Mengusung tema “Jejak Kaki Bukti Bakti” Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Sumatera Barat pada tahun ini kembali melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN). Berlokasi di Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini merupakan kegiatan MeAN keempat yang dilakukan oleh Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi Sumatera Barat. Kegiatan MeAN Suayan berlangsung selama tiga hari, 10-12 Januari 2019.
Pemerintah daerah serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota sangat mendukung terlaksananya kegiatan ini. Sebelumnya, pada 29 Desember 2018 panitia MeAN serta ketua Basecare Sumbar mengadakan kegiatan audiensi bersama Bupati didampingi oleh asisten Kadiddikbud. Bupati ingin sekali bergabung pada rangkaian acara tersebut, tetapi karena pada jadwal kegiatan tersebut beliau juga mengikuti agenda di Jakarta maka IGTK Kecamatan Akabiluru yang mewakili kehadirannya dalam kegiatan pembukaan acara MeAN Suayan. Alumni SM-3T Paliko (Payakumbuh dan Lima Puluh Kota) sebagai tuan rumah mempersiapkan dengan baik penyambutan tersebut. Acara pembukaan dilaksanakan di aula kantor Wali Nagari Suayan. Kegiatan ini dihadiri oleh Alumni PPG SM3T Se-Sumatera Barat.
Hari pertama, Kamis (10/01)
Ketua pelaksana MeAN Suayan, Fachri, S.Pd., Gr., dalam laporannya menyampaikan bahwa acara tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dari Pemerintah Kenagarian Suayan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, dan juga donasi dari Guru Garis Depan (GGD) serta alumni SM-3T.
“Kami anggota Basecare Sumatera Barat adalah alumni SM3T yang sudah pernah bertugas selama satu tahun di daerah 3T Indonesia. Untuk mengobati rasa rindu akan pengabdian di pelosok negeri, maka kami memutuskan untuk memilih Nagari Suayan di Kabupaten Lima Puluh Kota ini sebagai daerah sasaran,” ungkapnya.
Rasa syukur juga tak lupa disampaikan kepada Allah SWT dan terima kasih kepada IGTK dan IK3S Kecamatan Akabiluru. Acara dibuka oleh Bapak Zetri selaku Wali Nagari Suayan. Beliau juga merupakan seorang tokoh Pendidikan yang sedang berhenti sementara dari tugas sebagai ASN demi menjalankan amanah sebagai pemimpin di Nagari Suayan. Dalam sambutannya Wali Nagari Suayan menyampaikan terima kasih kepada seluruh panita MeAN Suayan.
“Acara seperti ini sangat baik dilaksana, karena mampu memberikan penyegaran terhadap cara belajar mengajar. Dengan adanya acara ini diharapkan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan untuk guru mampu menjadi sarana bertukar pikiran,” papar beliau.
Setelah acara pembukaan, seluruh peserta diajak melakukan ice breaking oleh Rahmad Hidayat, S.Pd. Kegiatan tersebut bertujan membangkitkan semangat peserta dan juga menumbuhkan rasa penasaran untuk datang di hari kedua.
Hari kedua, Jumat (11/01)
Peserta yang terdiri dari 75 peserta didik sekolah dasar dan 75 peserta didik TK dan PAUD datang dengan semangat memenuhi halaman kantor wali nagari untuk melanjutkan kegiatan. Setelah melaksanakan senam pagi, 75 peserta didik TK menuju aula wali nagari untuk melaksanakan lomba mewarnai di bawah penanggung jawab Febriani Utami,S. Pd., Gr. Lomba berlangsung selama dua jam. Peserta yang ikut terlihat antusias dan semangat mewarnai gambar yang diberikan panitia. Lomba tersebut dimenangkan oleh Adita Alqhafari dari PAUD Taman Ilmu.
Sementara itu 75 peserta didik SD dibagi ke dalam lima kelompok yang masing-masing beranggotakan 15 orang untuk melaksanakan outbond. Peserta didik yang telah dibagi ke dalam kelompok kecil tersebut ditugaskan mendatangi lima pos yang telah disediakan panitia. Pos pertama merupakan pos keagamaan.
Di pos ini peserta diajarkan bagaimana cara berwudhu oleh kakak Ira Hariyani, S. Pd., Gr., mempraktikan niat hingga doa setelah wudhu. Tidak hanya itu peserta juga diajarkan tentang jenis air yang dapat digunakan untuk berwudhu.
Pos kedua merupakan pos kepemimpinan oleh Rahmat Hidayat, S.Pd. Di pos ini peserta diajarkan dasar baris berbaris dan karakter yang baik yang harus diterapkan di masyarakat. Pos ketiga, merupakan pos kesehatan oleh Fachri, S. Pd.,Gr. Di pos ini peserta diajarkan cara mencuci tangan dengan benar. Pos keempat merupakan pos hasta karya Marisa, S. Pd., Gr.
Di pos ini peserta diajarkan cara membuat kerajinan gelang dari benang rajut. Pos kelima adalah pos kesenian. Di pos kesenian peserta diajarkan menari, menyanyi, dan membaca puisi. Hasil dari pos kesenian ini ditampilkan pada malam inagurasi oleh Gylang Alhamdina S. Pd., Gr.
Setelah semua posko dilewati, peserta diistirahtakan. Peserta perempuan kembali ke aula wali nagari dan peserta laki-laki menuju masjid untuk melaksanakan salat jumat. Setelah itu peserta dan panitia makan siang bersama.
Kegiatan dilanjutkan dengan lomba “Rangking Satu”. Lomba ini diikuti oleh seluruh peserta dari sekolah dasar. Lomba tersebut dimenangkan oleh Ramdhani Ilyas delegasi dari SD 02 Suayan, terbaik 2 dan Dian Maharani SD 04 Suayan, dan Hani terbaik 3 dari SD 02 Suayan.
Setelah salat ashar berjamaah, panitia mengadakan bazar pakaian murah (pasar oyak) yang hasil penjualannya didonasikan untuk masjid yang ada di Kenagarian Suayan. Pakaian yang dijual merupakan pakaian layak pakai yang telah dikumpulkan oleh panitia. Pakaian tersebut dijual dengan harga mulai dari seribu rupiah sampai lima ribu rupiah.
Setelah salat isya, acara dilanjutkan dengan “malam inagurasi”. Seluruh peserta datang bersama orang tua mereka. Pada malam inagurasi, ditampilkan hasil latihan peserta pada pos kesenian. Ada tampilan lagu hymne guru, laskar pelangi, pembacaan puisi, penampilan tari modern baby shark, dan ditutup dengan tampilan tari tradisonal, tari tor-tor. Pada malam itu juga diberikan tropi dan hadiah kepada pemenang lomba mewarnai dan lomba rangking satu.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, dan maaf untuk segala keterbatasan kami dalam penyambutan ananda semua. Ananda semua sudah kami anggap sebagai anak, maka sering-seringlah berkabar, terlebih berita baik. Saya berharap agar acara seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan, karena acara seperti ini mampu meningkatkan semangat anak-anak untuk belajar.” ungkap Wali Nagari Suayan dengan penuh haru.
Hari ketiga, Sabtu (12/01)
Hari ketiga merupakan hari pembagian donasi. Donasi dibagikan kepada peserta didik PAUD Taman Ilmu yang berjumlah 35 orang dan peserta didik SD N 05 Suayan yang berjumlah 37 orang sebagai program SM-3T Peduli. Selain membagikan donasi untuk sekolah sasaran, panitia juga membagikan sertifikat untuk sekolah-sekolah yang telah terlibat dengan mengirimkan peserta didiknya pada acara MeAN Suayan.
Pada hari terakhir tersebut, panitia memberikan donasi hasil penjualan pakaian kepada masjid raya Suayan senilai Rp.443.000. Pukul 13.00 WIB, seluruh panitia berangkat meninggalkan Suayan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Masalah pendidikan bukan hanya tentang pendidik dan peserta didik melainkan masalah kita semua. Semoga dengan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) ini mampu membuka mata semua pihak bahwa pendidikan di negeri ini masih membutuhkan perhatian yang serius.
“Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima yang sebanyak-banyaknya,” (Pak Harfan dalam novel Laskar Pelangi).
Reportase oleh : Gylang Alhamdina,S.Pd.,Gr., dan Harfa Sakri,S.Pd.,Gr.
Editor : Tim editor MSI













