21.22 Wita penampilan tari tradisional Tari Kipas (Tau Lolona Sulawesi) oleh peserta didik SMP Negeri 6 Bangkala Barat yang dilatih selama kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) berlangsung. Penari yang berjumlah 5 orang, menampilkan kelenturan dan kecantikan khas wajah gadis Bugis Makassar, dibalut dengan baju bodo berwarna hijau dengan kipas masing-masing penari, menambah keindahan tari ini. Setelah penampilan tari, sambutan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Bangkala Barat dalam hal ini diwakili oleh Anis Nur Rosyidah, S.Pd.,Gr GGD 2016 Kabupaten Jeneponto dengan bercucuran air mata beliau menceritakan pengalaman mengajarnya selama berada di sekolah tersebut, guru-guru tidak ada yang datang dan masih banyak lagi yang membuat beliau sampai meneteskan air mata melihat keadaan sekolah. Kemudian dilanjutkan oleh penampilan puisi oleh Maskur, S.Pd, Gr. seorang inspirator literasi berjudul ‘Potret dari Pinggiran’. Setelah tampilan dari Maskur, S.Pd, Gr, penampilan tari Mappadendang yang menggambarkan kegembiraan warga setelah musim panen tiba, terdiri dari 6 penari peserta didik SMP Negeri 6 Bangkala Barat. Dengan balutan baju berwarna merah serta sarung di pinggangnya, dilengkapi dengan baki di tangannya sebagai pertanda bahwa musim panen telah tiba. Kemudian, penampilan berikutnya adalah hasil dari tantangan kepala sekolah SMP Negeri 6 Bangkala Barat untuk melatih Qasidah. Tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) menampilkan penampilan Qasidah oleh peserta didik SMP Negeri 6 Bangkala Barat yang berlatih hanya dalam kurun waktu 2 hari, namun mampu menampilkan penampilan yang sangat memuaskan. Pukul 21.45 Wita penampilan puisi oleh Hendra Hermawan, S.Pd, Gr dengan judul ‘Sukmaku di Tanah Makassar’ dengan pembawaan yang membuat para penonton terdiam.

Warga Masyarakat dan Kepala Sekolah sangat terkesima melihat penampilan para penampil karena tak menyangka siswa-siswa yang berada di pelosok ini bisa mempersembahkan karya memukau walau hanya dilatih dalam waktu tiga hari. Mereka mengakui dan memuji kemampuan alumni PPG SM-3T dan Guru Garis Depan dalam menginisiasi kegiatan yang ternyata baru pertama kali diadakan di sekolah tersebut
Acara Malam puncak dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) Jeneponto ditutup dengan pembacaan doa oleh Abdul Malik Ikhsan, S.Pd, Gr.
Sebelum mengadakan rapat evaluasi, tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) mengundang tokoh masyarakat, kepala sekolah, dan semua yang telah menyukseskan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) untuk foto bersama.
Pukul 23.00 Wita tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) melaksanakan rapat evaluasi dan proyeksi untuk persiapan pembersihan esok harinya, sebelum tim pulang ke posko kerja.
Hari Keempat, Minggu, 18 Februari 2018
Pukul 05.00 Wita seperti biasanya, kegiatan hari ini dibuka dengan sholat shubuh berjamaah oleh tim. Kemudian selanjutnya menyantap sarapan sebelum kembali menuju sekolah untuk memasang plang nama sekolah dan melakukan pembersihan sekolah. Pukul 07.30 Wita tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) menuju sekolah untuk melakukan pembersihan, sebab sudah menjadi kewajiban bagi tim untuk kembali membuat sekolah bersih seperti sebelum ada kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN).
Pukul 08.30 Wita pembersihan selesai dan dilanjutkan dengan pemasangan plang nama sekolah SMP Negeri 6 Bangkala Barat. Plang sekolah ini, mulai dari pembuatan hingga pemasangan semuanya dilakukan oleh tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN)
Setelah selesai pemasangan plang nama sekolah, tim kembali ke posko kerja untuk bersiap menuju Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar. Pukul 11. 00 Wita, tim Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) duduk bersama untuk bersiap menuju Basecare Edukasi Indonesia Pusat Koordinasi Makassar, setelah doa bersama. Tim pun berangkat.
Kehadiran alumni PPG SM-3T dan Guru Garis Depan sebagai pelaku nutama dalam kegiatan MeAN ini membawa warna baru bagi pengalaman belajar warga sekolah dan masyarakat setempat. Selalu ada canda dan tawa renyah yang menjadi selingan di tengah pembelajaran mereka. Walau mereka alumni, mereka tak pernah berhenti untuk terus mengabdi. Sebab mereka memberi tanpa pamrih. Mereka hadir hanya dengan niat tulus mengobarkan semangat marwah MBMI yakni Maju bersama mencerdaskan Indonesia.
Reportase dan Dokumentasi: Presidium Literasi Masyarakat SM-3T Institute







