LOMBOK TENGAH, NTB — Sebanyak 50 siswa di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, menerima bantuan perlengkapan sekolah melalui program SM-3T Peduli yang diselenggarakan Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) pada 26 Juni 2026. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-11 MSI, yang dijadikan momentum untuk memperluas manfaat melalui aksi sosial di bidang pendidikan.
Penerima bantuan terdiri atas 29 siswa SDN Rerantek dari kelas I–VI, 10 siswa SMPN 7 Satu Atap Batukliang Utara dari kelas VII–IX, 1 siswa SDN Ketejer Praya, serta 10 siswa SMP Islam Hidayatul Ummah di Dusun Pemasir, Desa Lantan. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung dalam kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Batukliang Utara.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi 50 tas sekolah beserta perlengkapan belajar. Untuk jenjang sekolah dasar, MSI menyiapkan 30 paket yang berisi buku tulis, pensil mekanik beserta isi ulang, penghapus, penggaris, wadah pensil, serta dua pasang kaus kaki. Sementara itu, 20 paket untuk jenjang sekolah menengah pertama berisi buku tulis, pulpen gel, Type-X, penggaris, wadah pensil, serta dua pasang kaus kaki.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute, Dr. Akhiruddin, S.Pd., M.Pd., Gr., serta Kepala Sekolah SMPN 7 Satu Atap Batukliang Utara, Zaenudin, S.Pd. Dalam sambutannya, Direktur MSI menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026, program SM-3T Peduli menargetkan penyaluran bantuan di dua lokasi setiap bulannya. Untuk periode Juni, Kabupaten Lombok Tengah menjadi salah satu daerah yang dipilih sebagai penerima manfaat.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong dan kepedulian para alumni SM-3T yang secara sukarela menghimpun donasi untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar siswa. Bantuan tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada pihak sekolah sebelum didistribusikan kepada seluruh penerima.
Suasana hangat mewarnai jalannya kegiatan. Para siswa tampak antusias menerima bantuan, sementara pihak sekolah dan masyarakat menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap SM-3T Peduli dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga semakin banyak daerah yang jauh dari pusat kota, khususnya dusun-dusun yang selama ini masih minim jangkauan bantuan pendidikan, dapat terus merasakan manfaatnya.
Usai penyaluran bantuan, kegiatan SM-3T Peduli dilanjutkan dengan rangkaian acara Harlah ke-11 MSI yang meliputi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, doa bersama, serta sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Melalui program SM-3T Peduli, Yayasan Masyarakat SM-3T Institute terus mendorong kolaborasi para alumni dalam menghadirkan dukungan nyata bagi pendidikan, khususnya bagi siswa di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sarana belajar.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI









