KOLAKA TIMUR, SULAWESI TENGGARA — Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) kembali mengambil bagian dalam mendorong peningkatan mutu Pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) serta daerah berkembang. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Timur dalam pelaksanaan Edukasi Literasi Guru (ELG) dan SM-3T Peduli pada 28–29 Juli 2026. Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Berpusat di Aula SMP Negeri 1 Poli-Polia dan SDN 1 Aladadio, kegiatan dirancang untuk berjalan beriringan antara penguatan kapasitas pendidik dan pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik. Melalui ELG, para guru mendapatkan penguatan pada aspek pedagogis, literasi, numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Sementara itu, SM-3T Peduli diwujudkan melalui penyaluran bantuan perlengkapan sekolah kepada peserta didik yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan perhatian pada dua sisi sekaligus, yakni kapasitas guru dan kebutuhan peserta didik. Sinergi antara MSI, pemerintah daerah, dan sekolah mitra diharapkan dapat memperluas manfaat pengabdian sekaligus mendorong pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Mengawali Penguatan Kompetensi Guru
Rangkaian Edukasi Literasi Guru (ELG) di Kabupaten Kolaka Timur dimulai pada Selasa, 28 Juli 2026. Sebanyak 50 pendidik jenjang SD dan SMP dari Kecamatan Poli-Polia dan wilayah sekitarnya mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Aula SMP Negeri 1 Poli-Polia. Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dirigen Christina, S.Pd., Gr. Seluruh peserta mengikuti dengan khidmat, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Moh. Ali Isbar, S.Pd., Gr. agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta.
Selanjutnya, PIC Titik Lokasi (Tilok) Kabupaten Kolaka Timur, Ahmad Kurniawan, S.Pd., Gr., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia memaparkan kesiapan penyelenggaraan, latar belakang ELG, serta kiprah MSI dalam menjalankan berbagai program pengabdian di bidang pendidikan. Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 1 Poli-Polia yang menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran sejak awal tahun ajaran agar proses pendidikan berjalan lebih terarah. Kolaborasi dengan MSI dinilai turut memperkuat kesiapan guru sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana belajar peserta didik.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Timur, Drs. Syafruddin, M.Pd., Kepala Bidang PAUD, Andi Astuti, S.Pd., memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Ia mendorong para guru untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam literasi dan pemanfaatan teknologi digital yang semakin menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Rangkaian pembukaan kemudian diisi dengan penyerahan piagam penghargaan dari Yayasan MSI kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Timur serta SMP Negeri 1 Poli-Polia sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan ELG. Pada kesempatan yang sama, MSI menyerahkan donasi perlengkapan sekolah secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur yang diwakili Kepala Bidang PAUD. Bantuan tersebut selanjutnya diteruskan kepada empat siswa perwakilan SMP Negeri 1 Poli-Polia sebagai penerima manfaat. Setelah seluruh seremoni selesai, kegiatan memasuki agenda utama berupa pelatihan intensif bagi para pendidik. Sesi tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Dari Kolaka Timur, Estafet Pengabdian MSI Terus Berjalan
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, PIC Tilok Kolaka Timur, Ahmad Kurniawan, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri. Selain bertugas sebagai guru di SMP Negeri 1 Poli-Polia, ia juga dipercaya membawa mandat MSI di wilayah Kolaka Timur. Menurutnya, dua peran tersebut menjadi jembatan untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam penguatan pendidikan di daerah. Ahmad juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Direktur Yayasan MSI yang belum dapat hadir secara langsung karena tengah berada di Jakarta untuk mengoordinasikan agenda pengabdian dan kemaslahatan pendidikan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pelaksanaan ELG dan SM-3T Peduli di Kolaka Timur, lanjut Ahmad, merupakan bagian dari perjalanan pengabdian MSI yang telah memasuki tahun ke-11. Pada 2026, MSI menargetkan perluasan jangkauan program hingga 34 provinsi di Indonesia. Sebelumnya, rangkaian pengabdian serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah dan dirangkaikan dengan Puncak Harlah ke-11 MSI. Dari Kolaka Timur, estafet pengabdian akan berlanjut menuju Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan gerakan dan memperluas manfaat program pendidikan ke berbagai wilayah.
Menutup laporannya, Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Timur, sekolah mitra, Satgas guru lokal, serta mahasiswa relawan dari Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). Dukungan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan ELG dan SM-3T Peduli sekaligus memastikan manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh masyarakat pendidikan di Kolaka Timur.
Sesi Materi Membawa Guru dari Literasi hingga Teknologi Pembelajaran
Usai rangkaian pembukaan, peserta ELG memasuki sesi inti berupa penguatan kapasitas melalui tiga materi yang saling melengkapi. Materi pertama mengenai 6 Literasi Dasar dan Numerasi disampaikan Ahmad Kurniawan, S.Pd., Gr. Para guru diajak memperkuat pemahaman mengenai literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan sebagai bagian penting dalam mendukung peran pendidik secara profesional.
Materi berikutnya membahas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang disampaikan Badiang, S.Pd., M.Pd. Dalam sesi ini, para guru mendapatkan penguatan mengenai perancangan modul ajar yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Penguatan kompetensi kemudian berlanjut pada materi Digitalisasi dan Teknologi Pembelajaran yang dibawakan Ranti Widiastuti, S.Pd., Gr. Peserta mendapatkan pengalaman dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif dan Papan Interaktif Digital untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih visual, aktif, dan menyenangkan. Proses belajar tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Para peserta diarahkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk penerapan materi di sekolah masing-masing. Tugas tersebut meliputi penyusunan modul ajar berbasis literasi dan deep learning, pengembangan media digital interaktif, serta jurnal refleksi. Hasilnya akan dibawa ke forum Komunitas Belajar (Kombel) di sekolah masing-masing agar pengetahuan dan praktik yang diperoleh selama ELG dapat diteruskan kepada rekan sejawat.
Hari Kedua Menjangkau Peserta Didik melalui SM-3T Peduli
Rangkaian pengabdian berlanjut pada Rabu, 29 Juli 2026 melalui program SM-3T Peduli. Sejak pukul 06.30 WITA, satu perwakilan MSI bersama tujuh guru lokal mulai menyiapkan proses distribusi bantuan. Paket donasi diperiksa, dipilah, dan ditata sebelum dimobilisasi menuju sekolah sasaran. Sebanyak 144 paket perlengkapan sekolah disiapkan untuk disalurkan kepada peserta didik penerima manfaat.
Penyaluran tahap pertama berlangsung di SMP Negeri 1 Poli-Polia. Sebanyak 109 paket diberikan kepada siswa dari 10 sekolah di wilayah sekitarnya, yaitu SMP Negeri 1 Poli-Polia, SMPN 1 Tirawuta, SMPN 1 Aere, SMPN 1 Roko-Roko, SMPN 4 Lambandia, SMP Satap 1 Tirawuta, SMP Satap 1 Lambandia, SMPN 3 Tinondo, SMPN 1 Ladongi, dan MTs Al-Mukminin Ladongi. Penyerahan berlangsung dalam suasana hangat dan disambut antusias oleh para siswa. Seluruh proses penyaluran di titik pertama selesai sekitar pukul 10.00 WITA.
Usai menuntaskan penyaluran di Poli-Polia, tim melanjutkan perjalanan menuju wilayah pedalaman Kecamatan Aere. Rombongan bergerak menuju Desa Aladadio dengan membawa paket bantuan yang tersisa untuk disalurkan kepada siswa penerima manfaat di SDN 1 Aladadio. Perjalanan menuju titik kedua menjadi bagian dari upaya SM-3T Peduli untuk memastikan bantuan dapat menjangkau peserta didik hingga ke wilayah yang relatif jauh dari pusat kegiatan. Dari Poli-Polia menuju Aladadio, semangat kepedulian terus bergerak bersama para relawan dan guru lokal untuk memastikan dukungan perlengkapan belajar dapat diterima oleh siswa yang membutuhkan.
Menjaga Kolaborasi, Melanjutkan Pengabdian
Rangkaian Edukasi Literasi Guru (ELG) dan SM-3T Peduli di Kolaka Timur tidak berhenti pada berakhirnya kegiatan selama dua hari. Penguatan pembelajaran mendalam (deep learning), literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan menjadi bekal bagi para pendidik untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Semangat yang sama diharapkan terus terjaga melalui kolaborasi antara Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Timur, sekolah mitra, guru lokal, serta relawan mahasiswa dari Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti di Kecamatan Poli-Polia, tetapi dapat menjangkau kecamatan lainnya di Kolaka Timur.
Bagi MSI, keberlanjutan kolaborasi menjadi bagian penting dari upaya memperluas manfaat pengabdian. Dari penguatan kapasitas guru hingga dukungan fasilitas belajar bagi peserta didik, setiap langkah diarahkan untuk mendukung pemerataan mutu pendidikan di Tanah Wonua Sorume.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI












