Dalam memperingati hari Pahlawan, Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) pada tanggal 8-10 November 2018 dengan tema “Morotai Cerdas dan Kreatif Bersama Guru Garis Depan”. Kegiatan ini adalah yang pertama dilaksanakan oleh GGD Kabupaten Pulau Morotai bekerjasama dengan Masyarakat SM-3T Indonesia (MSI).
GGD Pulau Morotai membentuk Panitia untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan MeAN di SMPN 7 Pulau Morotai yang merupakan salah satu sekolah penempatan peserta GGD Kabupaten Pulau Morotai. Panitia yang bertugas di sekolah sasaran MeAN bertanggung jawab mempersiapkan tempat acara pembukaan, perlengkapan/peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan MeAN dan memastikan tamu undangan serta peserta MeAN (peserta didik SMPN 7 Pulau Morotai) hadir tepat waktu.
Hari Pertama, 8 November 2018
Peserta didik SMPN 7 Pulau Morotai datang lebih awal dengan penuh semangat mengikuti kegiatan MeAN. Pukul 07.30 WIT diawali dengan senam Tobelo yang dipandu oleh Ibu Nursia Fatanah Senen, S.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan psikomotorik peserta didik agar lebih bersemangat dalam belajar. Pukul 08.30 WIT dilanjutkan dengan pembagian kelas peminatan dan pemberian materi awal kepada peserta didik dalam kegiatan MeAN di SMPN 7 Pulau Morotai. Pukul 14.00 WIT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai Bapak Mauluddin, M.Pd., tiba di lokasi MeAN dan akan membuka secara resmi kegiatan MeAN.
Ketua Panitia Pelaksana MeAN Kabupaten Pulau Morotai, Setyabudi, S. Pd., Gr., dalam laporannya menyampaikan ucap syukur kepada Allah SWT karena acara MeAN dapat terlaksana di SMPN 7 Pulau Morotai yang merupakan pelaksanaan MeAN pertama kalinya di Kabupaten Pulau Morotai dan Maluku Utara. Beliau juga menyampaikan bahwa “Matahari sejatinya terbit dari timur”. Dalam arti kata bahwa generasi emas Indonesia bisa lahir di Indonesia bagian timur khususnya Kabupaten Pulau Morotai dan Provinsi Maluku Utara pada umumnya.
Kepala SMPN 7 Pulau Morotai, Ibu Selina Mawea, S. Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Panitia MeAN (GGD Kabupaten Pulau Morotai) karena telah menggagas dan menginisiasi kegiatan MeAN di sekolah yang dipimpinnya. Beliau berharap kegiatan yang sifatnya mengedukasi, memotivasi, dan menginspirasi siswa sering dilakukan untuk melatih kemampuan dan rasa percaya diri siswa. Begitupun juga Ketua Komite SMPN 7 Pulau Morotai, Bapak Alimin Mansur mengungkapkan rasa terima kasih kepada Panitia MeAN yang telah rela meluangkan waktu untuk memberikan ilmu kepada anak didik di SMPN 7 Pulau Morotai. Beliau juga berharap kegiatan MeAN dilaksanakan setiap tahun di sekolah/wilayah penempatan GGD Kabupaten Pulau Morotai. “Kalau perlu setiap tahun kegiatan MeAN ini dilaksanakan di sekolah/wilayah penempatan Guru GGD”, ungkap beliau.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Bapak Mauluddin, M. Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan MeAN Kabupaten Pulau Morotai secara resmi menyampaikan terima kasih kepada GGD Kabupaten Pulau Morotai yang telah menggagas kegiatan MeAN.
“Kegiatan ini merupakan inovasi dalam dunia pendidikan, karena Guru memang ditantang untuk berinovasi, kreatif, dan profesional dalam melaksanakan tugasnya” tambahnya.

Setelah acara pembukaan, Panitia langsung masuk di kegiatan pertama yaitu kegiatan 3M (Membaca, Menulis, dan Menghitung) yang dibawakan oleh Ibu Irene Umbaseng, S. Pd., Gr., Ibu Suciati, S. Pd., Gr., dan Ibu Fitriani, S. Pd., Gr., di kelas 7 dan 8. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mengasah kemampuan literasi dasar peserta didik yakni membaca, menulis, dan menghitung. Kegiatan yang dilakukan dikelas 9 adalah membaca puisi dibawakan oleh Bapak Fariz Fernando Lolaen, S.Pd., Gr., dan Ibu Hasnawati, S.Pd., Gr. Kegiatan membaca puisi bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang hebatnya perjuangan pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dituangkan dalam pembacaan puisi dan melatih peserta didik untuk percaya diri serta mampu mengekspresikan perasaan melalui pendeklamasian puisi.

Hari Kedua, 9 November 2018
Pukul 07.30 WIT dimulai dengan kegiatan senam jasmani yang dipandu oleh Ibu Masriani T, S.Pd., Gr. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih peserta didik untuk menjaga kebugaran jasmani. Pukul 08.30 WIT dilanjutkan dengan kegiatan tarian, vokal grup, dan olahraga (tenis meja dan sepak bola).

Kegiatan tarian dana-dana dibawakan oleh Bapak Jumardi Rabika, S.Si. Tarian Morotai dibawakan oleh Bapak Christofel Davidzon Puasa, S. Pd., Gr. Kegiatan tarian ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal agar peserta didik tidak melupakan budaya daerahnya. Kegiatan vokal grup dibawakan oleh Ibu Yulanda Rompas, S. Pd., Gr. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kekompakan, kerjasama dan kemampuan olah vokal peserta didik. Permainan tenis meja dibawakan oleh Bapak A. Ashar Asis, S. Pd., Gr. dan Ibu Risnawati, S. Pd., Gr.
Adapula kegiatan olahraga, diantaranya permainan sepak bola yang dibawakan oleh Bapak Muhammad Nur Arsal T, S.Pd., Gr. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh tentang olahraga khususnya tenis meja dan sepak bola kepada peserta didik. Selain itu, bertujuan pula untuk melatih teknik dan kemampuan peserta didik dalam bermain tenis meja dan sepak bola. Melalui kegiatan olahraga tenis meja dan sepak bola ini diharapakan peserta didik lebih mengenal olahraga dan dapat menjadi bibit atlet di masa yang akan datang.
Kegiatan selanjutnya adalah Hasta Karya yang dimulai pukul 09.30 WIT. Kegiatan ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 (satu) kelas 7 dan 8, dipandu oleh Ibu Eflin Erma Erviana, S. Pd., Gr., dengan membuat bingkai foto dari kulit kerang dan kardus bekas. Ibu Fitriani, S. Pd., Gr., memandu peserta didik kelas 9 yang tergabung dalam kelompok 2 (dua) membuat hiasan dinding dari stik es krim. Kegiatan hasta karya ini bertujuan untuk melatih peserta didik terampil dan kreatif dalam memanfaatkan bahan alam serta bahan bekas yang bernilai seni dan ekonomis.
Pukul 10.30 WIT dilanjutkan dengan kegiatan kerohanian. Bapak Muhammad Iswan, S. Pd., Gr., membimbing peserta didik yang beragama islam tentang tata cara gerakan salat. Bapak Rommy Balaati, S.Si., membimbing peserta didik yang beragama non muslim memahami ayat-ayat dalam Al Kitab. Kegiatan kerohanian bertujuan untuk menambah pemahaman peserta didik sesuai dengan agama yang dianut dan meningkatkan sikap religius peserta didik sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan seharinya-hari.
Pukul 14.00 WIT dilanjutkan dengan kegiatan permainan edukasi. Permainan edukasi dibagi menjadi enam jenis permainan. Pertama, permainan tanda jejak yang dipandu oleh Bapak Muhammad Iswan, S. Pd., Gr. Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat peserta didik agar lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran. Kedua, permainan jaring laba-laba. Ketiga, permainan sungai beracun. Keempat, permainan water ball. Kelima, rantai hulahop estafet. Keenam, menara persatuan.

Hari Ketiga, 10 November 2018
Pukul 07.30 WIT diawali dengan apel pagi dalam rangka memperingati hari pahlawan. Bertindak sebagai pembina apel Bapak Setyabudi, S. Pd., Gr., menyampaikan kepada peserta didik agar dapat menghargai jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan harta, jiwa, dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”. Pembina apel pagi juga tak lupa mengajak peserta didik mengheningkan cipta seraya mendoakan para pejuang dan pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pukul 08.00 WIT dilanjutkan dengan kegiatan Kepramukaan. Kegiatan ini dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok 1 menerima materi semafor dipandu oleh Bapak Juliyansyah, S. Pd., Gr. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi menggunakan bendera semafor. Kelompok 2 menerima materi baris berbaris dibimbing oleh Bapak Firdaus Arsyad, S.Pd., Gr. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan kecakapan peserta didik dalam baris berbaris yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan apel dan upacara bendera. Kelompok 3 menerima materi membaca sandi atau tanda jejak yang dibawakan oleh Ibu Masriani T, S. Pd., Gr. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Kelompok 4 menerima materi baris berbaris menggunakan tongkat yang dipandu oleh Ibu Risnawati, S. Pd., Gr. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam baris berbaris menggunakan tongkat.

Pukul 14.00 WIT dilanjutkan dengan pemantapan kegiatan yang akan ditampilkan pada acara penutupan MeAN. Adapun kegiatan yang akan ditampilkan dalam acara penutupan antara lain ada Tarian, vokal grup, dan deklamasi puisi. Kegiatan dipandu oleh masing-masing penanggung jawab kegiatan. Selain menampilkan kegiatan seni juga memajang hasil karya peserta didik dalam pemanfaatan barang bekas menjadi benda seni atau hiasan dinding di sudut ruangan tempat acara penutupan MeAN akan berlangsung.
Pukul 16.00 WIT dilangsungkan acara penutupan MeAN yang diawali dengan pemutaran video kegiatan MeAN. Pemutaran video disaksikan langsung oleh Ibu Kepala SMPN 7 Pulau Morotai bersama dewan guru, Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Indonesia Bapak Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., orang tua peserta didik, tamu undangan, dan peserta didik SMPN 7 Pulau Morotai. Suasana pemutaran video kegiatan MeAN berlangsung khidmat. Peserta didik antusias dan bersemangat menyaksikan pemutaran video.
Ketua Panitia MeAN GGD Pulau Morotai, Setyabudi, S.Pd., Gr., dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan sehingga kegiatan MeAN ini dapat terlaksana dengan baik di SMPN 7 Pulau Morotai. Beliau pun juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan MeAN ini jika ada hal-hal yang kurang berkenan atau kekurangan yang tercipta.
“Panitia telah berupaya dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan kegiatan MeAN di SMPN 7 Pulau Morotai dengan baik, tapi apa daya Tuhan adalah penentu dari segalanya”, tutupnya.
Selanjutnya, sambutan Bapak Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Indonesia (MSI) menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala SMPN 7 Pulau Morotai atas kepercayaan, waktu, dan ruang yang diamanahkan kepada Panitia Pelaksana MeAN di SMPN 7 Pulau Morotai. Beliau juga menitip pesan kepada Bapak dan Ibu Guru Garis Depan agar senantiasa bekerja dengan ikhlas, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan baik satu sama lainnya, serta menjaga kesehatan dan kesetiaan.
Sambutan selanjutnya Kepala SMPN 7 Pulau Morotai sekaligus menutup kegiatan MeAN secara resmi, Ibu Selina Mawea, S. Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Direktur MSI yang telah menyempatkan hadir di sekolah yang dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan MeAN. Beliau juga merasa bangga karena kegiatan MeAN dilaksanakan di sekolah yang dipimpinnya. Ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pulau Morotai. Beliau berharap kegitan seperti ini terus dilaksanakan agar peserta didik yang jauh dari jangkauan pemerataan pendidikan dapat tersentuh sehingga semangat dan motivasi peserta didik bisa lebih meningkat.
Di akhir acara penutupan dilangsungkan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Juliyansyah, S. Pd., Gr. Seluruh dokumentasi kegiatan MeAN diliput dan didokumentasikan oleh Bapak Bahrul, S. Pd., Gr., dan Ibu Reza Mega Ardhilia, S. Pd., Gr.
Masalah pendidikan bukan hanya tentang persoalan peserta didik dan pendidik tetapi merupakan permasalahan semua pihak dan kita tertantang untuk mewujudkan generasi cerdas dan kreatif. Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) merupakan kegiatan yang diharapkan memberikan motivasi dan inpirasi kepada generasi penerus bangsa agar kelak memiliki kemampuan untuk bersaing.
Reportase: Tim reportase GGD Pulau Morotai
Editor: Tim editor MSI







