LOMBOK TENGAH, NTB — Upaya memperkuat kapasitas tenaga pendidik terus menjadi perhatian Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI). Melalui program Edukasi Literasi Guru (ELG) yang dipusatkan di SDN Rerantek pada 22 Juni 2026, MSI menghadirkan ruang kolaboratif bagi guru untuk memperkaya wawasan serta berbagi praktik baik dalam pembelajaran.
Sebanyak 50 guru jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari Kecamatan Batukliang Utara mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan, yang juga dihadiri oleh pengawas sekolah dari jenjang SD dan SMP sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi pendidik.
Tingginya partisipasi peserta tercermin dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan, tanggapan, dan berbagi pengalaman antarguru. Bahkan, keterbatasan waktu membuat tidak semua peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangannya.
Pelaksanaan ELG di Lombok Tengah menjadi momentum istimewa bagi MSI. Selain menjadi titik kedua belas penyelenggaraan ELG, Lombok Tengah juga dipilih sebagai lokasi peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-11 MSI, sehingga semangat penguatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat berpadu dalam satu rangkaian kegiatan.
Untuk memberikan penguatan materi yang komprehensif, MSI menghadirkan sejumlah narasumber nasional. Yuyun Setiawati dari Balai Bahasa dan Inovasi membawakan materi literasi, M. Fitriadiatansyah, Fasilitator PM BGTK Nusa Tenggara Barat, mengulas pendekatan Deep Learning, sedangkan Dian Khoirul Huda, Duta Teknologi Kemdikdasmen Tahun 2022, memaparkan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran.
Beragam respons positif disampaikan peserta usai mengikuti kegiatan. Salah seorang guru mengaku materi tentang Deep Learning disampaikan dengan pendekatan yang lebih mudah dipahami dan relevan dengan praktik pembelajaran di kelas. Meskipun sebelumnya telah mengenal konsep tersebut, ia menilai penyampaian materi kali ini memberikan pemahaman yang lebih utuh sehingga mendorongnya untuk segera menerapkannya dalam proses belajar mengajar.
Pengalaman serupa juga disampaikan peserta lain terkait pemanfaatan PID. Selama ini, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran karena keterbatasan pemahaman. Melalui ELG, peserta memperoleh gambaran mengenai fitur dan strategi penggunaannya sehingga termotivasi untuk mulai mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran di sekolah.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan ELG turut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah melalui pengawas sekolah yang hadir. Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya yang dapat mendukung penguatan literasi dan numerasi, khususnya di Kecamatan Batukliang Utara.
Harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut juga datang dari pihak sekolah. Kepala SDN Rerantek menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi guru. Menurutnya, durasi satu hari belum cukup untuk mengeksplorasi seluruh materi secara mendalam sehingga diperlukan tindak lanjut agar dampak program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI









