Kedahsyatan letusan Gunung Sinabung, Senin 19 Februari 2018 di Kabupaten Karo, Sumatera Utara telah mengubah pagi yang cerah di 5 desa menjadi gelap gulita. Letusan itu menyisakan abu tebal. Ketakutan menghinggapi serta merebut senyum anak–anak di 5 desa yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung. Tak terkecuali dengan senyum warga Karo terkhususnya anak-anak yang masih kecil, yang tersisa hanyalah kecemasan dan rasa trauma yang mendalam. Melihat hal tersebut, Masyarakat SM-3T Institute (MSI) Basecare Edukasi Indonesia Sumatera Utara tergugah dengan melakukan kegiatan “MSI Sumut Peduli Sinabung”.
Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 24-25 Februari 2018 di Desa Naman, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Desa ini menjadi salah satu lokasi terparah pasca erupsi karena jarak Desa Naman hanya sekitar 4 km dari kaki Gunung Sinabung.
Menurut penanggung jawab kegiatan, Mardi Nababan, S.Pd, Gr “kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan bagaimana rasa empati yang dimiliki oleh alumni PPG SM-3T dalam bentuk kepedulian terhadap warga yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung di Tanah Karo, kegiatan ini juga lebih difokuskan terhadap anak-anak yang sempat trauma terhadap musibah tersebut. Setidaknya kegiatan MSI Sumut Peduli Sinabung ini sedikit banyak bisa mengurangi trauma anak-anak terhadap bencana erupsi Sinabung.” Ungkapnya
Setelah tiba di lokasi, Sabtu 24 Februari 2018 pukul 20.00 WIB, tim “MSI Sumut Peduli Sinabung” langsung berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala sekolah SD Namanteran. Setelah itu tim melakukan briefing untuk pemantapan kegiatan keesokan harinya.
Selesai ibadah Minggu pada pukul 11.00 WIB, tim “MSI Sumut Peduli Sinabung” tiba di Jambur Desa Naman. Tim kaget dan kewalahan karena begitu turun dari angkutan, tim langsung dikerumuni anak-anak yang berjumlah hampir 350 anak.
Acara “MSI Sumut Peduli Sinabung” diawali oleh doa bersama yang dipimpin oleh Evi Susanti Ginting S.Pd, Gr, dilanjutkan dengan perkenalan dari masing-masing tim “MSI Sumut Peduli Sinabung”. Acara pun dibuka dengan resmi oleh Ibu Hetty, selaku perwakilan guru SDN 046417 Desa Namanteran.
Kegiatan dilanjutkan dengan bernyanyi bersama dan melakukan permainan edukatif untuk tetap berkonsentrasi. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan makan siang bersama. Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan kegiatan pembagian kelompok anak.
Tim dibagi menjadi 5 kelompok yaitu :
Kelompok 1 (anak-anak yang belum bersekolah), belajar bernyanyi, bercerita, dongeng dan perkenalan anggota tubuh kepada anak-anak.
Kelompok 2 (anak-anak kelas 1,2 dan 3) belajar mendengarkan cerita dongeng dan mewarnai.
Kelompok 3 (anak-anak kelas 4 dan 5) bermain menjawab pertanyaan pengetahuan umum dengan Susun Kata.
Kelompok 4 (anak-anak kelas 6), juga bermain menjawab pertanyaan pengetahuan umum dengan Susun Kata dan ditambah dengan Games edukatif Komunikata.
Dan kelompok 5 (anak-anak SMP), dibekali dengan motivasi, pengalaman hidup, cita-cita dan Permainan Edukatif Tebak Kata.
Antusias anak bermain sambil belajar membuat suasana menjadi lebih meriah dan kerap sekali membuat tim “MSI Sumut Peduli Sinabung” kewalahan dengan tingkah laku mereka yang sangat polos dan mengundang tawa. Senyum dan tawa anak-anak saat bermain dan belajar membuat hati kami sangat senang serta menghapus letih selama mempersiapkan acara tersebut.
Setelah kegiatan edukasi, acara dilanjutkan dengan kegiatan Permainan Edukatif. Anak-anak diajak untuk membuat lingkaran besar untuk bermain “Mencari teman dalam lingkaran”. Usai mendapatkan kelompoknya, anak-anak melakukan permainan memindahkan karet dengan menggunakan sedotan, tim yang terlebih dahulu sampai pada garis finis akan menjadi pemenangnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan melaksanakan permainan melepaskan diri dari borgol tali. Permainan ini untuk meningkatkan daya intelektual, tingkat konsentrasi serta kerjasama antar kelompok. Antusias anak mengikuti games ini kiranya membantu memulihkan trauma akibat erupsi Gunung Sinabung.
Setelah kegiatan Permainan Edukatif selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang kegiatan. Tim “MSI Sumut Peduli Sinabung” juga memberikan bantuan alat tulis berupa buku, pulpen, pensil dan penghapus kepada seluruh anak-anak yang ada di Desa Namanteran yang berjumlah 350 orang.
Acara ditutup pukul 17.00 WIB dengan penyampaian ucapan terima kasih dari perangkat desa setempat sekaligus juga pemberian bantuan “MSI Sumut Peduli Sinabung” berupa sembako kepada warga Desa Namanteran. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Masyarakat SM-3T Institute (MSI) Sumatera Utara karena telah datang membantu desa kami. Saya tadi melihat anak-anak begitu senang dengan kedatangan Bapak/Ibu. Semoga trauma anak-anak karena erupsi pekan lalu dapat segera hilang, kalau kami yang tua ini sudah biasa, anak-anak yang kasihan apabila terjadi erupsi. Semoga ini tidak berhenti di sini, tetap berkarya untuk MSI Sumut. Mejuah Juah” ujar Rodin Surbakti sebagai Kaur Kesra Desa Naman, Kecamatan Namanteran. Kabupaten Karo.
Acara pun diakhiri dengan doa dan foto bersama “MSI Sumut Peduli Sinabung” serta warga Desa Naman. Pukul 18.00 Tim “MSI Sumut Peduli Sinabung” kembali ke Kota Medan.
Reportase :
Leo Sihotang (Deputi Publikasi dan Propaganda Program)







