Penguatan kapasitas guru dan pemenuhan kebutuhan belajar siswa menjadi dua agenda yang mewarnai pengabdian Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Pada 1 September 2026, kedua upaya tersebut diwujudkan melalui Edukasi Literasi Guru (ELG) di SMP Yapis Biak dan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah melalui program SM-3T Peduli di SMP Negeri 5 Satap Biak Timur, Kecamatan Oridek.
Bertempat di SMP Yapis Biak, kegiatan ELG melibatkan 39 guru dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd., MAP. Dalam sambutannya, Kamaruddin mengapresiasi langkah MSI yang turut mengambil bagian dalam pengembangan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Ia menilai penguatan literasi digital dan pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) semakin penting untuk mendukung proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran perlu berjalan seiring dengan pengembangan kemampuan pendidik. Kolaborasi antara lembaga penggerak pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak kesempatan bagi guru untuk memperbarui pengetahuan serta mengembangkan praktik pembelajaran.
ELG menghadirkan tiga narasumber yang memberikan materi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai pendekatan pembelajaran. Dua di antaranya merupakan alumni program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). Pengalaman mereka menjadi bagian dari proses berbagi praktik pendidikan yang berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Materi kegiatan mencakup pengembangan budaya literasi, pemanfaatan teknologi dan media digital dalam pembelajaran, serta penyusunan strategi belajar kontekstual yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan. Pembahasan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperkaya perspektif dan mengeksplorasi pendekatan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing.
Dukungan terhadap pengembangan kompetensi guru juga disertai harapan agar akses kegiatan serupa tidak hanya terpusat di wilayah yang mudah dijangkau. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor berharap pelaksanaan ELG pada kesempatan berikutnya dapat menjangkau Pulau Numfor. Harapan ini menjadi perhatian penting mengingat guru yang bertugas di wilayah kepulauan juga membutuhkan kesempatan yang setara untuk mengikuti kegiatan pengembangan profesional.
Upaya MSI dalam mendukung pendidikan tidak berhenti pada pengembangan kapasitas pendidik. Setelah kegiatan ELG, pengabdian dilanjutkan melalui program SM-3T Peduli dengan menyasar siswa di SMP Negeri 5 Satap Biak Timur, Kecamatan Oridek. Perjalanan panjang menuju sekolah tersebut menjadi bagian dari langkah MSI untuk mendekatkan bantuan kepada siswa yang membutuhkan. Di tengah jarak dan tantangan perjalanan, kepedulian tetap diupayakan hadir secara nyata. Sebab, berbagi dalam dunia pendidikan bukan semata-mata tentang apa yang diberikan, melainkan juga tentang kesediaan untuk menjangkau dan membersamai mereka yang membutuhkan dukungan. Dalam kegiatan tersebut, MSI menyalurkan 50 paket bantuan berupa tas dan alat tulis. Kedatangan tim disambut hangat oleh pihak sekolah dan siswa penerima manfaat. Bertempat di ruang perpustakaan, kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan senandung Masyarakat SM-3T Institute berjudul Alumni Tak Berhenti Mengabdi.
Rangkaian acara berikutnya diisi dengan sambutan perwakilan panitia, Riant Harianto Rosalez, S.Pd., Gr., serta penyampaian terima kasih dari pihak sekolah atas perhatian dan dukungan yang diberikan MSI. Dalam penyampaiannya, perwakilan panitia menjelaskan bahwa SM-3T Peduli merupakan program prioritas MSI yang diarahkan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada siswa di wilayah sasaran. Penyediaan perlengkapan sekolah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar sekaligus mendukung kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Untuk memperkenalkan lebih jauh perjalanan pengabdian MSI, para siswa juga menyaksikan pemaparan profil lembaga dan dokumentasi pelaksanaan SM-3T Peduli di berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan semangat berbagi dan keberlanjutan pengabdian yang dijalankan MSI. Sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan pihak sekolah, MSI turut menyerahkan piagam penghargaan.
Penyaluran bantuan diawali dengan penyerahan secara simbolis kepada kepala sekolah, kemudian diteruskan kepada para siswa dalam bentuk tas, buku, dan alat tulis. Bagi penerima manfaat, perlengkapan tersebut bukan hanya barang penunjang kegiatan belajar, tetapi juga bentuk perhatian yang dapat menambah semangat mereka dalam menempuh pendidikan.
Alfyana Stevanie Marcelina Makmaker menyampaikan rasa terima kasih kepada MSI dan berharap tas yang diterimanya dapat digunakan untuk keperluan sekolah. Sementara itu, Anisa Ribka Fairyo mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tas, pena, dan buku yang diterimanya. Ia juga menyampaikan semangat untuk kembali belajar dengan lebih giat.
Respons para siswa tersebut memperlihatkan bagaimana dukungan sederhana dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan motivasi belajar. Harapannya, perlengkapan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi pengingat bagi para siswa untuk terus berusaha meraih cita-cita. Setiap anak memiliki kesempatan untuk bermimpi, dan dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan. Kegiatan SM-3T Peduli kemudian diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah. Pertemuan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus mempererat hubungan antara tim MSI, pihak sekolah, dan para penerima manfaat.
Pelaksanaan ELG dan SM-3T Peduli di Biak Numfor memperlihatkan dua bentuk kontribusi yang saling melengkapi, yakni membuka kesempatan bagi guru untuk mengembangkan kompetensi serta menghadirkan bantuan nyata bagi kebutuhan belajar siswa. Melalui kedua program ini, MSI terus mengambil bagian dalam upaya memperluas dukungan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan dan kawasan yang membutuhkan perhatian lebih besar. Keberlanjutan kolaborasi diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan belajar bagi pendidik dan siswa di Kabupaten Biak Numfor
Koresponden:
Tim Publikasi MSI












