Mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran serta pengabdian masyarakat, Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) SM-3T Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dan bakti pendidikan. Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “Satukan Langkah Merajut Seribu Cinta dalam Indahnya berbagi”. Kegiatan bakti sosial (Baksos) dan bakti pendidikan (Bakpen) dilaksanakan pada tanggal 12-13 Mei 2018 di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kegiatan Baksos dan Bakpen diikuti oleh 171 orang peserta PPG SM-3T yang terdiri dari berbagai program studi. Kegiatan ini juga didampingi oleh beberapa orang dosen dari Lembaga Pengembangan Pendidikan Pendidikan pembelajaran Universitas Negeri Malang (LP3-UM). Diantaraya Bapak Dr. H. Edi Supriana, M.Si., Ibu Nihayati, S. Pd., M.Pd., Bapak Drs. Ketut Diara Astawa, SH., M.Si., dan dua orang staf dari LP3-UM.
Pelaksanaan kegiatan Baksos dan Bakpen PPG SM-3T diprakarsai oleh mahasiswa Program Studi Biologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Rangkaian persiapan kegiatan dilakukan mulai dari survei lokasi bakti pada tanggal 24 Maret 2018, pengajuan proposal, koordinasi dengan pihak LP3-UM dan juga koordinasi dengan Kepala Dusun Sukosari. Panitia juga merancang beberapa jenis program dalam kegiatan Baksos dan Bakpen agar memberikan manfaat yang besar bagi warga Dusun Sukosari. Adapun program yang diputuskan untuk bakti sosial berdasarkan latar masyarakat Dusun Sukosari adalah penyuluhan Pertanian dan pembagian bibit Sengon, kerja bakti bersih kampong, Musholla, pembuatan nama dusun, dan acar dokumenter “Jika Aku Menjadi”. Sedangkan rangkaian acara bakti pendidikan, terdiri dari kelas inspirasi, pembuatan kaligrafi, bersih-bersih mushola, motivasi pendidikan, dan outbound bersama peserta didik.
Peserta bakti sosial dan bakti pendidikan diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 06.30 WIB menggunakan lima unit truk TNI yang telah disediakan oleh panitia. Sedangkan panitia pelaksana berangkat menggunakan sepeda motor. Meskipun berdesak-desakan didalam truk yang berkecepatan tinggi menuju medan terjal Poncokusumo. Senyum, semangat, dan berbagai soundtrack merdu tetap terdengar mengiringi sepanjang perjalanan.
Begitu sampai di lokasi, tak ada keluhan rasa lelah yang terdengar. Baik panitia maupun peserta langsung menempati pos tugas masing-masing yang telah disusun oleh panitia pelaksana. Kegiatan bakti pendidikan yang pertama kali dilaksanakan adalah kelas inspirasi, yaitu kegiatan membuat berbagai macam keterampilan oleh siswa kelas I-VI tingkat Sekolah Dasar (SD). Adapun sekolah yang menjadi sasaran Bakti Pendidikan kali ini adalah SDI Al-Hidayah dan SD Pandansari. Masing-masing kelas didampingi oleh peserta bakti yang berasal dari berbagai jurusan dan program studi. Meskipun belum pernah mengajar peserta didik sekolah dasar, namun peserta PPG SM-3T tak lantas malu atau kaku. Dengan luwesnya, mereka membimbing peserta didik untuk berkreasi membuat kerajinan dari tepung plastis, melipat kertas origami menjadi bentuk-bentuk indah, membuat pigura dari sendok es krim, membuat gelang dan kalung, gantungan kunci dari kain flanel, dan membuat tempat pensil dari botol bekas. Semangat peserta PPG SM-3T dalam membimbing peserta didik membuat kerajinan, diharapkan mampu menularkan kreativitas dan keterampilan secara langsung. Sehingga dalam proses belajar tercipta suasana kelas yang ceria dan dipenuhi kabut kreativitas dari peserta didik, baik di SDI Al-Hidayah maupun di SD Pandansari. Acara kelas inspirasi ditutup dengan menempel daun cita-cita yang berisi nama siswa dan cita-cita mereka di pohon cita-cita. Hal ini bertujuan agar para siswa akan selalu ingat tentang ingin menjadi seperti apa mereka nanti setelah dewasa, sehingga semangat dan kemauan belajar bertambah setiap harinya.

Setelah acara kelas inspirasi berakhir, baik panitia maupun peserta melakukan bersih-bersih area sekitar kampung, halaman dan kelas-kelas di SDI Al-Hidayah, serta di Musholla. Selain bertujuan untuk membersihkan lokasi bakti sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat, kegiatan tersebut juga bermaksud untuk mempersiapkan ruangan kelas yang akan digunakan untuk program penyuluhan serta mempersiapkan kelas TPA di Musholla untuk kegiatan pembuatan kaligrafi.
Sistem kerja dalam kegiatan Baksos dan Bakpen adalah sistem tim/kelompok. Sehingga program-program yang dilaksanakan dapat terlaksana dengan efektif. Dengan sistem Tim ini beberapa program kerja dapat dilaksanakan dengan waktu yang bersamaan. Seperti penyuluhan pertanian produktif yang dilanjutkan dengan pembagian bibit Sengon diikuti oleh segenap masyarakat Dusun Sukosari yang difasilitasi oleh dosen ekologi Drs. I Wayan Sumberartha, M.Si., selaku pemateri. Dalam acara tersebut, Pak Wayan menyampaikan bagaimana cara merawat tanaman Sengon Solomon yang baik hingga dapat dipanen dalam waktu yang relatif cepat dan tahan hama. Perawatan Sengon yang baik, tidak terlepas dari pemberian pupuk yang baik pula. Sedangkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, masyarakat dapat menanam Sengon dan umbi-umbian dengan cara tumpangsari.
Bersamaan dengan program penyuluhan pertanian produktif tim program kaligrafi juga melaksanakan tugasnya di TPA “Al-Huda”. Anak-anak peserta TPQ memiliki rentang usia yang variatif. Mulai dari 3 sampai 12 tahun untuk tingkat rendah. Dalam pelaksanaan kegiatan anak-anak diajak membuat kaligrafi lafaz Allah lalu kemudian mewarnainya. Dalam kegiatan tersebut juga ditanamkan nilai-nilai karakter untuk mengenal siapa itu Allah, nilai-nilai agama, adab bergaul, mengenal warna, tertib dalam mengambil alat warna, dan juga tata cara mewarnai yang baik dan benar. Dengan kegiatan mewarnai tersebut anak-anak terlihat amat bahagia. Hal ini terlihat dari tawa sumringah mereka ketika hasil karyanya dibawa pulang.
Menjelang sore, belum menunjukkan tanda berkahirnya kegiatan. Setelah istirahat, sholat, dan makan baik panitia maupun peserta dan warga dusun Sukosari mulai menanti-nantikan acara motivasi pendidikan yang akan dilaksanakan ba’da Maghrib di halaman SDI Al-Hidayah. Motivasi Pendidikan merupakan acara yang dirancang oleh panitia bakti pendidikan yang terdiri dari: Nonton bersama film bertema edukasi yaitu “Jembatan Pensil”, Pembacaan puisi, penampilan Soka Band, dan stand up komedi. Seluruh rangkaian acara tersebut diisi oleh peserta PPG SM-3T UM dengan tujuan meningkatkan motivasi pendidikan sekaligus menghibur warga Dusun Sukosari. Keriuhan acara sudah terasa sejak pemutaran film edukatif “Jembatan Pensil”. Penonton yang terdiri dari seluruh lapisan masyarakat Dusun Sukosari, peserta, panitia bakti sosial dan bakti pendidikan, bahkan aparat Linmas pun ikut menikmati sajian malam itu. Apalagi saat pembacaan puisi oleh Mohammad Nasrul, peserta PPG SM-3T prodi Bahasa Indonesia UM, tepuk tangan riuh mengapresiasi keindahan diksi yang dibawakan oleh Nasrul. Berikutnya, agar suasana bertambah hangat, tersaji penampilan stand up komedi dari Arifin “Big Boss”, yang juga merupakan peserta PPG prodi Bahasa Indonesia. Dengan mengambil tema “Rahasia-rahasia di Soka”, Arifin mampu memancing gelak tawa dari para penonton, sehingga malam yang larut tak terasa kedatangannya. Menjelang pukul sepuluh malam, Soka Band tampil menutup acara dengan tembang-tembangnya yang mengalun merdu, menyatu dengan udara dingin dan bintang yang menggantung di langit Sukosari.
Minggu, 13 Mei 2018 kegiatan bakti pendidikan dilanjutkan dengan senam pagi yang diikuti oleh 80 peserta didik mulai dari kelas 1 sampai kelas VI sekolah dasar. Eka Nurviana, Mar’ati Lutfi, dan Ismawati peserta PPG SM-3T Prodi PGSD diamanahi untuk menjadi instruktur dalam kegiatan senam tersebut. Sementara itu, panitia yang tidak bertugas mendampingi kegiatan senam pagi mempersiapkan acara outbound untuk peserta didik dan acara dokumenter “Jika Aku Menjadi”. Setelah senam pagi selesai, acara selanjutnya adalah penyuluhan pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini diawali dengan pembagian sikat gigi gratis kepada peserta didik yang hadir saat itu. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan contoh cara menggosok gigi yang baik dan benar. Untuk menghibur siswa-siswi telah menunjukkan antusiasnya dalam mengikuti penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, panitia mengadakan kegiatan “Finger Printing”, yaitu menghias kaos putih polos dengan cap tangan siswa-siswi tersebut yang sudah diberi cat air terlebih dahulu. Kegiatan “Finger Printing” ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka, karena kaos hasil kreasi mereka akan menjadi hadiah bagi pemenang dalam kegiatan Outbound.

