BUOL, Sulawesi Tengah – Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penyelenggaraan program Edukasi Literasi Guru Indonesia (ELG) di SD Negeri 3 Bukal, Kabupaten Buol, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta yang terdiri atas guru sekolah dasar, guru sekolah menengah pertama, dan kepala sekolah. Mayoritas peserta berasal dari Kecamatan Bukal sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Selain itu, sejumlah pendidik dari kecamatan lain di Kabupaten Buol turut hadir, di antaranya dari Kecamatan Biau, Bokat, Momunu, Tiloan, dan Lakea, sehingga kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarpendidik lintas wilayah.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buol yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SD, Anita, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute atas terselenggaranya program Edukasi Literasi Guru (ELG) 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Anita juga mengungkapkan rasa bangga karena Kabupaten Buol terpilih sebagai salah satu dari 22 kabupaten di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan program ELG dan SM-3T Peduli Tahun 2026.
Sementara itu, Penanggung Jawab ELG Kabupaten Buol, Marwah Baso DM, S.Pd., M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan modern. Menurutnya, program tersebut juga merupakan wujud komitmen dan konsistensi MSI dalam mendukung peran strategis guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi masa depan bangsa, khususnya di wilayah 3T.
Sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan yang terus bergerak dinamis, guru dituntut tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengembangkan daya pikir, kreativitas, dan karakter murid. Atas dasar itulah, kegiatan ELG 2026 menghadirkan tiga materi utama yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, yakni penguatan enam literasi dasar sebagai fondasi kompetensi abad ke-21, penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang mendorong murid berpikir kritis dan mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mendukung pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Materi tersebut juga dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam menciptakan proses belajar yang lebih efektif, partisipatif, dan berpusat pada murid.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi, khususnya saat praktik dan simulasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Para guru dan kepala sekolah tidak hanya mengikuti materi yang disampaikan, tetapi juga aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, serta mengeksplorasi berbagai strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Melalui kolaborasi antara MSI dan para pendidik di Kabupaten Buol, program ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang berdampak positif bagi murid.
Pada akhir kegiatan, Pengawas Sekolah Tingkat SD Kecamatan Bukal, Ni Ketut Swatiningsih, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam kesempatan tersebut, Ni Ketut Swatiningsih mengatakan, “Saya selaku Pengawas Sekolah Tingkat SD memberikan apresiasi tertinggi kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute atas penyelenggaraan kegiatan edukasi literasi ini di SDN 3 Bukal. Kehadiran program ini menjadi suplemen energi luar biasa bagi para guru kami di daerah untuk terus bertransformasi. Harapan saya, ilmu yang didapatkan tidak berhenti di ruang pelatihan ini. Saya ingin melihat guru-guru SDN 3 Bukal mengimbaskan dan mendesain pembelajaran berbasis digital ini di kelas nyata. Terima kasih Yayasan Masyarakat SM-3T Institute. Mari bersama-sama kita majukan kualitas pendidikan di Daerah 3T.” ujarnya.
Penguatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi guru, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan murid. Karena itu, setelah menyelenggarakan program Edukasi Literasi Guru (ELG), MSI melanjutkan rangkaian pengabdiannya di Kabupaten Buol melalui program SM-3T Peduli yang menyasar langsung ke murid.
Melalui program SM-3T Peduli, MSI menyalurkan 60 pasang sepatu sekolah kepada murid-murid SD Negeri 3 Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Kamis (4/6/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada murid yang berasal dari keluarga kurang mampu dan membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah. Program ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Masyarakat SM-3T Institute dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui penyediaan perlengkapan sekolah yang layak guna menunjang aktivitas belajar mereka sehari-hari.
Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai kegiatan penyerahan bantuan yang berlangsung di lingkungan SDN 3 Bukal. Kehadiran tim MSI disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, serta para murid yang telah menantikan program tersebut.
Penanggung Jawab Program SM-3T Peduli Kabupaten Buol, Irzan Jaya, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian bersama seluruh pengurus MSI terhadap masa depan pendidikan anak-anak di daerah. Menurutnya, sepatu yang disalurkan bukan sekadar perlengkapan sekolah, melainkan simbol dukungan dan semangat agar para murid terus berjuang meraih cita-cita melalui pendidikan.
Sebelum bantuan disalurkan, tim pelaksana melakukan pendataan dan survei kepada calon penerima manfaat. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi murid yang kondisi sepatunya sudah tidak layak pakai atau belum memiliki sepatu sekolah yang memadai. Setiap pasang sepatu yang diberikan juga telah disesuaikan dengan ukuran kaki masing-masing penerima. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Yayasan Masyarakat SM-3T Institute Kabupaten Buol bersama unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, pengawas sekolah, serta pihak SDN 3 Bukal.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Anita, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh MSI melalui program tersebut.
“Atas nama segenap jajaran Dinas Pendidikan, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute. Sepatu-sepatu baru ini akan menemani langkah kaki anak-anak kita meniti jalan menuju cita-cita mereka dengan lebih percaya diri. Gerakan peduli seperti ini membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk saling menguatkan dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Momen paling berkesan terlihat ketika para murid menerima dan mencoba sepatu baru mereka. Senyum bahagia tampak menghiasi wajah anak-anak yang selama ini harus bersekolah dengan perlengkapan yang terbatas. Bagi sebagian dari mereka, bantuan tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi sumber motivasi baru untuk terus belajar. Program SM-3T Peduli tidak hanya bertujuan memberikan bantuan fisik, tetapi juga membawa pesan moral tentang pentingnya gotong royong dalam mendukung pendidikan. Melalui kegiatan ini, MSI berharap dapat menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan rasa percaya diri murid, serta meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.
Kepala SDN 3 Bukal, Saripati, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada sekolah dan para muridnya.
“Atas nama seluruh keluarga besar SDN 3 Bukal, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Masyarakat SM-3T Institute melalui program SM-3T Peduli. Kami sangat tersentuh dan bersyukur atas kepedulian yang luar biasa ini,” tuturnya. Ia juga berpesan kepada para murid agar menjaga bantuan yang telah diterima dan menjadikannya sebagai motivasi untuk lebih giat belajar dalam meraih cita-cita.
Melalui Edukasi Literasi Guru (ELG) dan program SM-3T Peduli, MSI menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan pendekatan yang menyeluruh, baik melalui penguatan kapasitas guru maupun dukungan langsung kepada murid. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan di daerah 3T terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi bangsa.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI











