MAMUJU TENGAH, Sulawesi Barat – Upaya memperkuat kualitas pendidikan terus dilakukan Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) melalui kegiatan Edukasi Literasi Guru (ELG) yang digelar di UPTD SD Inpres Benteng, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada 6 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan kapasitas guru sekaligus ruang kolaborasi antarpengajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Sejak pagi, para peserta tampak memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias. Tidak hanya diikuti guru sekolah dasar, kegiatan ini juga melibatkan guru SMP, SMA, hingga pengawas PAUD dari sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah. Kehadiran peserta lintas jenjang menunjukkan tingginya semangat para pendidik untuk terus memperbarui wawasan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi terasa hidup. Para peserta aktif berbagi pengalaman mengajar, bertukar gagasan, hingga mendiskusikan berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi di lapangan. Interaksi hangat antarpendidik menjadi gambaran bahwa semangat belajar guru tetap tumbuh di tengah berbagai keterbatasan.
Program Edukasi Literasi Guru tahun ini dilaksanakan di 22 kabupaten yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia. Kabupaten Mamuju Tengah menjadi daerah ke-10 pelaksanaan kegiatan sekaligus satu-satunya kabupaten di wilayah tersebut yang dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian ELG dan SM-3T Peduli. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuddin, S.Pd.I., MM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada MSI atas kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan daerah, terutama di tengah situasi efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah.
Menurutnya, penguatan budaya literasi menjadi salah satu fokus penting Dinas Pendidikan saat ini. Ia menilai kemampuan literasi siswa perlu dibangun melalui pembelajaran yang melatih pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan menganalisis informasi.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi bagaimana siswa mampu memahami, mengolah, dan memecahkan persoalan,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, MSI menghadirkan sejumlah materi yang relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Salah satu materi utama membahas penguatan literasi pembelajaran yang dikemas secara interaktif dan kontekstual sehingga mudah diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), pendekatan pembelajaran yang saat ini mulai didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Materi tersebut menarik perhatian peserta karena membahas bagaimana menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada siswa. Guru diajak memahami bahwa proses belajar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterlibatan aktif siswa di kelas.
Tak hanya itu, para peserta juga memperoleh pelatihan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID). Materi ini memberikan wawasan baru tentang penggunaan teknologi pembelajaran yang lebih efektif dan interaktif. Sejumlah guru mengaku baru mengetahui berbagai fitur PID yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran. Melalui pelatihan tersebut, guru diharapkan semakin mampu memanfaatkan fasilitas digital untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan berlangsung hingga sore hari dengan antusiasme peserta yang tetap tinggi. Bahkan di sela-sela kegiatan, para guru masih aktif berdiskusi dengan narasumber terkait berbagai persoalan pembelajaran yang mereka hadapi di sekolah.
Menjangkau Salulebo Melalui Program SM-3T Peduli
Rangkaian kegiatan MSI berlanjut pada 7 Mei 2026 melalui program SM-3T Peduli di wilayah Salulebo, salah satu daerah afirmasi yang berada sekitar 35 kilometer dari pusat Kabupaten Mamuju Tengah. Meski jaraknya relatif dekat, akses menuju lokasi tidak mudah. Tim MSI harus menempuh perjalanan hampir dua jam menggunakan sepeda motor melewati jalan berbatu dan licin yang belum sepenuhnya memadai.
Perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi sungai menggunakan pincara, alat penyeberangan tradisional yang biasa dimanfaatkan masyarakat setempat. Medan yang cukup berat tidak mengurangi semangat tim untuk tetap hadir menyapa masyarakat dan siswa di daerah pelosok.
Setibanya di UPTD SMP Negeri Satu Atap Salulebo, rombongan disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh keakraban.
Suasana semakin meriah saat memasuki sesi kuis edukatif Rangking 1. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap pertanyaan yang diberikan. Gemuruh tepuk tangan terdengar memenuhi halaman sekolah ketika siswa berlomba mempertahankan jawaban hingga babak akhir.
Selain menjadi hiburan edukatif, kegiatan tersebut juga mendorong rasa percaya diri dan semangat belajar siswa. Para pemenang mendapatkan door prize dari panitia, sementara seluruh siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di daerah 3T, MSI turut menyalurkan bantuan berupa seragam olahraga kepada 70 siswa UPTD SMP Negeri Satu Atap Salulebo. Bantuan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh pihak sekolah maupun orang tua siswa.
Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran MSI yang dinilai membawa motivasi baru bagi siswa di wilayah terpencil. Guru dan masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar anak-anak di daerah pelosok tetap merasakan perhatian dan dukungan dalam dunia pendidikan.
Melalui program Edukasi Literasi Guru dan SM-3T Peduli, MSI kembali menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama mendukung pendidikan Indonesia. Tidak hanya melalui penguatan kapasitas guru, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian nyata bagi sekolah-sekolah di daerah yang memiliki keterbatasan akses.
Bagi MSI, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, bermutu, dan penuh harapan, tanpa memandang letak geografis tempat mereka tinggal.
Koresponden:
Tim Publikasi MSI