Outbound dilaksanakan di halaman SDI Al-Hidayah. Dalam kegiatan outbond ini diberikan beberapa permainan dengan sistem lomba yang terbagi dalam beberapa pos, yaitu pos memasukkan paku ke dalam botol, pos menggambar berurutan, pos estafet air, pos komunikata, dan pos hula hoop tali rafia. Dari keseluruhan kegiatan outbound tersebut, kelompok 11 berhasil menjadi juara pertama, kelompok 2 juara kedua, serta kelompok 9 dan 6 menjadi juara ketiga bersama.
Bersamaan dengan kegiatan Outbound, sebagian peserta dan panitia bakti sosial melaksanakan kegiatan yang bertajuk “Jika Aku Menjadi”. Panitia mendapatkan inspirasi dari sebuah acara yang pernah tayang di televisi dengan judul yang sama. Kegiatan tersebut diyakini dapat menjadi salah satu cara untuk menyatu dengan masyarakat Dusun Sukosari. Seluruh peserta dan panitia yang bertugas sebagai penanggung jawab dibagi ke dalam kelompok-kelompok, agar masing-masing kelompok dapat ikut dalam berbagai kegiatan warga Sukosari. Satu kelompok peserta dan panitia mengikuti kegiatan seorang warga yang dimulai dari pukul 6.00 hingga 11.30 WIB. Ada yang ikut warga menanam ketela di ladang, panen cabai, ada yang ikut membantu warga membuat kandang, memasang pipa-pipa air, dan ada juga yang membantu warga memasak makanan untuk dimakan bersama-sama. Sambutan dari masyarakat dusun Sukosari di luar ekspektasi panitia. Begitu hangat dan bersahabat. Tidak hanya kesempatan untuk belajar banyak hal di luar urusan akademik, cerita-cerita menarik dari daerah setempat, sajian makan siang yang lezat, juga ada beberapa warga yang meminta peserta PPG SM-3T untuk tinggal lebih lama di rumah mereka. Seolah sudah dianggap seperti keluarga sendiri meski baru kenal selama dua hari.

Salah satu kegiatan yang menjadi jejak bakti sosial PPG SM-3T di Dusun Sukosari adalah pembuatan nama dusun di batas wilayah. Tim pembuatan nama dusun mengkreasikan botol-botol bekas menjadi huruf-huruf nama dusun “SUKOSARI” dan diberi warna-warna yang mencolok sebagai penanda bahwa kawasan yang dilalui sudah memasuki wilayah Dusun Sukosari. Agar dapat bertahan lama botol-botol tersebut dililit kawat dan diberi penyangga yang terbuat dari besi, ditanamkan di tanah lalu diberi penguat berupa semen. Setelah terpasang dengan kuat palang nama tersebut terlihat menarik dengan warna-warnanya yang meriah. Kata anak zaman sekarang “instagramable”
Namun, kebersamaan itu akhirnya harus segera berakhir. Mengingat waktu kepulangan yang semakin dekat. Seusai membersihkan diri dan peralatan kegiatan bakti, seluruh panitia dan peserta berangkat menuju ke halaman SDI Al-Hidayah untuk mengikuti upacara penutupan. Tak banyak susunan acara yang masuk ke dalam upacara penutupan tersebut. Dimulai dari sambutan ketua panitia Ingga Satya Pradana, S.Pd yang mengatakan “Kegiatan baksos dan bakpen yang berlangsung selama dua hari ini berjalan dengan lancar. Untuk itu kami dari panitia mengucapkan terima kasih banyak kepada segala pihak yang berkontribusi dalam pelaksanannya. Baik panitia, peserta juga bimbingan dan arahan dari dosen-dosen dan pihak LP3 UM. Tidak lupa juga dukungan dan hatur terimakasih kepada masyarakat Dusun Sukosari yang senantiasa menyambut kami dengan senang hati dan ramah. Bahkan kami sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Kami selaku panitia juga peserta memohon maaf apabila selama dua hari kami disini begitu banyak ucapan dan tindakan yang tidak sesuai dengan masyarakat disini, menyinggung bahkan menyakiti masyarakat. Kami berharap apa-apa yang telah kami lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat desa dan juga kami semua”.
Setelah sambutan ketua panitia kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dusun Sukosari. Dalam sambutannya Kepala Dusun mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari peserta PPG SM3T UM yang telah membawa banyak program-program bermanfaat bagi masyarakat sekitar, beliau juga meminta maaf apabila ada sikap atau bahkan tindakan masyarakat yang kurang berkenan terhadap para mahasiswa yang melaksanakan Baksos dan Bakpen. Tidak hanya itu beliau juga berseloroh dengan mengatakan “jika ada yang mau lebih lama tinggal di dusun ini, tentu kami akan sangat senang”, ungkapnya, dengan maksud menggoda para peserta PPG yang telah mendapatkan kenyamanan di dusun tersebut. Bapak Ketut selaku pembina kegiatan yang bertugas menutup kegiatan dan sekaligus menyerahkan cinderamata dari PPG SM-3T UM kepada Dusun Sukosari, kemudian upacara ditutup dengan doa.
Reportase : Infokom PPG UM
Editor: Tim editor MSI







