Pulau Lombok yang dikenal dengan keindahannya diguncang dua kali gempa utama dan ratusan kali gempa susulan. Pada 29 juli 2018 gempa dengan kekuatan 6,4 SR mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia, ratusan luka berat dan banyak rumah hancur. Sepekan berikutnya, 5 agustus 2018 gempa dengan kekuatan yang lebih besar yaitu 7 SR kembali mengguncang dan menelan korban lebih banyak, 347 orang meninggal dunia, ribuan luka berat dan ringan serta ribuan bangunan porak poranda.
Kejadian ini mengakibatkan trauma mendalam bagi seluruh masyarakat Lombok terutama yang berada di pusat bencana. Guru Garis Depan NTB Bersama Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi NTB yang bergerak di bidang pendidikan turun ke lokasi menyapa anak-anak usia sekolah dalam kegiatan trauma healing, pembagian paket alat tulis, dan makanan.

Tim Trauma Healing merupakan gabungan GGD NTB yang terdiri dari GGD Lombok Timur, GGD Lombok tengah dan Masyarakat SM-3T Indonesia Basecare Edukasi NTB yang juga dihadiri oleh direktur Yayasan Masayarakat SM-3T Institute Akhirudin, S. Pd., M. Pd., Gr. Tim tiba di lokasi pertama SDN 3 Obel-obel pada 8 Agustus 2018 pukul 10.00 WITA.
Dalam kegiatan tersebut Putu Jinar, S. Pd., Gr., yang merupakan GGD Lombok Tengah memberikan pemahaman tentang gempa bumi dan beberapa cara menghadapinya untuk menghindari resiko. Di sela-sela penyampaian materi itu Maya Hayatun Nupus, S. Pd., Gr., alumni SM3T Angakatan 5 mengajak anak-anak bermain game edukatif yang membuat mereka tertawa bahagia. Eko Suyatno, S. Pd, Gr., jurusan Pendidikan Bimbingan Konseling yang merupakan GGD Lombok Timur mampu menghipnotis anak-anak untuk mengobati trauma.

Sekitar 80 peserta didik SDN 3 Obel-obel begitu bahagia dengan kedatangan tim Trauma Healing GGD dan alumni SM-3T NTB. Mereka juga menikmati berbagai kegiatan yang diberikan. Saat Rusdi S. Pd., Gr., GGD penempatan Lombok Tengah memberikan materi, mereka tampak semangat, masih ada asa di tengah bencana. Di akhir kegiatan, tim memberikan bingkisan paket alat tulis serta makanan.

Setelah megunjungi SDN 3 Obel-Obel, sekitar pukul 12.30 WITA. Tim melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Lombok Utara yang merupakan daerah terparah dari dampak gempa yang kedua.
“Kami mengujungi rekan – rekan GGD Lombok Utara yang tempat tinggalnya runtuh akibat gempa bumi, dengan membawakan beberapa logistik yang sangat dibutuhkan serta saling memberikan semangat untuk tetap dalam kesabaran. Rencananya kami akan kembali turun ke beberapa sekolah di Kabupaten Lombok Utara untuk memberikan healing“, ujar salah seorang perwakilan GGD.

Adapun pendanaan kegiatan ini bersumber dari donasi berbagai pihak, terutama dari alumni SM-3T di berbagai daerah baik yang sudah GGD maupun yang belum hingga yang sedang menjalani PPG yang melakukan penggalangan dana di LPTK masing-masing. Beberapa yang konfirmasi ke tim tentang pengiriman donasi yakni dari GGD DIKMEN NTB, PPG LPTK Unnes serta PPG LPTK Unsyiah.
“Kami dari Basecare Edukasi Indonesia NTB dan Guru Garis Depan yang bertugas di Nusa Tenggara Barat sangat berterima kasih atas sumbangsih berbagai pihak sehingga kegiatan ini bisa terlaksana serta berharap anak-anak sekolah yang ada di daerah bencana tetap bisa belajar walaupun harus belajar di ruang terbuka, beralas tanah beratapkan langit karena gedung belajar mereka sudah tidak layak digunakan”, ungkap Makmun, S. Pd., Gr., selaku koordinator alumni SM-3T daerah NTB.

Koordinator Alumni SM-3T NTB itu juga tengah menggagas sebuah program PEDABE (Pengajar Daerah Bencana). Akan ada relawan pengajar dari para alumni SM-3T yang akan mengajar mereka membantu para guru yang memang mengajar di sana yang masih sibuk mengurus keluarga yang terkena bencana. Rencananya lama masa pengabdian pengajar daerah bencana ini hanya beberapa bulan sampai suasana di tempat mereka kondusif untuk melakukan proses belajar mengajar seperti biasanya. Semoga pihak terkait, Dinas Pendidikan Kabupaten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi hingga Kemendikbud bisa mensupport program ini demi terlaksana pelayanan pendidikan bagi anak-anak yang terkena bencana alam.
Reportase : Tim reportase Basecare Edukasi Indonesia NTB
Editor : Tim editor MSI







