Kata pepatah “Buku adalah jendela dunia”, namun bagaimana masyarakat Indonesia bisa melihat dunia jika masih rendahnya minat untuk membaca. Hal tersebut sejalan dengan hasil survei studi Most Littered Nation In the World tahun 2016 lalu yang menyatakan bahwa minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Permasalahan tersebut menjadi perhatian penting bagi pelaku dunia pendidikan, tidak terkecuali para alumni SM-3T yang telah dan masih mendidik di berbagai pelosok daerah. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh besar untuk memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya untuk mewujudkan cita – cita bersama masyarkat SM-3T yakni “Maju bersama mencerdaskan Indonesia”.

Untuk itu, para alumni SM-3T yang tergabung dalam Masyarakat SM-3T Institute (MSI) Basecare Edukasi Indonesia Sumatera Utara yang dipimpin oleh Faisal Nasution, S.Pd., Gr., membuat sebuah pergerakan dengan menjadikan hal tersebut sebagai latar belakang masalah. Hal tersebut kemudian masuk dalam program kegiatan MeAN (Mengedukasi Anak Negeri) dengan mengambil tema “Mewujudkan Budaya Literasi Demi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Bangsa Indonesia”.
Basecare Edukasi Indonesia Sumatera Utara berkoordinasi dengan para alumni yang telah mengabdi menjadi Guru Garis Depan (GGD) untuk bekerja sama mewujudkan kegiatan tersebut dengan terlibat langsung dalam kegiatan serta penggalangan dana dan buku untuk kemudian diberikan kepada sekolah sasaran. Tidak hanya itu, pada akhirnya dukungan positif juga diberikan oleh masyarakat umum yang akhirnya menjadi sebuah semangat baru bagi Masyarakat SM-3T Indonesia di Sumatera Utara.

Pagi hari, tanggal 22 September 2018 kedatangan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) Basecare Edukasi Indonesia Sumatera Utara sudah disambut baik di sekolah sasaran yakni SDN 107459 Tapian Nauli, Kabupaten Serdang Bedagai oleh masyarakat setempat dan guru – guru beserta para Guru Garis Depan (GGD) yang bertugas di daerah tersebut. Kegiatan tersebut kemudian diawali dengan kata sambutan oleh kepala sekolah, koordinator GGD dan ketua panitia kegiatan.
“Selama ini kami tidak memiliki buku dan ruangan untuk membaca, sehingga dengan adanya kegiatan ini dan bantuan berupa pojok baca sesungguhnya dapat membantu kami untuk kembali menjalankan budaya literasi di sekolah,” ungkap Ibu Habibah sebagai kepala sekolah SDN 107459 dalam sambutannya.

Penyerahan buku dan rak buku diserahkan oleh ketua panitia kegiatan yakni Kharina Clara Putri, S.Pd,. Gr., dan diterima langsung oleh Ibu Habibah selaku Kepala SDN 107459, sekaligus secara simbolis menjadi peresmian pojok baca di sekolah tersebut serta dimulainya kegiatan secara resmi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melakukan permainan edukasi dan membaca buku bersama, hal tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman menarik kepada peserta didik tentang literasi agar dapat menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka.
Siang harinya, kegiatan ditutup dengan memberikan penyerahan cindera mata kepada sekolah, bingkisan kepada peserta didik, dan doa bersama. Usai kegiatan Guru Garis Depan (GGD) di sekolah tersebut yakni Lidiawati Tarigan, S.Pd,. Gr., menyampaikan akan melanjutkan budaya literasi di sekolah tersebut dengan melakukan program wajib baca pada waktu tertentu. Hal tersebut juga disetujui oleh Siddiq, S.Pd,. Gr., selaku perwakilan dari koordinator GGD Kabupaten Serdang bedagai dan akan mengajak para Guru Gariss Depan (GGD) lainnya untuk menjalankan hal serupa di sekolah tempat mereka bertugas.

Waktu yang singkat, tidak menurunkan optimisme Masyarakat SM-3T Institute (MSI) Basecare Edukasi Indonesia Sumatera Utara terhadap besarnya cita – cita yang ditanamkan dalam kegiatan tersebut. Dikarenakan adanya dukungan dari masyarakat dan tindak lanjut yang positif dari para alumni khususnya yang telah menjadi Guru Garis Depan (GGD). Kedepannya Masyarakat SM-3T (MSI) Sumatera Utara masih dan akan tetap bersemangat dalam mewujudkan cita – cita bersama SM-3T yakni “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia”.
REPORTASE: BAYU AKBAR, S.Pd,. Gr.
Editor: Tim editor MSI







