Masyarakat SM-3T Institute bersama GGD Alor pada tanggal 12 Oktober 2019, di Desa Otvai, Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan seminar dengan tema “Kerja Bersinergi Mengedukasi Anak Negeri dalam Membentuk Karakter Mulia bagi Siswa SMA Daerah 3T Indonesia”. Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Alor, Drs. An Grit Akal. Selain itu, ada juga peserta didik dan pendidik dari SMA Negeri Awaalah yang memenuhi ruangan itu.
Berkaitan dengan tema di atas, penyelenggara kegiatan mengagendakan sejumlah materi, antara lain: Kampanye Narkoba dan HIV/ AIDS, Kegiatan Hasta Karya dan Kreasi Seni, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara; serta Gerakan Stop Bullying.
Dalam sambutan ketua panitia, Abdul Mahyudin Djou, S.Pd.,Gr mengatakan bahwa kegiatan ini adalah jawaban dari kegelisahan Guru Garis Depan selama 2 tahun ini, ketika kami turun mengabdi. Hal ini terlaksana atas komunikasi koordinator GGD NTT dan Direktur Masyarakat SM-3T Institute. Program yang menjadi perhatian utama Masyarakat SM-3T Institute Indonesia adalah perlunya peningkatan nilai-nilai karakter (PPK); adanya penguatan pembudayaan literasi, dan peningkatan akan pentingnya kompetensi peserta didik dalam menghadapi era industri 4.0. Hal ini sejalan dengan apa yang sementara ini diprogramkan oleh pemerintah.
“SMA Negeri Awaalah sebagai sekolah kelima penyelenggara kegiatan seminar se-Indonesia. Tujuannya sederhana saja di sini. Jadikan sekolah sebagai sekolah yang ramah anak, memperhatikan anak, dan melahirkan pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang”, jelas koordinator GGD Propinsi NTT itu.
Di kesempatan yang lain, Kepala SMA Awaalah, Daniel Duka, S.Pd dalam sambutannya mengharapkan kepada panitia (Guru Garis Depan Kabupaten Alor) bahwa ke depannya, diusahakan kegiatan ini dibuatkan di sekolah lain juga. “Bukan hanya di SMAN Awaalah saja. Bila perlu dibuat di sekolah-sekolah lain yang ada di Alor Timur sana. Atau yang ada di pulau Pantar atau pulau Pura sana, sehingga ada virus positif untuk sekolah lain yang ada di Kabupaten Alor ini bahkan Indonesia.” Terang beliau
Direktur Masyarakat SM-3T Institute, Akhiruddin, S.Pd., M.Pd.,Gr mengatakan bahwa Masyarakat SM-3T Institute adalah komunitas yang menaungi para alumninya, yaitu program PPG SM-3T dan PPG Prajabatan terkait agar sekiranya tak berhenti untuk mengabdi. “Kami memiliki program Mengedukasi Anak Negeri yang bertujuan untuk mengembangkan Literasi, Karakter, dan Kompetensi. Program MeAN ini sudah jalan ke-34 kali. Namun, kebanyakan hanya fokus ke Dikdas saja, sedangkan untuk Dikmen dilaksanakanlah program Seminar Penguatan Pendidikan Karakter, yang kali ini sudah kali kelima terlaksana di seluruh Indonesia. Terkhusus untuk Kabupaten Alor ini, SMAN Awaalah terpilih sebagai sekolah ke lima untuk program di Dikmen. Disebutkannya lagi, bahwa ketimbang kita hanya duduk diam menyaksikan kegelapan yang ada, lebih baik perlahan semampu tenaga berikhtiar menyalakan secercah cahaya untuk perubahan. Dalam lagu Indonesia Raya kan disampaikan bahwa bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya. Maka yang harus dibangun terlebih dahulu adalah jiwa serta kepribadiannya. Dalam Seminar Penguatan karakter ini menyajikan berbagai materi terkait karakter, literasi, dan kompetensi siswa. Paling tidak, adik-adik SMA yang akan lanjut ke perguruan tinggi memiliki prinsip kebaikan dalam menjalani kehidupan, sebab tantangan masa depan tentunya semakin berat. Kalau tidak diantisipasi dari sekarang, maka akan berisiko bahaya yang bisa kita peroleh. Maka di kegiatan ini mudah–mudahan adik–adik dapat fokus menyelesaikan materi ini dan hasilnya mohon ditularkan ke teman–teman yang tidak ikut”, tutur Direktur Masyarakat SM-3T Institute, Akhiruddin, S.Pd., M.Pd.,Gr
Sebelum koordinator pengawas Pendidikan Menengah Kabupaten Alor, Drs. An Grit Akal membuka kegiatan seminar, dalam sambutannya Akal menyampaikan bahwa Pendidikan karakter pada umumnya berbicara tentang manusia. Dan untuk kami, orang Alor, suku Adang, manusia itu disebut sebagai name no. Name berarti manusia dan no itu berarti baik. Jadi, pada prinsipnya manusia itu adalah orang–orang baik.
Dari Awaalah untuk Indonesia
Dalam penyampaian materi, Ahmad Mubarok, S.Si.,Gr, guru SMAN Mataru mengatakan bahwa narkoba itu bersifat candu dan merusak fungsi organ utama. Penyalahgunaan narkoba dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya: faktor individu, faktor zat psikoaktif, dan faktor lingkungan. Pencegahan yang bisa diusahakan di antaranya penguatan pendidikan moral dan agama, peningkatan pemahaman tentang bahaya narkoba, berkonsultasi dengan orang yang lebih dewasa saat memiliki masalah, dan memilih teman dan lingkungan yang baik.
Selain itu, Abdul Mahyudin Djou, S.Pd.,Gr, guru SMKN Kokar mengatakan bahwa, kasus bullying pada anak merupakan fenomena gunung es. Kasus yang mencuat terlihatnya sedikit, namun faktanya sangat banyak dan mengakar. Hal ini sudah terwariskan dari generasi ke generasi sehingga kurang terpantau oleh sekolah dan orang tua. Apalagi, bahaya bullying sangat banyak. Misalnya, membuat si anak ketakutan, gangguan psikologi, menjadikannya pendendam, pelaku kekerasan, dan bullying juga membahayakan nyawa. Maka dari itu, mari kita jauhkan diri kita sebagai pelaku, korban dan pihak yang menyaksikan bullying. “Katakan tidak pada bullying”, dan mendekatkan diri kita kepada cinta, iman dan kasih sebagaimana yang diajarkan dalam kitab-kitab yang kita imani dan yakini.
Sedangkan dalam penyampaian, Mahendra Setiawan, S.Pd.,Gr, guru SMAN Maiwal bahwa, wawasan kebangsaan diambil dari kata wawas, yang berarti pandangan. Materi ini bertujuan untuk mengembangkan cara pandang siswa agar melihat Indonesia secara menyeluruh dan bergerak dari sifat yang bersifat etnosentrik menjadi sifat yang nasionalis dengan pemahaman lintas budaya. Selain itu, tugas generasi mendatang amatlah berat sebab disintegrasi bangsa sudah di depan mata. Dan, apakah generasi mendatang mampu menjaga wilayah Indonesia secara utuh sampai sekarang? Tentunya, itu semua harus dijaga dengan cara memahami adat istiadat serta kebiasaan yang berbeda–beda yang dimiliki oleh orang–orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Selain rangkaian materi tersebut, diadakan juga penampilan kreasi seni oleh siswa. Termasuk pelaksanaan pelatihan Hasta Karya yang bekerja sama antara Guru Garis Depan dengan tokoh masyarakat untuk mengajarkan pemanfaatan hasil alam, berupa rotan menjadi hiasan tangan. Dalam pelatihan hasta karya ini, juga diberikan pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi souvenir yang bisa bernilai ekonomis. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih kreativitas siswa serta kepeduliaan terhadap sumber daya alam yang tersedia
Semoga dengan kegiatan penguatan pendidikan karakter ini, semakin bisa menyebarkan inspirasi posisif dari para pendidik, termasuk oleh Guru Garis Depan di dalamnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Drs. An Grit Akal saat pembukaan acara. “Saya selaku Korwas yang mewakili Pemerintah Provinsi pada dasarnya mendukung kegiatan ini, karena program ini adalah bagian dari implemetasi Pendidikan K13, serta penguatan karakter. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat menghasilkan siswa-siswi yang menjadi nameno (orang baik) dan bukan namesah (orang biasa) atau nametabur(orang gila)”.








