Guru Garis Depan Kabupaten Sumba Barat Daya melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) untuk kedua kalinya pada tanggal 12 November 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Inpres Liango Malagho, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Program MeAN bertujuan mengedukasi anak usia sekolah yang berada di kecamatan Kodi Utara dan sekitarnya.
Peserta kegiatan berjumlah 40 peserta didik yang berasal dari 10 sekolah yang tersebar di kecamatan Kodi Utara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh 300 GGD yang menjalankan pengabdian di kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan MeAN didukung oleh beberapa sponsor diantaranya bank BRI, Perum Pegadaian, yayasan Sang Penebus, PT Bumi Indah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya turut hadir dalam pembukaan kegiatan MeAN, peserta didik SD Inpres Liango Malagho mempersembahkan tarian penyambutan.
Kepala sekolah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kegiatan MeAN di SD Inpres Liagho Malagho. Beliau berharap dengan diadakannya kegiatan di SD Inpres Liango Malagho dapat memberikan dampak positif bagi sekolah tersebut ke depannya.
“Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri adalah kegiatan wajib yang dilaksanakan oleh Guru Garis Depan (GGD) yang berada di seluruh wilayah Indonesia. Semua akan menjadi mudah jika seluruh GGD yang berada di kabupaten Sumba Barat Daya mempunyai visi yang sama” ucap Rano Runga Bili, S. Pd., Gr., selaku koordinator GGD kabupaten Sumba Barat Daya.
Sambutan juga disampaikan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam sambutannya beliau menyebutkan bahwa GGD harus menunjukkan kebermanfaatan dalam masyarakat.
“Hadirnya kegiatan MeAN ini mampu memberikan motivasi bagi masyarakat sekitar untuk mampu berbuat lebih baik ke depannya.” tambahnya.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah kelas inspirasi yang terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut, yaitu mengenal profesi Polisi. kegiatan ini untuk melatih peserta didik dalam membaca, Guru Garis Depan menggunakan big book tentang profesi polisi. Dalam big book itu, berisi tentang tugas-tugas dan pekerjaan seorang polisi. Kemudian peserta didik berkelompok menyusun kalimat dan mencocokkan dengan gambar tentang tugas-tugas seorang polisi. Setelah itu, peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya. Kegiatan ini ditutup dengan bernyanyi bersama.
Kegiatan selanjutnya yaitu Pohon Cita-cita. tujuannya untuk memotivasi peserta didik dalam belajar dan meraih cita-citanya. Kegiatan ini dimulai dengan peserta didik memecahkan balon yang berisi berbagai jenis-jenis cita-cita yang ditulis pada kertas daun. Peserta didik memilih cita-cita menurut cita-cita mereka masing-masing. Kemudian menempelkan pada ranting pohon yang sudah disediakan.
Usai membuat pohon cita-cita, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan mozaik. Dimana secara berkelompok peserta didik menempelkan biji-bijian pada gambar yang sudah disiapkan sehingga membentuk sebuah mozaik yang menarik. Tujuannya untuk melatih ketelitian dan kreativitas peserta didik. Peserta didik sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan ini.
Selanjutnya ada kegiatan kelas inovasi. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi atau sharing mengenai teknik-teknik atau metode-metode pembelajaran yang menarik dengan guru-guru yang berasal dari sekolah undangan. Dalam kegiatan ini GGD menjelaskan tentang bagaimana menanamkan literasi kepada peserta didik agar mudah dipahami dan dimengerti.
Kegiatan berikutnya adalah cuci tangan kaki. GGD mengajarkan peserta didik tentang cara mencuci tangan dan kaki dengan mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peserta didik menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Selain cuci tangan dan kaki diadakan juga kegiatan gosok gigi bersama. GGD menjelaskan tentang cara menggosok gigi yang benar kepada peserta didik. Kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk mendorong peserta didik menjaga kesehatan gigi dan terhindar dari sakit gigi. Peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Selain itu pada kegiatan MeAN ini juga ditampilkan berbagai tarian yang dibawakan oleh peserta didik. Pertunjukan tarian ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap tari daerah dan melestarikan budaya bangsa. Peserta didik dari SD Inpres Liango Malagho menampilkan tarian hasil kreasi mereka dan bimbingan dari guru-guru mereka. Tarian ini ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu undangan dalam kegiatan MeAN seperti kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan pejabat pemerintah setempat. Peserta didik dari SD Masehi Bondokamodo menampilkan tarian hasil kreasi mereka dan bimbingan dari guru GGD di sekolah tersebut. Dalam tarian itu, peserta didik menampilkan tarian kolaborasi modern dan tradisional.
Selanjutnya diadakan pemutaran film pendidikan. GGD bersama peserta didik menonton film tentang pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi semangat peserta didik dalam belajar. Selain itu, juga untuk mendorong peserta didik menyadari pentingnya pendidikan bagi mereka.
Sebagai bukti dedikasi dan pengabdian GGD, guru GGD menampilkan foto-foto kegiatan GGD di tempat tugas. Pameran foto ini dibagi dalam tiga kategori, yaitu kegiatan edukasi, sosial, dan agama. Para undangan dan tamu tampak serius mengunjungi pameran foto-foto tersebut.
GGD berbagi donasi berupa buku-buku bacaan dan buku tulis kepada sekolah-sekolah undangan dan peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan wujud kepedulian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi peserta didik untuk semangat dalam belajar dan meraih cita-citanya. Semoga dengan kegiatan ini program menuju generasi emas Indonesia segera tercapai.
Reportase : Tim reportase GGD Sumba Barat Daya
Editor : Tim editor MSI










